Bisnis Pariwisata Kota Pariaman Menjanjikan, Namun Belum Termanfaatkan Secara Maksimal -->

Bisnis Pariwisata Kota Pariaman Menjanjikan, Namun Belum Termanfaatkan Secara Maksimal

Kamis, 31 Maret 2016, 09.13.00
Penulis H.Syaiful Azman / Sekretaris Dinas Koperindag Kota Pariaman


Pariwisata merupakan sektor andalan Kota Pariaman yang telah berkontribusi dalam menggerakan perekonomian daerah yang cukup signifikan. Sebagian besar objek wisata Kota Pariaman sangat terkait erat dengan sumberdaya pesisir dan lautan, seperti hutan mangrove, terumbu karang, estuaria, pulau-pulau kecil, pantai berpasir dan sebagainya.

Namun bisnis pariwisata dewasa ini belum termanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha jasa pariwisata di Kota Pariaman, tidak seperti halnnya yang kita lihat di daerah tujuan wisata lain, seperti di Bali, Manado dan Bunaken, serta daerah lainnya dimana pelaku jasa pariwisatanya cenderung sangat kreatif, dan mendorong minat para wisatawan untuk berkunjung ke daerah mereka untuk beberapa hari.

Kurang kreatifnya pelaku jasa usaha wisata di Kota Pariaman, berdampak kepada kurang bergairanya investasi di bidang pariwisata ini, walaupun investasi dibidang pariwisata ini cukup menjanjikan, faktor inilah yang menjadi penyebab investasi pemerintah Kota Pariaman masih terlihat dominan.

Padahal dalam dunia pariwisata yang berbasiskan sumberdaya kelautan dan perikanan ini sangat menjanjikan. Banyak sekali banyak usaha yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha jasa pariwisata, karena dalam Undang Undang No 1 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang No. 27 Tahun 2007, tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil telah memberikan ruang yang sangat luas untuk kegiatan pariwisata, seperti penggunaan ruang laut dan kawasan pemanfaatan umum untuk kepentingan rekreasi dan pariwisata.

Undang Undang No 1 tahun 2014 ini sangat mendukung sekali amanat Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yakni pasal ( 7) huruf yakni untuk pembangunan industri pariwisata, destinasi pariwisata, pemasaran dan kelembagaan pariwisata dengan berbagai usaha pariwisata sebagaimana diamanatkan dalam pasal (14),
Berdasarkan pasal (14) Undang No. 10 Tahun 2009, kegiatan pariwisata yang berhubungan langsung dengan wisata bahri ini adalah, seperti :daya tarik wisata, kawasan pariwisata, jasa transportasi wisata dan wisata tirta. Dari kegiatan tersebut akan berimbas kepada kegiatan lainnya, dan bahkan imbasnya akan bersinggungan dengan dunia perbankan.

Dalam bisnis yang memanfaatkan sumberdaya alam sebagai faktor produksinya, maka fungsi produksi (f(x)) sekarang tidak melulu hanya terdiri dari faktor produksi berupa kapital (K) dan tenaga kerja (L) saja. Akan tetapi, didalamnya harus memasukkan unsur daya dukung lingkungan sebagai faktor yang sangat menentukan keberlanjutan bisnis tersebut.

Selanjutnya secara ekonomi kegiatan pariwisata akan menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi, yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa dalam rangka memenuhi permintaan wisatawan. Untuk itu tentu diperlukan investasi dalam berbagi bidang, seperti di bidang transportasi, perhotelan dan akomodasi lain, industri kerajinan dan industri produk konsumen, industri jasa, rumah makan restoran dan lain-lain.
Disamping permintaan akan barang dan jasa, kegiatan pariwisata juaga akan dapat menyerab tenaga kerja lokal, baik skilled labor maupun unskilled labor. Singkatnya bisnis pariwisata cukup memberikan angin segar bagi ekonomi daerah. Disisi lain dengan berkembangnya pariwisata ini, akan mengurangkan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah.

Berkembanganya sektor pariwisata dewasa ini di Kota Pariaman, jujur dikatakan adalah hasil dari totalitasnya usaha Pemko Pariaman dalam penyediaan sarana dan prasana, pelayanan dan membuat atraksi, sedangakan yang dilakukan oleh pelaku usaha pariwisata baru segelintir usaha jasa wisata yang dilakoni oleh masyarakat lokal. Padahal Pemerintah Kota Pariaman telah berupaya mendorong mayarakat lokal untuk berusaha pada bidang pariwisata ini dengan memberikan berbagai insentif berupa kemudahan dalam perizinan serta jaminan keamanan dan kelangsungan berusaha.

Pada kondisi sekarang usaha pariwisata yang mulai berkembang adalah seperti, hotel, home stay, rumah makan, industri makan ringan, permainan air (banana boat dan jet ski) dan transportasi (perahu/kapal, sepeda tandem dan odong-odong). Sedangkan usaha yang berhubungan langsung dengan keindahan bawah air boleh dikatakan belum tersentuh sama sekali, padahal inilah peluang usaha yang paling menguntungkan, yakni dengan penyewaan peralatan diving, scuba, camera under water, serta paket edukasi lingkungan berupa paket trasplantasi terumbu karang dan paket penghijauan pantai dsb.

Selanjutnya usaha lain yang mendukung kegiatan pariwisata, yakni berupa souvenir/cendera mata belum berkembang sama sekali, padahal industri kerajinan di Kota Pariaman cukup tersedia, namun kreatifitasnya untuk menghasilkan produk untuk mendukung pariwisata ini belum lagi terlihat, padahal SKPD terkait telah banyak melakukan pelatihan-pelatihan sejenis.
Kalau semua peluang ini tidak termanfaatkan dengan secara optimal oleh para pelaku usaha jasa pariwisata lokal, justru yang akan memanfaatkannya adalah pengusaha luar daerah Pariaman. Kalau tidak direspon secara cepat oleh pelaku usaha jasa pariwisata lokal, penulis yakin nantinya masyarakat lokal hanya akan menjadi penonton, dan akan menjadi tamu dirumahnya sendiri. (***)





TerPopuler