Batajau Seni Piaman Digandeng Gelar Balah Hilia Art Festival

Batajau Seni Piaman Digandeng Gelar Balah Hilia Art Festival

Selasa, 17 September 2019, 16.10.00
Penyerahan bantuan tambua tassa kepada sanggar yang akan diresmikan pada Balah Hilia Art Fest 2019  ( Fhoto : Fadhli)

Padang Pariaman—seakan akan bersipacu dalam melahirkan iven berbasis inovasi terhadap tradisi, setelah nagari Lubuak Aluang, kini tetangganya Nagari Balah Hilia Lubuak Aluang pula yang akan menghadirkan festival seni.

Bertajuk Balah Hilia Art Festival, kegiatan kesenian yang direncanakan bakal ditabuh pada bukan Oktober 2019 ini,  bertemakan “Galanggang Gadang Silek Lidah Minang”.

Sekretaris Nagari Balah Hilia Lubuak Aluang, Hidayat mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif pihak nagari bersama para walikorong. “Nagari kita memerlukan sentuhan baru dalam bidang seni budaya, terutama terkait dengna penyelenggaraan iven.

Maka kami mengajak serta Forum Batajau Seni Piaman untuk turut menggelar kegiatan kesenian yang kami maksud,’ sebutnya.

Diharapkan, dengan keikutsertaan Forum Batajau Seni Piaman ini, para pengurus nagari, walikorong serta pemuda se-Nagari Balah Hilia akan turut mendapat pengalaman tentang bagaimana menggarap iven secara tertata dan terencana.

 “Selain pertunjukan seni yang berbasiskan kekayaan sastra lisan Minang, kita juga akan menggelar diskusi tentang peran iven sebagai platform pengembangan wisata nagari berbasis seni dan inovasi atas tradisi. Dan pada malam puncak nanti juga akan digelar launching logo nagari, peresmian sanggar bentukan Korong serta peringatan Milad nagari Balah Hilia,” sebutnya.

Ari, salah seorang Walikorong yang ada di nagari Balah Hilia menyambut baik itikad pihak pemerintahan Nagari untuk menghadirkan acara kesenian berbasis tradisi ini.

“Akan banyak dampak positifnya bagi kita dan masyarakat. Dimana selama ini kegiatan kesenian seringkali identik dengan seni modern dan tidak memiliki visi terhadap kepariwisataan. Kini dengan adanya iven iconic semacam ini diharapkan Balah hilia akan menjadi destinasi wisata berbasis seni dan inovasi tradisi di Sumatera barat,” katanya.

Meski tidak memiliki pesona alam yang rancak seperti nagari lainnya, namun Ari optimis, seni budaya-lah yang akan menjadi alasan wisatawan untuk berkunjung ke Balah Hilia.

“Apalagi kita memiliki sejumlah titik yang representatif dalam penyelenggaraan iven. Dari sekian banyak tempat tentu dalam penyelenggaraan awal ini akan dipilih satu saja dulu.

Nanti di penyelenggaraan berikutnya akan di gilir ke titik-titik lain yang berada di korong-korong di sekitar Balah Hilia ini,’ sebutnya.

Sementara, Medun, salah seorang penggerak Forum Batajau Seni Piaman mengatakan pihaknya siap untuk menyokong penyelenggaraan Balah Hilia Art Festival 2019.

“Seperti biasanya Forum Batajau Seni Piaman akan turut menyokong dalam kerangka pengembangan kesenian berbasis masyarakat.

Jadi disini, peran serta masyarakat sangat kita perlukan sehingga ada ruang kolaborasi kerja. Kami akan berbagi dengan para pemuda dan masyarakat umumnya tentang bagaimana penyelenggaraan festival yang tertata.

Dan kami juga siap menampilkan berbagai karya inovasi berbasis tradisi sastra lisan Minang sesuai tema yang sudah disiapkan oleh pihak Nagari,” katanya. (fadhli/****)

TerPopuler