Kader PMII Diingatkan Jangan Lakukan Tindakan Asusila dan Pelanggaran Hukum

0

 

Pen
Pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung Foto bersama disela-sela kegiatan


PARIAMAN,- Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diingatkan jangan sampai melakukan tindakan asusila dan pelanggaran hukum. 


Karena tidak saja merugikan diri sendiri dan masa depan, tapi juga melukai perasaan orang tua, merugikan nama baik organisasi dan kampus di mana mahasiswa tersebut berkuliah.


Hal itu disampaikan Pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung, Senin (9/2/2026) dihadapan peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII yang diselenggarakan Pengurus Cabang PMII Kota Pariaman di Pesantren Nahdlatul Ulum Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman. 


Menurut Armaidi Tanjung, adanya ditemui mahasiswa yang melakukan perbuatan asusila seperti  hubungan seksual di luar nikah memang memalukan dan ironis.


Dipaparkannya, perbuatan mahasiswa yang berbuat asusila memang tidak banyak terungkap ke permukaan. Kalaupun pihak perguruan  tinggi mengetahui kebenaran tindakan asusila mahasiswa tersebut, kemudian melakukan tindakan tegas terhadap mahasiswa yang terbukti melakukan perbuatan asusila tentu berupaya menutupinya. 


" Karena menyangkut nama baik perguruan tinggi tersebut. Ini terjadi terutama mahasiswa yang kos, jauh dari kontrol orang tua.  Dari kampung orang tua hanya tahu anaknya kuliah, tinggal di tempat kos. Tapi sang anak, sembunyi-sembunyi bertindak di luar batas,” tutur Armaidi Tanjung penulis buku Free Sek No, Nikah Yes ini. 


Selain itu, kata Armaidi Tanjung, kader PMII juga jangan sampai berurusan dengan pelanggaran hukum. Seperti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pemakai, pengedar, apalagi menjadi bandarnya. 


Mahasiswa sebagai generasi muda salah satu target dari peredaran narkoba. Narkoba sudah masuk ke kampung-kampung. Korbannya tidak berdaya menolak dan menghindar dari penyalahgunaan narkoba.


Sebaliknya, kata Armaidi Tanjung, kader PMII dituntut untuk menjadi agen perubahan kepada yang lebih baik. Bagaimana kader PMII hadir di tengah masyarakat memberikan manfaat bagi masyarakat. 


Sekecil apa pun yang dilakukan, jika itu memberikan manfaat positif bagi lingkungannya, berarti kehadiran kader PMII manfaat di lingkungannya. Untuk melakukan perubahan yang memberikan manfaat positif tersebut, penting dilakukan analisis sosial. 


“Lihat masalah sosial apa yang terjadi di lingkungannya, rumuskan apa yang harus dilakukan, bangun konsep teoritis atas konteks realitas yang ditemui di lingkungannya. Kemudian kenali struktur sosial budaya kunci yang mempengaruhi situasi yang ada. Himpun fakta dan data yang berkorelasi, serta yang melatarbelakangi masalah yang akan diatasi. Pelajari sosial budaya, tokoh berpengaruh, historis dari masalah yang muncul,” tutur Armaidi Tanjung menambahkan. 


Ketua PC PMII Kota Pariaman Anisa Pitri, menyampaikan PKD yang diselenggarakan PMII Kota Pariaman ini berlangsung sejak Sabtu (7/2) hingga Selasa (10/2) diikuti 20 orang peserta dari PC PMII Pariaman, Padang, Pekanbaru Riau dan Pasaman Barat. 


Berbagai materi ke-PMII-an, penguatan nilai kemahasiswaan, ke-Indonesiaan dan ke-Islaman disampaikan sejumlah pembicara. 


“Tema PKD, revitalisasi kepemimpinan PMII dalam gerakan yang berkelanjutan, serta mewujudkan kader yang berintegrasi, berkualitas dan transformatif,” kata Anisa Pitri. (**/)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top