Kamis, 31 Januari 2019

Peduli Olahraga, Ini Penghargaan Untuk Bupati Ali Mukhni dari SIWO PWI Pusat

Peduli Olahraga, Ini Penghargaan Untuk Bupati Ali Mukhni dari SIWO PWI Pusat

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menerima Surat Keputusan SIWO PWI Pusat sebagai Bupati Peduli Olahraga dari Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus ( Fhoto Dok.Humas Padang Pariaman)
"Terpilihnya Bupati Ali Mukhni melewati seleksi yang cukup ketat, sebab PWI Provinsi dari seluruh Indonesia juga mengusulkan kepala daerahnya yang berprestasi, terutama di bidang olahraga. Namun Ali Mukhni unggul karena adanya terobosan pembangunan Main Stadium yang megah dan penyelenggaraan Porprov yang sukses,"

Padang Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat menganugerahkan gelar “Bupati Peduli Olahraga” kepada Bupati Padang Pariaman Drs. H. Ali Mukhni dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2019. Penyerahan anugerah SIWO ini akan dilakukan di Gedung Grahadi Surabaya, Jum’at 8 Februari 2019 yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Keputusan penganugerahan gelar tertinggi SIWO PWI Pusat ini disampaikan melalui surat resmi, yang diserahkan secara langsung kepada Ali Mukhni oleh Ketua PWI Sumbar H. Heranof Firdaus, S.Sos, Kamis (31/1) di Kantor Bupati Parit Malintang. Turut hadir dalam penyerahan ini Anggota Dewan Kehormatan PWI Gusfen Khairul dan Sekretaris SIWO PWI Sumbar Syaiful Husein.

Terpilihnya Bupati Ali Mukhni melewati seleksi yang cukup ketat, sebab PWI Provinsi dari seluruh Indonesia juga mengusulkan kepala daerahnya yang berprestasi, terutama di bidang olahraga. Namun Ali Mukhni unggul karena adanya terobosan pembangunan Main Stadium yang megah dan penyelenggaraan Porprov yang sukses. “Ali Mukhni adalah salah satu dari sedikit kepala daerah yang berasal dari guru olahraga,” kata Ketua SIWO PWI Pusat Aagwa Ariwangsa mengomentari terpilihnya bupati dua periode ini.

Penyerahan gelar “Bupati Peduli Olahraga” ini akan dilakukan dalam Golden Award Malam Anugerah Olahraga SIWO PWI 2019, yang berlangsung Jumat 8 Februari 2019 pukul 20.00 WIB di Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja. Besoknya, Sabtu 9 Februari 2019 Presiden RI menghadiri Acara Puncak HPN 2019 di Grand City Convention, Surabaya.

Bupati Ali Mukhni mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya atas anugerah SIWO PWI Pusat ini. Bagi dirinya, berbuat yang terbaik untuk masyarakat adalah tujuan yang paling utama. “Pengabdian saya adalah berbuat yang terbaik, termasuk di bidang olahraga. Jika SIWO PWI Pusat memberikan apreasiasi, jawab saya tentu syukur Alhamdulillah,” kata Ali Mukni yang didampingi Sekda Padang Pariaman Jhon Priadi dan Kabag Humas Protokol Andri Satria Masri. (rel/wis)




Bupati Ali Mukhni Apresiasi Layanan PT Pos Indonesia Pariaman

Bupati Ali Mukhni Apresiasi Layanan PT Pos Indonesia Pariaman



Padang Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni mengapresiasi kinerja PT Pos Indonesia Kantor Pos Pariaman, yang  begitu intens menjalin kerjasama dengan jajaran Pemkab Padang Pariaman selama ini.

“Harapan kita ke depannya, kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini hendaknya bisa terus ditingkatkan lagi. Karena masih banyak program OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman yang bisa dikerjasamakan dengan PT Pos Indonesia,” demikian ditegaskan Bupati Ali Mukhni, saat serah terima jabatan Kepala PT Pos Indonesia, Kantor Pos Pariaman dari pejabat lama Hendri Joni kepada Roza Matra Kamis (31/01), bertempat di Ruang Rapat Sekdakab Padang Pariaman di Parit Malintang.

Apapun itu bentuknya sebut Bupati, asalkan untuk kepentingan  menunjang kemudahan pelayanan dan percepatan pelayanan kepada masyarakat. “Karena kita dari Pemkab Padang Pariaman juga sangat menyadari kerjasama yang dilakukan dengan PT Pos Pariaman selama ini sangat mendukung program percepatan pelayanan kepada masyarakat didukung biayanya yang relatif  murah dan bersifat lebih praktis,” terangnya.

Hal itu menurut Ali Mukhni juga sejalan dengan motto Pemkab Padang Pariaman, yaitu dengan taglinenya "Saatnya Masyarakat Menikmati". Dan dengan alasan itu pula bagi pihaknya di lingkungan Pemkab Padang Pariaman sudah saatnya masyarakat dilayani dan diperlakukan layaknya bak seorang raja.

Kepala Regional II PT Pos Indonesia Sumbar Kepri, Wendy Bermana dalam sambutannya juga tak luput mengapresiasi perhatian yang diberikan Bupati Ali Mukhni selama ini dalam mendukung pencapaian dan kinerja PT Pos Indonesia, khususnya Kantor Pos Pariaman.

“Untuk itu ke depannya, program kerjasama selama ini  agar bisa terus ditingkatkan lagi, karena pada dasarnya cukup banyak program PT Pos Indonesia yang bisa disinergikan dengan program Pemkab Padang Pariaman,” tegasnya.

Wendy juga senang dan salut dengan perhatian Bupati Ali Mukhni kepada PT Pos Pariaman yang menyediakan waktu dan tempat pelaksanaan serah terima jabatan Kepala Pos Pariaman.

"Terakhir, Bupati Solok bapak Gamawan Fauzi 20 tahun yang lalu melakukan hal yang sama seperti hari ini di Padang Pariaman," kenang Wendy disambut tepuk tangan yang hadir.

Lebih jauh ditambahkannya, PT Pos Indonesia Regional II saat ini terus meningkatkan program kerjasama dengan sejumlah pihak. Salah satunya, program pengurusan surat-surat kendaraan bermotor atau STNK. “Jadi ke depannya masyarakat yang akan mengurus STNK cukup datang ke PT Pos Indonesia, tidak mesti harus repot-repot lagi mengurusnya ke Kantor Samsat seperti selama ini,” terangnya.

Di pihak lain, saat ditanya kiat PT Pos Wendy Bermana menegaskan,  PT Pos Indonesia Regional II Sumbar Kepri  selama ini juga telah  intens menerapkan sistem layanan berbasis digitalisasi. Hal itu sebutnya tidak terlepas menyikapi perkembangan kemajuan era informasi yang terjadi di tengah masyarakat. “Namun tentunya semua itu tentunya tidak mengurangi komitmen layanan yang telah diberikan oleh PT Pos selama ini, seperti pengiriman surat dan lain sebagainya,” terangnya.

Turut hadir menyaksikan serah terima jabatan Kepala Pos Pariaman, Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Jonpriadi, Kabag PUM Rudi Rilis dan Kabag Humas Protokol AndriSatria Masri. (rel/wis)

Selasa, 29 Januari 2019

Bawaslu Padang Pariaman Akan Rekrut 1.359 Orang Pengawas TPS

Bawaslu Padang Pariaman Akan Rekrut 1.359 Orang Pengawas TPS

Anton Ishaq Ketua Bawaslu Padang Pariaman ( Fhoto Dok)

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Padang Pariaman akan merekrut  sebanyak  1.359 orang Pengawas TPS. Pengawas Pemilu TPS tersebut nantinya akan bertugas mengawasi pemilu di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 17 Apri 2019 mendatang.

"Perekrutan pengawas TPS dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 4 hingga 10 Februari mendatang. Dan dilanjutkan pendaftaran pada 11 hingga 21 Februari," kata Ketua Bawaslu Padang Pariaman Anton Ishaq didampingi Koordinator Sekretariat Anton Wira Tanjung, Selasa (29/01/2019), di Kapalo Koto, usai memimpin rapat terbatas persiapan penerimaan Pengawas TPS dengan Ketua Panwaslu Kecamatan se Padang Pariaman.

Menurut Ketua Bawaslu Anton Ishaq, pembentukan pengawas TPS akan dilakukan oleh  Kelompok Kerja (Pokja) Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) pada 17 kecamatan di Padang Pariaman


"Perekrutan pengawas TPS adalah ruang bagi semua putra putri terbaik Padang Pariaman yang ingin mengambil bagian dalam pengawasan pemilu untuk mengabdikan diri kepada negara melalui pengawasan di TPS, demi terwujudnya pemilu yang berkualitas," katanya, Selasa (29/01/2019), di Kapalo Koto Kecamatan Nansabaris.

"Kita butuh yang punya integritas karena mereka-merekalah nantinya yang akan berada di lapangan melakukan pengawasan langsung pada setiap TPS. Jika berminat siapkan diri dari sekarang," ulas Anton.

Persyaratan yang harus dipenuhi saat pendaftaran, minimal berumur 25 tahun, berpendidikan minimal SLTA, mempunyai KTP eletronik dan berdomisili di dalam nagari setempat, tidak pengurus/anggota partai politik. Untuk keterangan selengkapnya dapat ditanyakan lansung pada masing-masing Kantor Panwascam se Kabupaten Padang Pariaman. (wis)

Senin, 28 Januari 2019

Nilai Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemkab Padang Pariaman Naik 5,67 Point

Nilai Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemkab Padang Pariaman Naik 5,67 Point


Bupati Padang Pariaman Terima Penghargaan Dari Mentri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokraksi Syafruddin, di Bandung 28 Januari 2019

Penghargaan yang diterima Bupati Ali Mukhni di awal tahun 2019 ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memperlihatkan performance yang sangat baik berdasarkan hasil evaluasi SAKIP sehingga sejajar dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota lainnya di wilayah I.

Bandung, BANGUNPIAMAN.COM----. Nilai penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Padang Pariaman tahun 2018 naik 5,67 point dari 60,13 menjadi 65,80. Nilai ini mensyahkan penghargaan hasil evaluasi SAKIP Kabupaten Padang Pariaman dengan prediket B atau kategori Baik.

Penghargaan diterima Bupati Padang Pariaman H Ali Mukhni langsung dari Menteri PAN dan RB Syafruddin pada acara Penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kab/Kota dan Provinsi Wilayah I di Bandung 28 Januari 2019.

Penghargaan yang diterima Bupati Ali Mukhni di awal tahun 2019 ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memperlihatkan performance yang sangat baik berdasarkan hasil evaluasi SAKIP sehingga sejajar dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota lainnya di wilayah I.

Usai menerima penghargaan dari Menpan RB, Bupati dua periode itu menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas penghargaan yang diterima awal tahun 2019 itu.

"Tahun kemaren nilai SAKIP kita 60,13 sekarang naik 5,67 point, alhamdulillah, walau angkanya sedikit tambahnya namun itu merupakan usaha yang sangat serius dan sungguh sungguh dari semua pimpinan OPD, Tim SAKIP terutama yang membidangi Perencanaan," ucapnya bahagia didampingi Sekretaris Daerah Jonpriadi, Kabag Organisasi Azwarman dan Ketua TP PKK Rena Sovia ALi Mukhni.

Walaupun Kabupaten Padang Pariaman belum dapat mencapai target BB, sambungnya, setidaknya Kabupaten Padang Pariaman sudah berbuat banyak sesuai dengan kemampuan yang ada. "Insyaaalah, tahun ini berkat kerjasama kita akan berusaha semaksimal mungkin sehingga hasil predikat Padang Pariaman kembali meningkat dan mencapai nilai terbaik. Terimakasih kepada kita semua," ujarnya senang.

Menurut Ali Mukhni, saat ini masyarakat terus menuntut Negara untuk dapat hadir memberikan layanan yang terbaik, sementara anggaran yang dimiliki pemerintah terbatas. Sehingga sudah menjadi suatu kewajiban bagi setiap instansi pemerintah untuk dapat mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam birokrasi.

Untuk mewujudkannya tidak cukup hanya dengan memotong anggaran pada pertengahan tahun berjalan. Efisiensi harus dibangun secara sistimatik bukan melalui kebijakan-kebijakan temporal yang mengakibatkan efisiensi tidak dilaksanakan secara berkelanjutan. Efisiensi seharusnya  dimulai dengan memperbaiki pola pemanfaatan anggaran sejak pertama kali birokrasi merencanakan kinerjanya sebagaimana prinsip akuntabilitas yang berorientasi pada hasil sesuai dengan amanat Undang-undang.

Ali Mukhni tak menampik bahwa hasil capaian tahun 2018 akan menjadi bahan evaluasi bagi OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman, selain juga tetap melakukan koordinasi dengan Kemenpan RB untuk melihat sejauh apa yang telah dicapai beradasarkan standar Kemenpan RB.

Sementara itu Menpan RB saat penyerahan penghargaan menyebutkan, bahwa untuk mewujudkan pelayanan yang prima tidak cukup hanya dengan memotong anggaran pada pertengahan tahun berjalan. Efisiensi harus dibangun secara sistimatik bukan melalui kebijakan-kebijakan temporal yang mengakibatkan efisiensi tidak dilaksanakan secara berkelanjutan. Efisiensi seharusnya  dimulai dengan memperbaiki pola pemanfaatan anggaran sejak pertama kali birokrasi merencanakan kinerjanya sebagaimana prinsip akuntabilitas yang berorientasi pada hasil sesuai dengan amanat Undang-undang.

"Makanya, melalui penataan birokrasi yang baik akan terbangun sistem yang baik dan tepat sasaran sehingga akan terwujud SAKIP yang dilegalkan melalui beberapa peraturan yang diturunkan, baik itu PP maupun Perpres," katanya.

Melalui penerapan SAKIP, paparnya Syafruddin, pemerintah daerah tidak lagi berorientasi untuk sekedar menghabiskan anggaran, melainkan lebih tertumpu pada program perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kegiatan yang dilaksanakan tepat sasaran. Melalui penearapn SAKIP, efisensi anggaran dari tahun sebelumnya bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Secara Nasional hasil Evaluasi SAKIP pada tahun 2018 masih menunjukkan 5 Kab/Kota predikat D, 97 Kab/Kota C, 162 Kab/Kota CC, 185 kab/kota B, 40 Kab/kota BB dan 9 Kota berpredikat A. (rel/wis)

Minggu, 27 Januari 2019

Tahun 2018 Bupati Ali Mukhni Dianugerahi AKMY, Tahun 2019 Giliran Wakil Bupati Suhatri Bur.

Tahun 2018 Bupati Ali Mukhni Dianugerahi AKMY, Tahun 2019 Giliran Wakil Bupati Suhatri Bur.

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur Menerima Penghargaan Adytia Karya Mahatva Yodha, Pada Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna Tingkat Nasional, di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Lampuang Sabtu 26 Januari 2019 ( Fhoto Dok.Humas dan Protokol Padang Pariaman )

Bandar Lampung, BANGUNPIAMAN.COM ---Jika tahun 2018 yang lalu Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dianugerahi Adytia Karya Mahatva Yodha (AKMY) Award 2017 bersama Walikota Padang Mahyeldi dari Pengurus Nasional Karang Taruna.

Maka tahun  2019 ini, penghargaan AKMY Award 2018 diraih Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur dan merupakan penghargaan satu satunya untuk pimpinan daerah di Sumatera Barat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddi mewakili Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara pun

cak peringatan Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) Tingkat Nasional, di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Sabtu (26/01/2019).

AKMY Award diberikan sebagai anugerah kepada pimpinan daerah (gubernur/wakil gubernur/bupati/wakil bupati/walikota/wakil walikota) sebagai Pembina Karang Taruna Terbaik atas capaian dalam membangun kemitraan dengan Pengurus Karang Taruna Kabupaten.

Kemudian pembinaan dan pemberdayaan di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa di kabupaten/kota dengan nilai BAIK dan berada di peringkat 6 dari 25 pimpinan daerah seluruh Indonesia, baik dari segi koordinasi, kerjasama program, peningkatan kapasitas, komunikasi serta dukungan moril dan material.

Turut mendampingi menerima penghargaan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Arman Adek, Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Barat Mahdianur Musa, Kepala Bagian Humas dan Protokol Andri Satria Masri dan Ketua Karang Taruna Kab. Padang Pariaman Asmarizal Chan.

AKMY Award 2019 diberikan kepada 24 kabupaten/kota seluruh Indonesia dan 6 gubernur/wakil gubernur. Dari Sumatera Barat diwakili Kabupaten Padang Pariaman melalui Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur.

Menurut Mahdianur, Wabup Suhatri Bur layak mendapatkan AKMY karena kiprah, kepedulian dan komunikasinya yang intens dan positif membangun organisasi Karang Taruna di Kabupaten Padang Pariaman.

"Sebagai mantan Sekretaris Karang Taruna Prov. Sumatera Barat, dan aktif berkiprah di organisasi sosial kemasyarakatan, bapak Suhatri Bur pantas dianugerahi AKMY," jelas Mahdianur diamini Asmarizal Chan.

Wabup Suhatri Bur terlihat senang dan bangga atas anugerah yang diraihnya apalagi setelah tahu bahwa dia satu satunya wakil dari 19 kabupaten kota di Sumbar.

"Syukur alhamdulillah puji kepada Allah atas anugerah AKMY Award ini. Saya lama aktif di Karang Taruna mulai dari Kabupaten Padang Pariaman sampai ke Provinsi. Sudah menjadi tanggung jawab saya memikirkan kemajuan organisasi Karang Taruna ini karena organisasi ini sangat banyak membantu pemerintah dalam menangani masalah sosial dan kemiskinan," kata mantan Ketua LPM Kab. Padang Pariaman dan Wakil Ketua LPM Provinsi Sumatera Barat itu.

Menurut Suhatri Bur, organisasi sosial kemasyarakatan wajib dibina, didukung dan dipedulikan karena tenaga dan pemikirannya sangat membantu setiap program pemerintah.

"Pemerintah sangat terbantu dengan organisasi sosial kemasyarakatan seperti Karang Taruna karena pemerintah punya keterbatasan tenaga dan waktu melaksanakan semua program kerja, sementara orsos dan ormas lebih leluasa bergerak," ulasnya. (rel/wis)

Jumat, 25 Januari 2019

Kota Pariaman Berduka, Mantan Walikota Firdaus Amin Wafat

Kota Pariaman Berduka, Mantan Walikota Firdaus Amin Wafat

Almarhum Drs.Firdaus Amin, Ketika Akan Diberangkatkan ke Tempat Pemakaman di Lubuak Napa Nagari Batu Kalang Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Setelah disemayamkan di Balaikota Pariaman. ( Fhoto : Media Center Kominfo Pariaman )


Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--Kota Pariaman kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Drs.H.Firdaus Amin mantan Walikota Pariaman telah berpulang kerahmatullah Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 Wib, di Rumah Sakit Siti Rahmah Padang. Almarhum disemayamkan di Kampuang Tangah Nagari Balah Hilia Lubuak Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Informasi kepergian Firdaus Amin menghadap sang khalik  begitu cepat menyebar di media sosial baik itu melalui FB, Wa Group. Ucapan duka pun begitu begitu banyak disampaikan masyarakat, atas kepergian firdaus amin

Firdaus Amin yang akrab disapa da Bujang tersebut adalah Walikota Adminstratif Pariaman dari tahun 1997 s/d 2002 dan Penjabat Walikota Pariaman dari tahun 2002 s/d 2003.

Semasa hidupnya, selain Walikotif dan Walikota Pariaman, tak sedikit kiprah beliau yang juga merupakan Alumni APDN Bukittinggi tahun 1973., termasuk menduduki jabatan penting seperti Camat Pangkalan Koto Baru dan Camat Harau Kab. 50 Kota, Camat Lubuk ALung, Camat Sungai Limau, Asisten I Tata Praja Pemkab Padang Pariaman, Plt. Bupati Padang-pariaman, Sekwilda Padang Pariaman, Itwilda Padang Pariaman dan Ketua Pembangunan Masjid.

Selepas tidak lagi menjabat Walikota Pariaman setelah pensiun dari PNS, Firdaus Amin menghabiskan hari tuanya di Lubuk Alung sebagai pengurus Masjid di Kampuang Tangah Balah Hilia Lubuak Alung.

Kemudian seminggu sekali Firdaus Amin sering ke kampuang istrinya Ibuk Fatmawati untuk melihat kebun kayu Jati yang ditanamnya di Lubuk Napa Nagari Batu Kalang Kecamatan Padang Sago, Padang Pariaman.

Bagi masyarakat Kota Pariaman jasa Firdaus Amin begitu banyak, karena pasca dihapusnya Kota Adminstratif Pariaman. Dengan semangatnya pantang mundur, berkat dukungan masyarakat berjuang hingga ke Jakarta untuk meningkatkan status Kota Administratif Pariaman menjadi kota otonom.

Walikota Pariaman Genius Umar ketika melepas ke tempat peristirahan terakhir menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Bapak Firdaus Amin, dan kepada keluarga yang ditinggalkan juga diberi ketabahan dan keikhlasan.

"Bapak Firdaus Amin adalah tokoh sekaligus salah seorang pendiri Kota Otonom Pariaman, banyak perjuangan beliau untuk Kota Pariaman yang kita cintai ini," ulasnya.

"Selain mantan Walikota Pariaman, beliau semasa hidupnya juga banyak memberikan nasehat-nasehat kebaikan kepada saya karena saya pernah jadi staf beliau semasa di Pemkab Padang Pariaman dan senior saya juga di Keluarga Besar Praja IPDN," tambahnya. (***/wis-harsyi warsilah)

Kamis, 24 Januari 2019

HGN Ke-59, Bupati Ali Mukhni Dijadwalkan Video Conference dengan Menteri Kesehatan

HGN Ke-59, Bupati Ali Mukhni Dijadwalkan Video Conference dengan Menteri Kesehatan

Mentri Kesehatan Republik Indonesia  Ketika Berkunjung ke Kabupaten Padang Pariaman ( Fhoto Dok.Humas)
 Parit Malintang, BANGUNPIAMAN.COM---Kalau tidak ada aral melintang Bupati Padang Pariaman Drs. H. Ali Mukhni dijadwalkan akan melakukan video conference dengan Menteri Kesehatan dan Tim Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia besok, Jumat (25/01).

Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol  Kabupaten Padang Pariaman yang diterima redaksi www.bangunpiaman.com, video conference dilaksanakan sebagai kegiatan puncak peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-59 akan dilaksanakan pada dua tempat secara bersamaan. 


Bupati Ali Mukhni bersama anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan pejabat Pemkab Padang Pariaman berkumpul di Puskesmas Gasan Gadang Kecamatan Batang Gasan sementara Menteri Kesehatan dan Tim Nusantara Sehat di ruang Siwabessy Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Tema pembicaraan dalam video conference adalah tentang Intervensi dan Inovasi Program Gizi yang dilakukan berdasarkan hasil surveilans gizi. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara HGN yang juga Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI, Ir. Doddy Izwardy, MA melalui suratnya kepada Bupati Padang Pariaman menjelaskan bahwa pemilihan lokasi video conference di Padang Pariaman disebabkan upaya intervensi Pemkab Padang Pariaman dalam hal ini Dinas Kesehatan terhadap peningkatan gizi masyarakat dinilai melebihi kabupaten kota lain di Indonesia.


"Menurut Kemenkes, upaya, intervensi dan inovasi program gizi di Kabupaten Padang Pariaman sangat luar biasa sehingga pihak Kemenkes ingin mendengar langsung dari bapak Bupati Padang Pariaman melalui video conference," jelas Zairil Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan didampingi Ferawati Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan Kab. Padang Pariaman.

Ditambahkan oleh Ferawati bahwa salah satu program inovasi gizi yang mendapat respon positif dari kemenkes adalah pembentukan kader Laskar Nagari Peduli Gizi (LNPG) di Kab. Padang Pariaman. Kader LNPG adalah pemberdayaan masyarakat untuk ikut serta dalam upaya perbaikan gizi masyarakat.

"Kader LNPG dilatih mengenal, memahami dan menguasai materi tentang gizi kemudian bertanggung jawab memantau secara intensif gizi balita dan baduta (bayi dua tahun) di nagarinya masing-masing serta juga mengedukasi ibu hamil dari awal kehamilan hingga anak usia dua tahun sebagai upaya pencegahan stunting," jelas Fera.

Selain kader LNPG, sambung Fera, pemilihan lokasi dan daerah Kecamatan Batang Gasan karena beberapa Ahli Gizi Nusantara Sehat dari Kemenkes ditempatkan di Kecamatan Batang Gasan.

Bupati Ali Mukhni ketika dikonfirmasi mengenai kegiatan video conference membenarkan bahwa besok Jumat akan dilaksanakan video conference dengan Menteri Kesehatan dan Tim Nusantara sehat dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-59.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang telah menunjuk dan memilih Padang Pariaman sebagai lokasi vidio conference Hari Gizi Nasional ke-59. Saya sangat mendukung penuh dalam upaya pemerintah memberikan layanan yang terbaik untuk meningkatkan gizi masyarakat," kata Bupati dua periode itu.

Kegiatan surveilans gizi, sambung Ali Mukhni, diintervensi dengan baik oleh jajaran Dinas Kesehatan, petugas gizi, Dokter Nusantara Sehat dan kader LNPG serta diperkuat dengan penerapan aplikasi e-PPGBM sehingga bisa dipantau langsung kinerja petugas dan setipa permasalahan gizi yang ada di masyarakat dapat ditangani dengan cepat.

"Harapan saya, kiranya peringatan Hari Gizi Nasional ke-59 tahun 2019 dapat menghasilkan komitmen dan kolabarasi seluruh elemen bangsa untuk bekerja bersama mencegah stunting demi mencapai masyarakat Padang Pariaman sehat dan sejahtera," tukuk Ali Mukhni mengakhiri. (***/rel-wis)




2019: Antara Kontestasi dan Pendidikan Politik

2019: Antara Kontestasi dan Pendidikan Politik

Novri Aznika Putra  (Fhoto Dok Pribadi )
Memasuki tahun politik, 2019 menjadi tahun dimana pesta lima tahunan bangsa Indonesia akan segera digelar. Partai politik peserta Pemilu sudah jauh-jauh hari menggelar sosialisasi kepada masyarakat di berbagai penjuru Indonesia.

Disamping itu golongan professional yang juga diberikan kesempatan untuk menjadi peserta Pemilu sesuai dengan perintah Undang-Undang yang disebut dengan Dewan Perwakilan Daerah juga telah bermunculan.

Dan peserta Pemilu yang terakhir adalah Presiden dan Wakil Presiden, peserta Pemilu yang terakhir ini nampaknya sangat seksi untuk dibahas lebih lanjut, dapat dilihat dipelbagai media massa apakah itu cetak ataupun elektronik dan dipelbagai lembaga survey yang ada.

Sehingga menyajikan kepada masyarakat adu argumen diantara kubu yang ada, dan menyajikan data dan fakta mengenai prestasi yang sudah diraih dan ada yang menyajikan pelbagai kritikan terhadap pemerintah yang hari ini sedang berjalan.

Pada Pemilu 2019 ini diikuti sebanyak 16 partai politik Nasional yang sudah diverifikasi oleh KPU RI dimana diantaranya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (GOLKAR).

Kemudian Partai Nasdem, Partai Gerakan Perubahan Indonesia (GARUDA), Partai Berkarya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Serta diikuti oleh 4 partai lokas Aceh yaitu Partai Aceh, Partai SIRA, Partai Daerah Aceh, Partai Nanggroe Aceh. Serta dengan diikuti dua pasang calon Presiden dan Wakil Presiden. Kemudian masing-masing daerah diwakili 4 orang anggota Dewan Perwakilan Daerah sesuai dengan kuota daerah masing-masing.

Kontestasi Politik

Sejak dimulainya masa kampanye peserta Pemilu yang dimulai pada 26 September 2018 dan berakhir pada 13 April 2019. Maing-masing peserta pemilu sudah saling curi start demi merebut hati masyarakat dengan pelbagai media yang ada.

Sejatinya pemilu tahun ini menjadi ajang perlombaan bagi peserta yang telah terdaftar sebagai peserta Pemilu, karena secara harfiah kontestasi dapat diartikan sebagai perlombaan, yang dimana didalamnya terjadi perebutan menuju suatu jabatan tertentu.

Perlombaan yang dimaksud adalah persaingan yang sehat antara para kontestan dalam meraih kekuasaan. Kemudian kalau dilihat realitas hari ini, bagaimana praktek kompetesi yang dipertunjukkan oleh masing-masing peserta pemilu bisa dikatakan mengarah pada hal-hal yang sifatnya buruk.

Realitas seperti itu secara eksplisit dapat dirasakan oleh kalangan masyarakat kita hari ini. Memang praktek yang demikian tidak dilakukan oleh seluruh peserta Pemilu, namun dilakukan oleh oknum-oknum yang terlalu memaksakan kehendak demi mendapatkan posisi tertentu di hati masyarakat.

Kontestasi pemilu 2019 ini menjadi ajang dimana antara peserta pemilu yang notabene kontestan dan masyarakat sendiri yang nantinya akan memilih siapa perwakilan dan pemimpin yang baru lima tahun kedepan. Dalam memilih perwakilan di parlemen dan pemimpin yang akan menahkodai bangsa ini, masyarakat tentunya harus lebih selektif demi mandapatkan orang-orang yang cocok dibidang tersebut.

Apakah itu dengan melihat rekam jejak, pendidikan, pengalaman dan faktor lainnya yang bisa menetapkan pilihannya pada satu calon. Pesera Pemilu sendiri juga melakukan pelbagai hal demi merebut hati dan menjadi pilihan masyarakat nantinya, diantaranya melakukan kampanye di segala bidang.

Apakah itu langsung turun kepada masyarakat dengan bersosialisasi, memasang APK (Alat Peraga Kampanye) seperti Spanduk dan Baliho dan bahan kampanye seperti memasng sticker, banner, kalender, dan bahan kampanye lainnya yang dirasa bisa memperkenalkan diri kepada masyarakat banyak.

Perlu diketahui oleh kita bersama bahwasannya jadwal kampanye yang sudah disusun oleh penyelenggara pemilu dimulai pada tanggal 26 September 2018 sampai 13 April 2019, sedangkan kampanye di media sosial baru bisa dimulai pada tanggal 23 Maret 2019 mendatang.

Demi terselenggaranya pemilu yang langsung, umum, bebas rahasia, serta jujur dan adil maka penyelenggara Pemilu menerima masukan dan laporan dari masyarakat. Seperti hal nya dengan penetapan DPT (Daftar Pemilih Tetap) oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum), dalam hal ini pemilih dapat melapor kepada PPK di tingkat Kecamatan atau kepada PPS di tingkat Desa/Nagari agar bisa memproses hal tersebut.
Kemudian juga Bawaslu (Badan Pengawas Pemilhan Umum) meminta kepada masyarakat agar ikut serta mengawasi segala tahapan yang dilakukan oleh penyelenggara dan peserta pemilu. Hal-hal yang seperti ini perlu dilakukan dan sesama anggota masyarakat mesti saling mengingatkan satu sama lain.

Karena dalam proses kontestasi ini hal yang perlu dijaga adalah bagaimana jalannya proses pemilihan ini berjalan secara baik dan nantinya orang-orang yang terpilih bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin, proses kontestasi menjadi hal yang sangat penting untuk kita jaga demi mendapatkan hasil yang diharapkan.

Pendidikan Politik

Disamping adanya kompetisi yang berlangsung, mesti dibarengi dengan proses edukasi atau pendidikan kepada masyarakat secara baik. Salah satu hal yang diharapkan oleh masyarakat kepada para kontestan atau peserta Pemilu adalah bagaimana mereka yang nantinya akan menjadi wakil rakyat dan pemimpin itu bisa memberikan pencerahan dan mempertunjukkan hal-hal yang positif dan mendidik kepada masyarakat.

Dalam proses menuju tanggal 17 April 2019 besok, sudah banyak yang dilakukan oleh peserta Pemilu demi merebut suara. Namun pertanyaan besarnya hari ini adalah apakah yang mereka pertunjukkan dan dipertontonkan itu sudah mendidik masyarakat?

Secara Sosiologis, dikalangan masyarakat sendiri memiliki tanggapan yang beragam atas apa yang terjadi, tentunya itu disebabkan oleh bagaimana kemampuan masyarakat dalam menerima dan memilah segala informasi yang didapat. Sebagai bahan pembelajaran, nampaknya pemilu 2014 silam dapat dijadikan contoh sebagai pembanding kita.

Pesta demokrasi lima tahun yang silam itu dapat kita rasakan bagaimana di tengah-tengah masyarakat terjadi polarisasi yang sangat tajam, dan berakibat pada mental masyarakat kita dalam berdemokrasi, bisa dikatakan kontestasi lima tahunan itu tidak disambut dengan suka cita lagi.

Kita dapat mendengar di pelbagai daerah ada suami istri yang bertengkar karena berbeda pilihan partai atau Presiden dan Wakil Presiden misalnya atau dalam hubugan sebuah pertemanan bisa rusak karena berbeda pilihan itu tadi. Dan bahkan polarisasi itu tidak hanya terjadi pada masyarakat, pada media pun hal yang seperti ini terjadi serta juga pada lembaga survey.

Peristiwa itu tentu terdengar sangat lucu di telinga kita dimana kontestasi yang hanya sifatnya sementara bisa membuat kita terpecah belah, namun harus menjadi perhatian serius bagi kita, agar peristiwa yang seperti itu tidak terulang kembali pda tahun 2019 ini.

Kita kembali bisa melihat bagaimana kondisi masyarakat kita hari ini, ada anggota masyarakat yang bisa belajar dari pengalaman sehingga bisa lebih selektif dalam menerima informasi, dan ada juga anggota masyarakat yang sampai saat ini belum berubah sikap dengan kata lain masih memiliki mental yang sama dengan lima tahun yang silam.

Pada saat ini beredar luas di masyarakat tagline #2019Gantipresiden dan #2019tetapjokowi dan masih banyak embel-embel lainnya. Situasi seperti ini membuat masyarakat kembali dihadapkan dengan situasi yang sama seperti 2014 silam, bagaimana ada usaha dari masing-masing kandidat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa nanti di 2019 presiden harus diganti dan 2019 tetap dengan presiden Jokowi, dan tentunya berakibat pada kembali tepolanya masyarakat kita secara pilihan terhadap Presiden dan Wakil Presiden.

Proses yang dilakukan oleh masing-masing kandidat seperti ini hendaknya memberikan nilai edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa menerima tanpa harus membedakan Antara pilihan yang satu dengan yang lainnya.

Pendidkan politik yang diinginkan adalah bagaimana masing-masing calon memberi pencerahan kepada konstituennya dengan pelbagai program yang ditawarkan, apakah itu memperbaiki program yang sudah ada ataukah dengan menawarkan program yang baru, bukan dengan menyebabkan permasalahan ditengah-tengah masyarakat dengan program yang ditawarkan.

Masyarakat ketika menerima segala bentuk informasi apakah itu secara langsung maupun di media, maka itu harus disaring dan tidak diterima secara mentah-mentah.

Akan menjadi permasalahan ketika masyarakat tidak melakukan hal yang demikian, maka peristiwa yang terjadi pada 2014 silam berkemungkinan terulang kembali.

Intisari yang harus dipahami oleh masyarakat kita hari ini adalah jangan dikarenakan hal-hal seperti tagline masing-masing calon tadi menjadikan masyarakat kembali terpolarisasi dan hubungan antar sesama menjadi renggang.
Silahkan masing-masing masyarakat memilih mana yang menurut mereka baik dan bagus sehingga menjadi pilihan pada 17 April 2019 nanti. Silahkan #2019Tetapjokowi dan silahkan juga #2019Gantipresiden, itu masing-masing pilihan masyarakat dan jangan karena pilihan itu tadi menjadikan kita sebagai manusia yang arogan, memaksakan kehendak kepada orang lain yang belum tentu mempunyai pilihan yang sama dengan kita.

Dan diharapkan pula kepada seluruh peserta Pemilu untuk tetap menjaga harmonisasi antar sesama, dan memeberikan pendidikan politik kepada masyarakat sebagai mana mestinya.



Penulis Adalah Pengawas Pemilu Nagari Tandikek Selatan Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman

Jumat, 18 Januari 2019

Bawaslu  Bersilaturahmi Ke PWI Pariaman

Bawaslu Bersilaturahmi Ke PWI Pariaman


Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pariaman, Jumat (18/1/2019), bersilaturahmi ke kantor  PWI Pariaman. Kedatangan jajaran Bawaslu ke PWI Pariaman disambut langsung Ketua PWI Damanhuri beserta jajaran pengurus dan anggota .


Kunjungan Bawaslu Kota Pariaman dipimpin langsung Ketua Riswan serta didampingi Komisioner Ulil Amri, Elmamhmudi,  dan Kordinator Kepala Sekretariat Bawaslu Riky Falentino dan jajaran staf

Ketua Bawaslu kota Pariaman Riswan mengatakan, tujuan dari silaturahmi adalah untuk menjalin tali silaturahmi dengan wartawan yang selama ini telah bekerjasama membantu  mempubliksikan berbagai kegiatan bawaslu.


 "Setelah Bawaslu menjadi badan yang definitif belum ada kita bersua secara resmi, yang kedua barangkali kami minta dukungan dari kawan-kawan media untuk menyampaikan informasi - informasi terkait sosialisasi yang kita sampaikan baik itu persiapan pemilu kemudian sampai tahapan pemilihan, sehingga informasi ini betul-betul tersampaikan kepada masyarakat melalui media massa baik itu media cetak, televisi, maupun media online," ungkap Riswan.

Selama ini ulas Riswan, kebanyakan masyarakat beranggapan Bawaslu itu adalah KPU. Kemudian ada masyarakat yang mempertanyakan Bawaslu kerjanya mengawasi pemilu. Namun kalau Bawaslu siapa yang mengawasi . 


"Perlu diketahui Bawaslu dalam melaksanakan tugasnya juga diawasi banyak orang dan. Baik itu masyarakat, LSM termasuk media massa.Makanya  kami berharap kepada kawan-kawan media, seandainya nanti  tugas kita dilapangan siapapun itu baik Bawaslu, Panwascam, Pengawas Pemilu Desa maupun Pengawas TPS bisa mengawasi kami jika bertugas dilapangan  tidak netral," ulasnya

Bawaslu sebutnya, selama ini dalam melaksanakan tugasnya dilapangan lebih mengutamakan pencegahan dari pada penindakan.

Sementara itu Ketua PWI Pariaman Damanhuri mengucapkan terima kepada jajaran Bawaslu Kota Pariaman yang telah bertandang ke PWI. 

"Insya Allah kami di PWI Pariaman siap bekerjasama dengan Bawaslu untuk mempublikasikan kegiatan pengawasan pemilu yang dilakukan Pemilu. Selama ini kerjasama sudah terjalin baik, kedepannya akan kita tingkatkan lagi," ungkap Damanhuri yang sehari-harinya juga wartawan Harian Singgalang itu. 

Pewarta : Harsyi Warsilah

Kamis, 17 Januari 2019

Dukcapil Padang Pariaman Jemput Bola Rekam KTP-el , Untuk Warga Binaan Lapas Kelas II B Pariaman

Dukcapil Padang Pariaman Jemput Bola Rekam KTP-el , Untuk Warga Binaan Lapas Kelas II B Pariaman

Padang Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM----Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman terus melakukan fasilitasi agar hak pilih warga Kabupaten Padang Pariaman pada Pilpres dan Pileg 2019 dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.

Bersama Ketua KPU Padang Pariaman, Zulnaidi, SH., Kadisdukcapil Muhammad Fadhly meninjau pelaksanaan perekaman warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pariaman di Karan Aua. 


Turut mendampingi Kepala Lapas Kelas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan. Perekaman ini dilakukan untuk mensukseskan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Anggota Legislatif pada 17 April 2019 mendatang.

Disdukcapil Padang Pariaman melakukan kerjasama dengan Lapas Kelas IIB Pariaman, KPU Padang Pariaman dan Bawaslu Padang Pariaman dalam melakukan pendataan hak pilih warga binaan. 


Muhammad Fadhly menjelaskan bahwa sebanyak 317 dari total lima ratus orang lebih warga binaan di Lapas Kelas IIB Pariaman berasal dari Kabupaten Padang Pariaman.

“Kita akan melakukan verifikasi terhadap 317 data warga binaan secara detail dan akan dilakukan tindaklanjut terhadap data tersebut. 


Bagi yang belum merekam data biometrik KTP-el, akan segera kita rekam, bagi data yang masih berada di luar daerah akan kita jelaskan kepada KPU," jelas Fadhly.

"Prinsipnya, semua warga binaan harus dapat menggunakan hak pilihnya”, tambahnya.

Selanjutnya bersama Ketua KPU Padang Pariaman, Zulnaidi, SH juga melakukan pendataan terhadap penghuni ruang tahanan yang ada di Kepolisian Resort Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

“Semuanya akan kita fasilitasi agar terdata sebagai pemilih dan dapat menggunakan hak pilihnya”, jelas Zulnaidi SH.

Pelayanan jemput bola perekaman data KTP-el terhadap warga binaan lapas tersebut mulai dilakukan tanggal 17 sampai dengan 19 Januri 2019. 


Permasalahan data warga binaan umumnya karena belum melakukan perekaman data biometric KTP-el dan belum memiliki KTP elektronik. (rel/wis)


Selasa, 15 Januari 2019

Padang Pariaman Masuk Zona Hijau Kepatuhan Standar Publik Tahun 2018

Padang Pariaman Masuk Zona Hijau Kepatuhan Standar Publik Tahun 2018



Parit Malintang, BANGUNPIAMAN.COM--Tahun 2018, Hasil Kepatuhan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah berada di zona hijau. 

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi di depan Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur dalam rapat penyampaian Hasil Penilaian Kepatuhan Standar Publik Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman oleh Ombudsman Perwakilan Sumbar, Selasa (15/01).

Penyampaian hasil penilaian Ombudsman itu turut dihadiri Sekda Jonpriadi, Kepala OPD dan Direktur PDAM di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di ruang rapat Setdakab.

Dalam pemaparannya, Adel mengapresiasi usaha Bupati Padang Pariaman beserta jajaran meningkatkan standar kepatuhan terhadap pelayanan publik dari zona kuning pada tahun 2017 menjadi zona hijau di tahun 2018.

"Jika zona kuning dengan nilai 65,5 maka di zona hijau ini berada di kisaran nilai 81 ke atas. Ini suatu prestasi yang luar biasa. Itu makanya tahun 2018 kemaren bapak Bupati mendapat penghargaan tingkat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman RI," jelas Adel.

Adel mengatakan bahwa Kabupaten Padang Pariaman saat ini terkenal dengan pelayanan publik yang baik dan terinovatif di Sumbar dan Indonesia, tapi ingatnya, ini belum merata ke seluruh OPD baik yang melakukan pelayanan maupun yang bukan.

"Baru beberapa OPD yang sudah baik dan mendongkrak nilai standar kepatuhan tersebut," kata Adel lagi.

Adel pun menyebut dua nama OPD yaitu DPMPTP dan Dukcapil. Di lain pihak Adel juga menyebut dua OPD yang menarik nilai standar kepatuhan ke bawah yait Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja, Perdagangan.

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur menyambut baik dan apresiasi kepada Ombudsman Perwakilan Sumbar karena telah melakukan penilaian terhadap standar kepatuhan pelayanan publik di Padang Pariaman.

"Saya selalu memperhatikan dan mengindahkan saran dan pandangan Ombudsman terhadap kepatuhan terhadap standar pelayanan publik Pemerintah Padang Pariaman," kata Wabup mengomentari hasil pemaparan Adel Wahidi.

Ketika, lanjut Wabup, pak Adel menngirimkan saya foto hasil temuan beliau pada salah satu OPD pelayanan publik kita, saya langsung menghubungi Kepala Dinas bersangkutan dan alhamdulillah secepatnya diperbaiki.

"Kita mesti menyikapi dengan baik hasil penilaian Ombudsman ini dengan cara melakukan perbaikan berdasarkan rekomendasi Ombudsman kepada kita," harap Wabup kepada Kepala OPD.

Secara umum, sambung Suhatri Bur, Padang Pariaman sudah masuk zona hijau. Yang sudah dinilai atau yang belum dinilai selalu menyiapkan bahan bahan yang akan dinilai Ombudsman.

"Pelayanan yg baik dari setiap OPD secara langsung menunjang pencapaian visi dan misi Kab. Padang Pariaman yang hendak mewujudkan Padang Pariaman yang baru, cerdas dan religius," tutup Wabup Suhatri Bur.

Usai pemaparan, dilakukan penandatangan Pakta Integritas Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik oleh seluruh Kepala OPD termasuk Sekretaris Daerah sebagai Kepala OPD Sekretariat Daerah. (rel/wis)

Senin, 14 Januari 2019

DPMD Padang Pariaman, Support Koto Dalam Barat Menjadi Nagari Penghasil Lebah Kelulut.

DPMD Padang Pariaman, Support Koto Dalam Barat Menjadi Nagari Penghasil Lebah Kelulut.

Padang Sago,BANGUNPIAMAN.COM--Pembudidayaan madu lebah kelulut yang ada di korong Tanjung Mutuih  Nagari Koto Dalam Barat kecamatan Padang Sago, Senin (14/01/2019) dikunjungi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Padang Pariaman. 

Budidaya lebah kecil oleh warga setempat disebut galo-galo ini telah dibudidayakan warga setempat Mukhlisin semenjak satu tahun lalu.

" Kita butuh orang seperti ini yang memiliki inovasi untuk kemajuan nagari dan mampu melihat potensi alam yang ada," kata Junaidi Syah, S.Os.M.M kabid pemberdayaan DPMD Padang Pariaman ketika mengunjungi budidaya madu yang memiliki kandungan profolis yang sangat tinggi ini.

Madu lebah kecil yang dalam bahasa latin disebut trigona, memiliki khasiat sangat tinggi dan mampu mengobati berbagai penyakit sehingga memiliki potensi yang bagus untuk di budidayakan.

" Untuk mengembangakan budidaya ini diperlukan perhatian manajemen yang lebih baik sehingga nantinya bisa menjadi produk unggulan nagari. Untuk itu kami dari pemerintahan daerah sangat mensupport kegiatan ini," kata Junaidi Syah.

Meski belum lama dibudidayakan di Tanjuang Mutuih. Namun Mukhlusin yang akrab di panggil Acin tersebut melihat masyakarat sudah mulai mau mengikuti pengembangan lebah kelulut yang ditekuni tersebut. Walaupun sebelumnya susah meyakinkan masyarakat.

Sementara itu Herman Zein selaku ketua TPID kecamatan Padang Sago yang juga ikut mendampingi kunjungan tersebut mengungkapkan, pengembangan lebah kelulut di Tanjung Mutuih diharapan bisa mengembangkan perekonomian masyarakat."Kami dari TPID siap mendampingi pengembangan lebah kelulut di Tanjung Mutuih ini," ulasnya

Lebah kecil yang mudah ditemukan di bangunan- bangunan lama yang menggunakan material batu kali dan rumah dengan dinding dari papan ini cukup mudah dalam proses pembudidayaannya. 


Ditunjang dengan pangsa pasar yang bagus membuat masyarakat mau ikut melakukan kegiatan ini. " Saat ini pemasarannya cukup bagus. Bahkan karena produksi yang dihasil masih sedikit kita belum bisa bisa memenuhi permintaan pasar," katanya.

Sekretaris Dinas DPMD Padang Pariaman Dra. Elfi Delita. A.Pt menyebutkan, kegiatan positif seperti ini sangat  diperlukan untuk pengembangannaya di nagari. Saat ini nagari dituntut untuk lebih mandiri. 



Pewarta : Yahya

Wako Pariaman Genius Umar Bagikan Sertfikat Kepada 50 Orang Warga Padang Biriak-Biriak

Wako Pariaman Genius Umar Bagikan Sertfikat Kepada 50 Orang Warga Padang Biriak-Biriak


Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM --- Walikota Pariaman Genius Umar serahkan sertifikat tanah untuk rakyat dimana sebelumnya sebanyak 50 para pemilik tanah yang berada di Desa Padang Biriak-biriak Kecamatan Pariaman Utara tersebut dilakukan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 oleh Kantor Pertanahan Kota Pariaman.

Penyerahan tersebut dilakukan di Aula Balaikota Pariaman, Senin (14/1), yang disaksikan langsung Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Sudaryanto dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Pariaman Rita Sastra dan dihadiri Forkopimda Pariaman dan Kepala OPD Pemko Pariaman.

Wako Genius Umar sebelum penyerahan sertifikat itu menjelaskan penyerahan ini membuktikan bahwa pemerintah itu ada dalam rangka memberikan pelayanan hak kepada masyarakat untuk mendapatkan kepastian hukum hak atas kepemilikan tanah dan kejelasan atas hak yang harus diterima masyarakat.

Lebih lanjut, jelas Genius, Kota Pariaman juga telah memiliki tata ruang yang baik, dan berharap Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumbar dan Kantor Pertanahan Kota Pariaman dapat bekerjasama secara baik dengan Pemko Pariaman dalam melakukan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk tahun 2019 ini.

" Dengan harapan, jumlah masyarakat yang akan mengurus pendaftaran tanah dan mendapatkan sertifikat akan bertambah dari jumlah sebelumnya dan lebih banyak lagi kesadaran dari masyarakat untuk mendapatkan kepastian hukum atas kepemilikan tanah, sehingga terhindarkan sengketa tanah," ujar Genius.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Sudaryanto mengatakan pembuatan sertifikat tanah sangatlah penting, karena tujuannya untuk mencapai tertib administrasi pertanahan serta mempercepatan kepastian hukum yang sesuai dengan amanat pemerintah pusat.

" Sehingga di tahun 2025 mendatang, tidak ada lagi tanah yang tidak terdaftar dan semua telah mendapatkan sertifikat yang menguraikan bentuk bidang, luas dan letak tanah dalam mengurangi sengketa tanah dan lahan," ujar Sudaryanto.

Dengan adanya sertifikat, lanjutnya, masyarakat tidak hanya memiliki kepastian hukum atas tanahnya, namun juga dapat memanfaatkannya sebagai akses untuk mendapatkan modal dari lembaga keuangan.(harsyi warsilah/phaik)


Minggu, 13 Januari 2019

Forum Walinagari VII Koto Lamo Satukan Tekad Majukan Masyarakat dan Daerah

Forum Walinagari VII Koto Lamo Satukan Tekad Majukan Masyarakat dan Daerah

Padang Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM-- Jajaran Walinagari se VII Koto Lamo  berhasil menyatukan tekadnya untuk lebih memajukan nagari masyarakat dan daerah VII Koto Lamo dalam segala bidang. Baik itu dalam bidang sosial kemasyarakatan, bidang pembangunan fisik mental dan bidang keagamaan lainnya.

Hal itu setidaknya terungkap saat pengukuhan Pengurus Forum  Walinagari se VII Koto Lamo, yang berlangsung Sabtu (12/01) malam di ruang pertemuan Malibou Anai.

Pengukuhan dan pelantikan Pengurus Forum Walinagari se VII Koto Lamo tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Forum Walinagari Padangpariaman, H Zulhendrayani serta dihadiri pula oleh Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur.

Pengurus yang dilantik terdiri dari Ketua, Darmawan Darwis (Wali Nagari Limpato) Sekretaris, H Jamarusti (Wali Nagari Batu Kalang) dan bendahara Maryono (Wali Nagari Tandikek Selatan).

Juga hadir dalam kesempatan itu sejumlah tokoh masyarakat VII Koto Lamo, seperti Uncu Olon, Ramal Saleh, jajaran walinagari (24 nagari) dan camat se VII Koto Lamo yang terdiri 3 kecamatan (Padang Sago, Patamuan dan VII Koto Sungai Sariak).

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur dalam sambutannya mengaku sangat mengapresiasi pembentukan Forum Walinagari se VII Koto Lamo.

Karena bagaimanapun tegasnya kehadiran wadah organisasi seperti itu jelas akan sangat penting artinya dalam meningkatkan hubungan kerjasama dan membangun semangat  kebersamaan diantara jajaran pemerintahan nagari masyarakat, baik  yang ada di VII Koto Lamo atau pun di perantauan.

"Intinya dengan kehadiran sebuah organisasi seperti ini tentunya bagaimana kita bisa lebih memajukan pembangunan di Padangpariaman untuk ke depannya dan VII Koto Lamo pada khususnya.


 Untuk itulah perlunya semangat kebersamaan, sehingga apapun yang akan kita rencanakan nantinya bisa terwujud seperti diharapkan," terangnya.

Tidak kalah pentingnya, kehadiran Forum Walinagari se VII Koto Lamo nantinya juga diharapkan bisa melahirkan berbagai ide-ide brilian serta gagasan yang bersifat membangun lainnya, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat  banyak  yang ada di daerah ini.

"Untuk itulah kita tentu berharap agar kehadiran Forum Walinagari se VII Koto Lamo ini nantinya bisa menjadi tulang punggung sekaligus sebagai penyambung aspirasi masyarakat untuk kemudian menjembataninya dengan para pemangku kepentingan, seperti pihak DPRD maupun jajaran pemerintah daerah," harap Suhatri Bur.

Pihaknya berharap agar Forum Walinagari se VII Koto nantinya juga bisa mendata seluruh potensi yang ada di daerah ini, termasuk diantaranya mendata potensi tokoh-tokoh yang ada di ranah ataupun di perantauan. Karena bagaimanapun andil dan peran dari tokoh perantauan juga sangat besar perannya dalam memajukan kampung halaman selama ini. 

Sementara itu, Ketua Forum Walinagari Padangpariaman, H Zulhendrayani, dalam sambutannya berharap agar kehadiran Forum Walinagari Tujuah Koto Lamo bisa menghidupkan kembali jejak sejarah kebesaran VII Koto Lamo, sehingga dengan begitu  sejarah masa silam VII Koto Lamo tidak hilang begitu saja karena  ditelan oleh perputaran roda waktu.

"Jadi dengan terbentuknya  Forum Walinagari VII Koto Lamo ini tentunya diharapkan bisa dijadikan sebagai wadah untuk menyambung kembali hubungan silaturrahmi antara jajaran walinagari, staf berserta seluruh masyarakat masyarakat yang ada di VII Koto Lamo, sehingga ke depannya bisa lebih mendorong banyak kemajuan bagi daerah dan masyarakat VII Koto Lamo," terangnya.

Pihaknya juga berharap kehadiran Forum Walinagari Tujuan Koto Lamo  bukan lah akhir dari segalanya, melainkan sebagai awal atau titik tolak untuk bisa berkiprah lebih baik lagi guna untuk kemajuan pembangunan nagari.
 

"Karena seperti diketahui, masih cukup banyak yang harus kita selesaikan di VII Koto Lamo, termasuk diantaranya di daerah kita juga masih ada daerah tertinggal. Makanya  hal inilah yang perlu kita entaskan secara bersama-sama ke depannya, termasuk tentunya melalui  dukungan penuh dari jajaran Pemkab Padangpariaman nantinya," imbuhnya.

Senada dengan itu diakui Uncu Olon tokoh perantau VII Koto, menurutnya, pembentukan Forum Walinagari VII Koto Lamo jelas merupakan sejarah baru bagi daerah dan masyarakat VII Koto Lamo, sehingga ke depannya masing-masing nagari yang ada di VII Koto Lamo bisa lebih seiring sejalan dalam memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakatnya.

Ketua Forum Walinagari se VII Koto Lamo, Darmawan Darwis dalam sambutannya berharap dukungan semua pihak, baik masyarakat yang ada di ranah ataupun di rantau.

"Karena bagaimanapun kepercayaan yang diberikan ini jelas sangat berat sekali, untuk itu kita tentunya perlu saciok bak ayam sadanciang bak basi, sehingga apapun yang akan kita rencanakan ke depannya akan bisa terlaksana dengan baik," terangnya.

Pihaknya juga berharap kehadiran wadah Forum Walinagari se VII Koto bisa dijadikan sebagai solusi bersama untuk mencarikan berbagai permasalahan yang terjadi. Demikian pula halnya untuk menggali berbagai ide-ide dan gagasan yang bertujuan untuk kemajuan masyarakat dan nagari yang ada di VII Koto Lamo. (rel/wis)
Ulama dan Santri Jangan Ikuti Menyebarkan Informasi yang Salah

Ulama dan Santri Jangan Ikuti Menyebarkan Informasi yang Salah

Padang Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--Santri harus melek politik. Politik dijadikan alat untuk kecerdasan, bukan untuk perpecahan dan saling menyebar ujaran kebencian, serta fitnah.

Lewat politik pula, bisa dibedakan mana informasi yang benar dan mana pula yang hanya sekedar isu atau fitnah. Di tengah tahun politik, berbagai informasi dengan sangat mudahnya berserak di tengah masyarakat.

Demikian sekelumit hasil diskusi publik yang digelar Organisasi Santri Intra Pesantren (OSIP) Pondok Pesantren Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Padang Pariaman, Jumat (11/1) malam lalu. 


Diskusi mengangkat tema "Ulama dan Santri dalam Pusaran Politik" menghadirkan narasumber tiga alumni pesantren itu yang saat ini berkecimpung dalam politik praktis.

Ketiganya, Tuanku Afredison, alumni yang saat ini menjabat Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Padang Pariaman yang juga Caleg di Dapil empat daerah itu. 


Selanjutnya, Asrizal Malin Sinaro, alumni yang sedang melabuhkan politiknya di DPD PKS Kabupaten Agam, dan jadi Caleg untuk DPRD daerahnya. 


Kemudian, Mansurdin Datuak Paduko, alumni Madrasatul 'Ulum yang maju jadi Caleg DPRD Kabupaten Sijunjung dari PPP.

"Yang paling penting itu, aqidah kita selaku santri dan orang yang dibesarkan di pesantren, jangan sampai berganti menjadi aqidah yang dibawa oleh partai politik," kata Afredison.

Menurut dia, antara politik dan partai politik adalah dua hal berbeda tapi saling terkait. Orang politik tak melulu terlibat dalam partai. Bahkan banyak orang hebat dalam politik yang tidak masuk dalam struktur partai politik itu sendiri.

 "Yang penting partai politik yang kita masuki rancak, dan partai politik yang dimasuki orang lain belum tentu salah," ulas dia.

Sementara, Asrizal Malin Sinaro yang juga ustad kondang di Kabupaten Agam ini mengajarkan, bahwa beragama harus berpolitik. Kalau tidak berpolitik Rasul dulunya, mustahil Islam akan sampai ke generasi saat ini.

"Hebatnya dunia politik itu, ketika telah menguasai suatu daerah atau negara, hanya dengan ceraik kertas melakukan himbauan, langsung dapat respon. Jadi politik itu penting, bagian dari sarana untuk mencerdaskan kita kaum santri," ujarnya.

Lain halnya Mansurdin Datuak Paduko yang maju di PPP di salah satu Dapil di Kabupaten Sijunjung. "Kalau santri ikut main politik jangan sampai ilmu dan amalnya tergadai. Jadilah sebagai orang yang mampu mewarnai jalannya partai politik yang kadang-kadang menyimpang dari garis perjuangannya," sebutnya.

Terkait dua kontestan calon Presiden dan Wakil Presiden; Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo Sandi, para narasumber yang alumni ini selalu memberikan pencerahan. 


Secara partai, PKS yang partainya Asrizal memang mendukung Prabowo-Sandi. Sedangkan partainya Afredison dan Mansurdin; PKB dan PPP yang berbeda, tetapi sama-sama pendukung petahana Jokowo-Ma'ruf.

"Silakan pilih sesuai petunjuk dan keinginan hati masing-masing," kata mereka. Yang jelas, kedua calon Presiden punya kelebihan dan kekurangan. 


Jangan sampai informasi yang salah dan saling menjelekkan yang sampai ke ponsel, lalu diteruskan, dan terus berantai, sehingga menyesatkan.

Mereka mengajak para santrinya untuk bermedsos secara cerdas dan mencerdaskan. "Sebagai tekhnologi informasi, jelas keberadaan HP pintar membawa manfaat dan juga madharat. Di sinilah kecerdaskan kita dituntut. 


Jangan ikut menjelekkan. Tak ada manusia yang sempurna, termasuk dua calon Presiden yang akan berlaga pada April mendatang," ungkapnya. (***/tdm)

Sabtu, 12 Januari 2019

Surau Baleri di Tanjung Mutuih, Berusia Lebih Dari Satu Abad, Kondisinya Butuh Perhatian Semua Pihak

Surau Baleri di Tanjung Mutuih, Berusia Lebih Dari Satu Abad, Kondisinya Butuh Perhatian Semua Pihak

Surau Baleri, Merupakan Surau Bersejarah di Tanjuang Mutuih Nagari Koto Dalam Barat, Butuh Perhatian dan Bantuan Semua Pihak ( Fhoto : Yahya )
Padang Sago, BANGUNPIAMAN.COM--Surau Baleri berusia ratusan tahun yang terletak di Korong Tanjung Mutuih, Nagari Koto Dalam Barat Kecamatan Padang Sago ternyata masih berdiri kokoh

Menurut informasi yang diperoleh wartawan www.bangunpiaman.com Yahya, surau ini mulai berdiri semenjak abad ke-18. Dari fisik bangunan dan atap bangunan surau tua ini diperkirakan sudah berumur lebih dari satu abad

Kepada wartawan Buyung Ondok yang merupakan Imam Masjid Raya Sungai Pua Tanjung Mutuih, Sabtu (12/01/2019) membenarkan usia surau tersebut lebih dari satu abad, walaupun tidak ada dokumen tahun pendirian surau tersebut.

Meski telah berusia lebih dari seratus tahun,namun surau ini masih berdiri kokoh. Buyung Ondok yang juga merupakan pengurus surau ini menerangkan bahwa belum ada material bangunan yang diganti.

"Hanya dinding yang terbuat dari palupuah
(buluh bambu yang di anyam) di tambah lapisannya pada tahun 1980. Sementara tiang utama yang yang disebut macu masih kokoh dan awet. Begitu juga dengan tiang penyangga lainnya. Awetnya material bangunan surau ini dikarenakan pemilihan bahan material yang teliti," ulasnya.

Surau ini sampai sekarang masih melakukan aktifitas sebagaimana surau lainnya,sholat lima waktu,kegiatan bulan ramadhan serta pengajian mingguan.

Di surau yang berukuran 7 X 7 m persegi ini juga diadakan sembayang 40.yaitu shalat berjamaah yang dulaksanakan selama 40 hari berturut - turut dengan tidak ada putus sekali waktu pun dari setiap peserta jamaah. Dengan arti kata  surau tuo ini masih aktif meski dengan sarana yang minim.

Meski sudah berdiri lebih dari satu abad yang telah banyak melahirkan para imam masjid. Ternyata surau tuo ini belum dialiri listrik, tidak memiliki tempat berwudu' yang memadai. Akibat tidak adanya tempat berwudu' yang representatif terpaksa jemaah berwudu' pada sungai kecil

Jika hujan datang maka jamaah sangat kesulitan intuk berwudhu karena jarak antara sungai dan surau berkisar 70 meter serta pada musim kemarau airnya sangat dangkal.

Ketika dikonfirmasi kepada pengurus Buyung Ondok mengenai belum adanya tempat berwudu'. Dia menyebutkan belum dibangun karena tidak adanya kas surau dan donatur yang membantu pembangunan surau ini.

Surau tang berasitektur kuno minangkabau seperti ini sudah mulai langka di Padang Pariaman. Jika cagar budaya seperti ini tidak dilestarikan maka akan terancam punah. Perlu kiranya perhatian semua pihak serta sentuhan donatur, agar surau tua penuh sejarah ini tidak hilang begitu saja, karena tidak adanya perawatan

Pewarta : Yahya



Memulai Dinamika Sekolah Dengan Leadership Camp Ala SMART

Memulai Dinamika Sekolah Dengan Leadership Camp Ala SMART

Bogor, BANGUNPIAMAN.COM--Kembali sekolah setelah libur panjang seringkali menjadi hal yang menantang. Banyak siswa yang antusias namun banyak juga yang merasa malas. Tak bisa dipungkiri kondisi itu pun terjadi di SMART Ekselensia Indonesia (SMART).

Karenanya, para wali asrama menggagas Leadership Camp untuk siswa SMART.  Leadership Camp tahun ini mengangkat tema “Aku Siap Kembali Berjuang di SMART”. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada Jumat hingga Sabtu (11-12/1), di Joglo Resort Ciapus, Bogor. Sebanyak 194 siswa SMART dari seluruh kelas akan mengikuti acara ini. 

Training kepemimpinan ini bertujuan untuk mengembalikan kembali jiwa ke-SMART-an siswa, yaitu kepemimpinan, disiplin, mandiri, kebersamaan, dan tanggung jawab. Sebagai sekolah yang mengangkat kepemimpinan sebagai kekhasannya, kegiatan ini menjadi krusial untuk dilakukan.

"Selain mengembalikan jiwa SMART, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan frekuensi kejiwaan para siswa agar siap mengikuti dinamika sekolah dan asrama. Acara ini juga dirancang untuk menjalin kembali keharmonisan hubungan antarsiswa", jelas Nurhayati, Supervisor Marketing Komunikasi Dompet Dhuafa Pendidikan.

Berbagai aktivitas telah dirancang untuk mencapai tujuan tersebut. Berkemah dengan tenda, kompetisi antarkelompok, outbond, api unggun, juga Jurit Malam, adalah beberapa aktivitas yang akan dilaksanakan para siswa. 


Tak lupa sisi kerohanian juga disentuh dengan salat malam, salat berjamaah, hafalan Alquran, zikir Al-Ma’tsurat, dan muhasabah atau kontemplasi bersama.

Liburan kenaikan kelas memang menjadi momen paling dinantikan, terutama oleh para siswa SMART. Karena momen sekali dalam setahun inilah, mereka bisa pulang kampung bertemu dengan keluarga. 


Memanaskan kembali semangat para siswa menjadi hal krusial agar mereka siap untuk berjuang lagi di SMART. Semoga Leadership Camp ala SMART ini dapat memberikan dampak yang  signifikan. (NRS/MARKOM) 


Jumat, 11 Januari 2019

HUT KE-186 Padang Pariaman, Gubernur Apresiasi Bupati Ali Mukhni Membangun Daerah

HUT KE-186 Padang Pariaman, Gubernur Apresiasi Bupati Ali Mukhni Membangun Daerah

Bupati Ali Mukhni mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat ranah dan rantau saat memberikan sambutan pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kab. Padang Pariaman memperingati Hari Jadi Kabupaten ke 186 di Aula Kantor Bupati di Parit Malintang, Jumat (11/1). ( Fhoto Humas & Protokol Padang Pariaman )

"Pak Bupati ini kecil-kecil cabe rawit, tapi luar biasa terobosannya. Kekompakan duet Bupati Ali Mukhni dan Wakil Suhatri Bur juga patut dijadikan contoh. Artinya, komunikasi telah berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan bersama," kata Gubernur Irwan Prayitno. 

Parit Malintang, BANGUNPIAMAN.COM--Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno apresiasi kemajuan Kabupaten Padang Pariaman baik dalam pembangunan infrastruktur dan Pelayanan Publik pasca gempa tahun 2009 yang lalu.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kab. Padang Pariaman memperingati Hari Jadi Kabupaten ke 186 di Aula Kantor Bupati di Parit Malintang, Jumat (11/1).

"Saya dan pak Bupati sama-sama Kepala Daerah yang memulai bekerja dari nol akibat Gempa 2009. Puluhan ribu rumah hancur, infrastruktur rusak berat dan pertumbuhan ekonomi turun. Alhamdulillah, sekarang sudah jauh lebih baik dan Padang Pariaman semakin maju," kata Irwan Prayitno.

Orang nomor satu di Sumbar mengatakan pembangunan fenomenal adalah Tarok City. Kawasan Pembangunan seluas 697 hektar menjadikan Padang pariaman sebagai pusat pendidikan di Sumbar.

"Tarok City luar biasa. Apresiasi kepada Bupati Ali Mukhni. Di sana akan berdiri beberapa kampus, rumah sakit vertikal dan diklat," kata Gubernur dua periode itu.

Kemudian, lanjutnya, pembangunan Stadion Utama, Politeknik Pelayaran dan Asrama Haji akan membawa multiplayer effect untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Pak Bupati ini kecil-kecil cabe rawit, tapi luar biasa terobosannya," tambahnya.

Kekompakan duet Bupati Ali Mukhni dan Wakil Suhatri Bur juga patut dijadikan contoh. Artinya, komunikasi telah berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan bersama.

"Padang Pariaman menjadi panutan kepala daerah yang harmonis dan sejalan," ungkapnya.

Begitu juga dengan layanan publik, Irwan berpendapat bahwa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Padang Pariaman salah satu terbaik di Indonesia.

Gubernur Irwan Prayitno juga apresiasi DPRD, Sekda, OPD dan seluruh aparatur yang komitmen memberikan layanan terbaik untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kemajuan Padang Pariaman tentu ini juga berkat dukungan anggota legislatif, sekda dan jajaran yang bersungguh-sungguh bekerja untuk rakyat," kata Irwan mengakhiri.

Bupati Ali Mukhni mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat ranah dan rantau. Pencapaian dan geliat pembangunan Padang Pariaman pasca gempa 2009, berkat keikhlasan bekerja untuk masyarakat karena mengharap ridho Allah SWT.

"Sembilan tahun yang lalu, daerah kita terparah dampak gempa, lalu kita bangkit bersama dan berdoa kepada Allah SWT, Alhamdulillah Padang Pariaman sudah jauh lebih baik," kata Ali Mukhni.

Pembangunan mega proyek nasional telah dan sedang berdiri megah dengan dana mencapai trilyunan rupiah. Seperti Politeknik Pelayaran, Asrama Haji, MAN Insan Cendikia, Jalan Lingkar Duku-Sicincin, Jalan Tol dan Tarok City.

"Pada kesempatan ini, kami mohon kepada Bapak Gubenur dan DPRD Sumbar untuk lanjutan Jalan lingkar Duku-Sicincin sebelum Pembukaan MTQ Nasional Tahun 2020," kata alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu.

Terkait pelayanan publik, tambah Ali Mukhni, seluruh aparatur berkomitmen menjadi rakyat sebagai raja. Artinya tidak ada istilah pejabat, yang ada pelayan masyarakat.

"Kita punya tagline Saatnya Rakyat menikmati. Kita berusaha keras melakukan pelayanan publik yang berkuaalitas berbasis teknologi," ujar Ketum Alumni UNP itu.

Tokoh masyarakat Bagindo Muhammad Letter menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Sumbar atas perhatian yang sangat tinggi kepada Kabupaten Padang Pariaman.

Berbagai pembangunan, kata Buya Letter, akan lancar bila ada dukungan penuh oleh Gubernur Sumbar.

Khusus pembangunan Tarok City, ia mengajak seluruh masyarakat dan mendoakan agar berjalan lancar.

"Terima kasih kepada Bupati yang telah merubah wajah Padang Pariaman. Teruslah berbuat yang terbaik, semoga Padang Pariaman lebih baik dan masyarakat menikmati pembangunan," kata ulama kondang Sumatera Barat itu.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman Ke 186 dihadiri oleh Gubernur dan Ibu Nevi Irwan Prayitno, Anggota DPR RI Refrizal dan Mulyadi, Anggota DPD RI Leonardy Harmainy dan Emma Yohana, Forkopimda Anggota DPRD Sumbar, Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, Ketua PKDP Sumbar Ramal Saleh dan tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (***rel/wis)

Kamis, 10 Januari 2019

Tidak Ada STTP, Bawaslu Padang Pariaman Hentikan Kampanye PKS di Kecamatan Patamuan

Tidak Ada STTP, Bawaslu Padang Pariaman Hentikan Kampanye PKS di Kecamatan Patamuan


Ketua Bawaslu Padang Pariaman Anton Ishaq, Saat Berdialog Dengan Rahman Caleg DPRD Padang Pariaman, Terkait Kampanye Dialogis Yang Digelar PKS di Lapangan Futsal Lubuk Aro Nagari Tandikat Kecamatan Patamuan, Rabu 9 Januari 2019 Malam. Kampanye PKS tersebut dihentikan Bawaslu Karena Tidak Punya STTP yang dikeluarkan Pihak Kepolisian ( Fhoto : Darwisman)
Patamuan, BANGUNPIAMAN.COM--Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Padang Pariaman akhirnya menghentikan kampanye dialogis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dilaksanakan Rabu (9/01/2019) malam, di lapangan Futsal Tandikat.

"Kampanye  kita hentikan, karena setelah kita minta Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang dikeluarkan oleh kepolisian teryata tidak ada," kata Ketua Bawaslu Padang Pariaman Anton Ishaq, Rabu (09/01/2019), di Tandikat

Menurut Anton, sebenarnya jadwal kampanye dialogis yang akan dilakukan PKS akan dilaksanakan di Kecamatan VII Koto. Namun melalui suratnya kepada Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman DPD PKS Padang Pariaman Nomor : 192/K/AC-03-PKS/1440 memberitahukan perubahan lokasi kampanye.

Sebelum Pembukaan Kampanye Dialogis PKS di Lapangan Futsal Lubuk Aro Nagari Tandikat, ( Fhoto : Darwisman)
"Tidak masalah sebenarnya pemindahkan lokasi kampanye, namun pemindahan tersebut harus dilengkapi STTP baru untuk kecamatan Patamuan. Namun setelah kita konfirmasi kepada panitia pelaksana kampanye ternyata STTP-nya tidak ada," ulas Anton.

Ditambahkannya, setelah melalui pendekatan dengan menjelaskan aturan kampanye dengan caleg PKS DPRD Padang Pariaman Rahman dan M.Ridwan Caleg DPRD Propinsi Sumbar, akhirnya caleg tersebut dapat memahami, sehingga akhirnya kampanye tersebut dihentikan.



"Diberi waktu 10 menit untuk menghentikan kampanye, ternyata dalam 5 menit saja PKS telah menghentikan kampanye tersebut. Untuk itu kita ucapkan terima kasih kepada PKS yang telah mengindahkan peringatan yang dikeluarkan Bawaslu Padang Pariaman," papar Anton

Anton mengungkapkan, dalam PKPU Nomor 33 tahun 2018 tentang kampanye pemilihan umum, pasal 27 mengatur kampanye terbatas. Petugas kampanye pertemuan terbatas wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada aparat kepolisian setempat dan tembusannya disampaikan kepada KPU dan Bawaslu sesuai tingkatannya.

"Peserta pemilu yang melaksanakan kampanye tanpa pemberitahuan kepada kepolisian dapat diberikan sangsi pelanggaran administrasi, yaitu teguran tertulis, pemberhentian pelaksanaan kampanye hingga larangan kampanye. Jadi pada malam ini kita menghentikan pelaksanaan kampanye, " tukuk Anton. (wis)

Senin, 07 Januari 2019

HAB Ke-73, Akhirnya Tim Volly Ball Putra Kemenag Kota Pariaman Raih Juara Pertama, Antar Kemenag Se Sumbar

HAB Ke-73, Akhirnya Tim Volly Ball Putra Kemenag Kota Pariaman Raih Juara Pertama, Antar Kemenag Se Sumbar

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman M.Nur, Menerima Hadiah Juara Pertama Volly Ball, Minggu 6 Januari 2019, di MAN Model Padang ( Fhoto : Harsyi Warsilah )

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM----Tim Volly Ball Putra Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman akhirnya meraih juara 1 (pertama) pada pertandingan antar ASN di lingkungan Kementrian Agama Propinsi Sumatera Barat.

Pertandingan olahraga tersebut dalam rangka Hari Amal Bakti Ke-73, tingkat Propinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan  dari tanggal 4 Januari 2019 s/d 6 Januari 2019, di MAN Model Padang, Minggu 6 Januari 2019.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman M.Nur www.bangunpiaman.com, Senin (7/01/2018), di ruang kerjanya merasa bersyukur, jajaran Kementrian Agama Kota Pariaman dapat mengukir prestasi. Prestasi bergengsi ini bisa diperoleh berkat persiapan yang cukup matang dan latihan yang dilakukan setiap hari.

"Atas prestasi yang diperoleh Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman saya memberikan apresiasi kepada tim volly ball yang telah mengharumkan nama Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman di tingkat Propinsi Sumatera Barat," katanya.

Menurut M.Nur, disamping meraih juara pertama pada olahraga Volly Ball tingkat Sumatera Barat, Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman juga berhasil menjadi juara. Diantaranya juara 2 membawa belut oleh tim Dharmawanita Kamenag Kota Pariaman, Juara Tiga Catur Putri A/n. Yeni Kasmira, juara harapan 1 catur putri A/n Rita Royani serta juara harapan 2 merangkai bunga Dharmawanita.


Pewarta : Harsyi Warsilah

Kamis, 03 Januari 2019

Jalan Lingkar Duku -Sicincin Segera Dibangun Tahun 2019 Ini

Jalan Lingkar Duku -Sicincin Segera Dibangun Tahun 2019 Ini

Padang Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Kabar gembira bagi masyarakat Padang Pariaman, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar ruas Jalan Lingkar Duku-Sicincin (JLDS).

Pasalnya, seperti diakui Bupati Padang Pariaman H Ali Mukhni, bahwa berdasarkan informasi dari sejawatnya di DPRD Sumbar dan jajaran Dinas PU Provinsi Sumbar, jika ruas JLDS bakal segera dibangun pada tahun 2019 ini.

“Jadi insya Allah, kalau saja rencana tersebut bisa terlaksana seperti diharapkan, paling lambat jelang pelaksanaan MTQ Nasional tingkat Provinsi di Padang Pariaman pada tahun 2020 mendatang, pembangunan ruas JLDS tersebut sudah bisa dirampungkan, termasuk juga pembangunan Maind Stadion di Koto Buruak Lubuak Aluang,” terang Ali Mukhni, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin.

Seperti diketahui lanjut Bupati yang baru saja meraih penghargaan KPID Award ini, pada tahun 2020 mendatang, Kabupaten Padang Pariaman didaulat sebagai tuan rumah MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumbar. Dengan alasan itulah pihaknya tentu sangat berharap agar fasilitas jalan di kawasan itu bisa dirampungkan seperti diharapkan. 

Demikian pula halnya pembangunan kembali Jembatan Sikabu Lubuak Alung, yang sempat ambruk beberapa waktu lalu, juga diharapkan bisa segera dibangun pada tahun 2019 ini oleh pihak BNPB Pusat.

“Untuk itu pada awal Januari ini saya berencana akan berangkat ke Jakarta menemui pihak BNPB, semoga saja pembangunan jembatan Sikabu Lubuak Aluang bisa sesegeranya dilakukan,” terangnya.

Karena bagaimanapun sebut Ali Mukhni, keberadaan jembatan Sikabu dimaksud jelas sangat urgen sekali. Tidak hanya untuk menunjang kelancaran hubungan transfortasi masyarakat, namun juga untuk menunjang suksesnya pelaksanaan MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan dihelat di Kecamatan Lubuak Aluang.

Menurut Ali Mukhni, pembangunan jembatan Sikabu tersebut seyogyanya sudah bisa dibangun pada tahun 2018 lalu, namun mengingat banyaknya terjadi musibah di Indonesia bagian Timur sepanjang 2018 yang lalu, maka pembangunannya urung dilakukan. 


"Makanya kita berharap pada tahun 2019 ini pihak BNPB Pusat bisa segera membangun jembatan tersebut, seperti yang pernah dijanjikan sebelumnya," terangnya. (***/rel)
Ali Mukhni : Pembangunan Kawasan Terpadu Tarok Tetap Dilanjutkan

Ali Mukhni : Pembangunan Kawasan Terpadu Tarok Tetap Dilanjutkan

Lubuk Alung, BANGUNPIAMAN.COM---Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengaku optimis jika kehadiran sejumlah proyek Nasional di Kabupaten Padang Pariaman bakal berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di daerah seribu surau ini.

Seperti diakui Bupati Ali Mukhni ketika meninjau lokasi pembangunan Main Stadion di Lubuk Alung, Kamis (03/01), menurutnya, kehadiran sejumlah proyek Nasional di Padang Pariaman, mulai dari pembangunan Embarkasi Haji di Katapiang Padang Pariaman, pembangunan Kampus Diklat Pelayaran, MAN IC dan sebagainya. Demikian pula kehadiran Main Stadion di Koto Buruak Lubuak Aluang, jelas akan sangat berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di daerah ini.

Demikian pula halnya dengan pembukaan Kawasan Terpadu Tarok di Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam.


“Karena dengan hadirnya sejumlah proyek berskala Nasional tersebut di Kabupaten Padang Pariaman, tentunya peluang ekonomi akan semakin terbuka bagi masyarakat. Mulai dari kebutuhan terhadap rumah kos atau penginapan, kebutuhan terhadap kehadiran rumah-rumah makan maupun cafe minuman lainnya. Sehingga dengan terbukanya banyak peluang dan kesempatan kerja seperti itu, tentu juga secara otomatis juga akan bisa mengurangi tingkat angka pengangguran di tengah masyarakat,” terangnya.

Dengan alasan itu pula sebut orang nomor satu di Kabupaten Padang Pariaman ini, pihaknya dari Pemkab Padang Pariaman tentunya jelas sangat mendukung kehadiran proyek berskala Nasional dimaksud.

Salah satunya sebut Ali Mukhni, program pembukaan Kawasan Tarok di Nagari Kapalo Hilalang, pada tahun 2019 ini kembali akan dilanjutkan. Bahkan untuk kelanjutan pembangunannya telah dianggarkan dalam anggaran APBD 2019 sebesar Rp20 miliar rupiah.

“Sesuai rencana program pembukaan jalan di sekitar Kawasan Terpadu Tarok itu nantinya akan langsung terhubung ke Nagari Tandikek, tepatnya bisa terhubung langsung ke ruas jalan negara Tandikek-Malalak. Dengan begitu artinya, daerah-daerah di sekitar kawasan itu nantinya akan terbuka dengan sendirinya. Begitu pun dengan terbukanya sejumlah peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerah itu.

Terpisah, Camat Lubuk Alung, Ali Amri mengakui, kehadiran fasilitas olah raga yang begitu megah di Kecamatan Koto Buruak Lubuak Aluang, tentunya akan sangat positif artinya dalam menunjang berbagai potensi daerah yang ada di kawasan itu. Terutama tentunya akan berdampak positif dalam memacu ekonomi masyarakat di daerah itu.

“Karena dengan hadirnya stadion yang begitu megah di kawasan itu tentu dampaknya juga orang akan semakin ramai datang ke sana. Dan itu artinya tentu bisa pula meningkatkan pendapatan bagi masyarakat setempat,” terangnya.

Terkait hal itu pihaknya berharap kiranya berbagai fasilitas pendukung menuju kawasan Main Stadion tersebut bisa pula dilengkapi oleh pihak Pemprov Sumbar. “Kabarnya fasilitas ruas jalan menuju kawasan itu juga akan segera dibangun pihak Provinsi, termasuk diantaranya ruas jalan melewati jalan lingkar Duku-Sicincin,” terangnya. (***/rel)