Tokoh Masyarakat Kota Pariaman Ir.H.Syahril Amiruddin : Dengan Semangat Hari Kebangkitan Nasional Saatnya Pendidikan Anti Korupsi Diterapkan Di Sekolah -->

Tokoh Masyarakat Kota Pariaman Ir.H.Syahril Amiruddin : Dengan Semangat Hari Kebangkitan Nasional Saatnya Pendidikan Anti Korupsi Diterapkan Di Sekolah

Selasa, 17 Mei 2016, 11.27.00
Tokoh Masyarakat Kota Pariaman Ir.H.Syahril Amiruddin Ketika Berada Di Tanah Suci (Fhoto Dok)
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Tanggal 20 Mei 2016, seluruh anak bangsa anak akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 108. Sebenarnya banyak makna yang tersirat dari. momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional tersebut.

Tokoh masyarakat Kota Pariaman Ir.H.Syahril Amiruddin berpendapat,  makna  tersirat dari peringatan hari kebangkitan nasional yang diperingati bangsa kita setiap tahunnya ini dengan menumbuhkan semangat, untuk bangkit melawan korupsi, bangkit melawan narkoba dan bangkit untuk menumpas segala bentuk penyakit masyarakat.

Dalam diskusi ringan dengan Ir.H.Syahril Amiruddin di Pariaman baru-baru ini diuraikan, sejak dini pendidikan anti korupsi harus mulai ditanamkan kepada generasi penerus bangsa ini. Dengan selalu mengedepankan  sifat-sifat yang baik. Membiasakan sifat jujur, bertanggung jawab, berani, sopan, mandiri,empati, kerja keras.

Sifat-sifat ini perlu diajarkan dengan menyesuaikan kondisi dan usia.Korupsi terjadi karena adanya pertemuan antara niat yang buruk dengan kesempatan untuk melakukan korupsi." Makanya sifat-sifat jujur harus benar-benar ditanamakan sejak dini melalui pendidikan di sekolah-sekolah dan di lingkungan masyarakat," jelas staf ahli DPR-RI itu

Kemudian, persoalan yang dihadapi bangsa saat ini adalah makin maraknya Narkoba. Hampir setiap hari melalui tayangan televisi, pemberitaan media cetak maupun media online, jajaran kepolisian dan BNN mengungkap dan menangkap pemakai dan pengedar narkoba. Mulai dari pelajar, masyarakat awam serta aparat pemerintah ikut terlibat dalam penyalahgunaan narkoba ini. " Membuat kita semua makin miris melihat penomena ini," ulas Ajo Syahril Amiruddin.

Dijelaskan Ajo Syahril, sekolah menjadi lingkungan kedua setelah keluarga. Hampir sepertiga dari waktu siswa dihabiskan di sekolah, maka sangat efektif apabila sekolah peduli dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Program pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah merupakan salah satu strategi yang sangat penting dan harus dilaksanakan secara komprehensif meliputi berbagai kegiatan belajar mengajar, kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstra kurikuler.

" Jadi menurut saya upaya pencegahan tersebut bisa dilakukan dengan mengintegrasikan materi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba ke dalam mata pelajaran berupa pembuatan perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, LKS dan Buku Siswa) yang memuat materi.Selain itu juga pembuatan panduan Program pencegahan penyalahgunaan narkoba untuk guru bimbingan konseling (BK), Organisasi Intra Sekolah (OSIS), dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pramuka serta untuk kegiatan strakurikuler," terangnya.

Ajo Syahril menambahkan, program pendidikan pencegahan narkoba akan lebih efektif menggunakan proses kelompok interaktif dalam bentuk diskusi kelompok, simulasi, bermain peran, dan permainan kelompok, daripada menggunakan metode ceramah yang kurang menarik perhatian dan partisipasi anak-anak. " Dari integrasi materi Program pencegahan penyalahgunaan narkoba dalam kurikulum pendidikan tersebut diharapkan lingkungan sekolah akan kondusif dan bersih dari penyalahgunaan narkoba," imbuhnya.

Kemudian maraknya maksiat dan penyakit masyarakat. Dewasa ini akibat pengaruh teknologi informasi, generasi muda banyak terseret kedalam gaya hidup barat. Kehancuran generasi muda sudah diambang pintu. Harus segera ada langkah-langkah nyata untuk menjauhkan generasi muda dari berbagai penyakit masyarakat.

" Hal ini dimulai dari lingkungan keluarga. Kita selaku orang tua harus menanamkan sifat yang baik, agar anak-anak kita tidak terjerumus. Selaku umat Islam kita harus membiasakan dalam kehidupan sehari-hari  dengan kepribadian Islami. Untuk disiapkan menjadi duta-duta anti maksiat. Proses Pembentukan Kepribadian Kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari proses pendidikan anak-anaknya. Hasil proses pendidikan adalah terbentuknya kepribadian anak. Kualitas kepribadian seseorang tergantung sistem nilai yang ditanamkan kepada anak, baik di rumah, masyarakat maupun sekolah," ungkapnya.

Menurut putra Kota Pariaman itu, pendidikannya berkualitas akan menghasilkan manusia-manusia berkepribadian unggul. Bangsa yang memiliki rakyat berkualitas akan mengalami kemajuan di berbagai bidang. Kepribadian anak terbentuk dari pola pikir dan sikap jiwanya.Pola pikir akan membentuk pemahaman tertentu berdasarkan sistem nilai (ideologi) tertentu.

Pemahaman ini akan mempengaruhi seseorang dalam membuat solusi terhadap problem yang dihadapinya. Sikap jiwa akan membentuk kecenderungan seseorang untuk melakukan perbuatan yang sesuai dengan sistem nilai (ideologi) tertentu. Kecenderungan inilah yang akan mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan.

"Jadi kepribadian seseorang akan menjadi kuat jika proses pembelajaran dan pembentukan karakter dilakukan terus menerus mulai dari usia dini. Lalu ada keselarasan proses pendidikan di rumah, sekolah dan masyarakat," tambahnya mengakhiri.

DARWISMAN









TerPopuler