![]() |
| Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si. Foto.Wikipedia |
Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., tokoh kelahiran Padang Panjang, 31 Maret 1966, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia (UI). Beliau menjalankan amanah ini sejak Desember 2024.
Jabatan ini menempatkannya pada posisi strategis dalam mengarahkan masa depan riset dan inovasi di salah satu perguruan tinggi terbaik nasional.
Sebagai Wakil Rektor, Hamdi Muluk memikul tanggung jawab besar dalam memperkuat ekosistem riset UI agar semakin berdampak bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Fokus utamanya tidak hanya pada peningkatan jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga pada kualitas riset, relevansi temuan, serta hilirisasi inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh industri dan pemerintah.
Rekam jejak akademik Hamdi Muluk menjadi modal penting dalam mengemban tugas tersebut. Ia dikenal sebagai pakar psikologi politik yang konsisten mengkaji perilaku publik, demokrasi, dan kebijakan.
Pendekatan interdisipliner yang selama ini ia kembangkan diyakini mampu mendorong kolaborasi lintas fakultas dan disiplin ilmu di lingkungan UI.
Seluruh jenjang pendidikan tinggi Hamdi Muluk ditempuh di Universitas Indonesia, mulai dari sarjana hingga doktor yang diraih pada tahun 2004.
Pengalaman panjang sebagai akademisi UI memberinya pemahaman mendalam tentang budaya riset, tantangan kelembagaan, serta potensi besar yang dimiliki sivitas akademika UI.
Pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Psikologi UI pada tahun 2010 menandai pengakuan atas kontribusi ilmiahnya.
Melalui pidato pengukuhan berjudul “Menghidupkan Kembali Publik: Perspektif Psikologi Politik”, ia menekankan pentingnya riset yang berpijak pada realitas sosial dan berorientasi pada kepentingan publik—sebuah prinsip yang relevan dengan arah pengembangan riset UI saat ini.
Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Laboratorium Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk telah lama mendorong riset berbasis data dan bukti empiris.
Laboratorium ini menjadi pionir kajian psikologi politik di Indonesia, sekaligus contoh bagaimana riset akademik dapat berkontribusi pada pemahaman kebijakan publik dan proses demokrasi.
Di tingkat nasional, keterlibatannya sebagai anggota kelompok ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperlihatkan bagaimana riset dan analisis akademik dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan negara.
Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam memperkuat posisi UI sebagai universitas riset yang solutif dan responsif terhadap persoalan bangsa.
Kepercayaan negara juga tercermin saat Hamdi Muluk dipercaya menjadi anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK periode 2019–2024.
Peran tersebut menunjukkan bahwa integritas ilmiah dan kapasitas analitis akademisi UI memiliki daya tawar kuat dalam proses pengambilan keputusan strategis nasional.
Sebagai “Urang Awak”, Hamdi Muluk merepresentasikan intelektual Minangkabau yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Ia membawa nilai kritis, rasional, dan keberpihakan pada kepentingan publik ke dalam kepemimpinan riset dan inovasi UI, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.
Melalui kepemimpinannya di bidang riset dan inovasi, Hamdi Muluk diharapkan mampu memperkuat peran Universitas Indonesia sebagai pusat unggulan riset nasional dan global.
Dari kampus Depok, gagasan dan inovasi UI diharapkan semakin nyata kontribusinya bagi kemajuan ilmu pengetahuan, pembangunan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Redaksi/disarikan dari berbagai sumber)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih