![]() |
KHAIRUNAS, A.Md, kembali mencalonkan diri sebagai Wali Nagari Kampuang Tanjuang Koto Mambang Sungai Durian (KKS) pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak tahun 2026.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen untuk melanjutkan pengabdian sekaligus menuntaskan berbagai program pembangunan yang belum rampung pada periode pertama kepemimpinannya.
Bagi pria lulusan Universitas Negeri Padang (UNP) ini, memimpin nagari bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia merasa masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan demi kemajuan nagari dan kesejahteraan masyarakatnya.
Khairunas menyadari bahwa membangun nagari tidak bisa selesai hanya dalam satu periode.
Banyak program yang telah dirintisnya membutuhkan kesinambungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas.
Pria yang dikenal ramah dan mudah bergaul ini memiliki kedekatan dengan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari ninik mamak, cadiak pandai, alim ulama, bundo kanduang hingga generasi muda, semuanya menjadi bagian penting dalam perjalanan kepemimpinannya.
Menurut Khairunas, kebersamaan seluruh unsur masyarakat merupakan kekuatan utama dalam membangun nagari.
Tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, pembangunan tidak akan berjalan maksimal.
Ia mengungkapkan bahwa masih ada sejumlah program yang menjadi prioritas untuk diselesaikan jika kembali dipercaya memimpin Nagari KKS.
Program-program tersebut menyangkut penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan sosial serta pembinaan generasi muda.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, Khairunas terus mendorong masyarakat untuk lebih kreatif memanfaatkan potensi yang ada.
Salah satu langkah yang ia lakukan adalah mengajak warga memanfaatkan lahan-lahan tidur agar menjadi lahan produktif.
Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di Nagari KKS.
Karena itu, potensi ini harus dikelola dengan baik agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ia mencontohkan, ketika lahan sawah mengalami kekurangan pasokan air sehingga tidak memungkinkan untuk menanam padi secara optimal, masyarakat diarahkan untuk menanam tanaman alternatif seperti jagung.
![]() |
“Kalau sawah kurang mendapat pasokan air dan dipaksakan menanam padi, hasilnya tidak maksimal. Maka kita arahkan masyarakat untuk menanam jagung,” ujarnya.
Langkah tersebut ternyata membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Tanaman jagung terbukti mampu memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat dan membantu perekonomian keluarga.
Khairunas bahkan memberi contoh langsung dengan ikut menanam jagung di lahannya sendiri maupun lahan masyarakat yang di kontraknya.
Menurut dia, seorang pemimpin harus memberi teladan kepada masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar dipercaya dan diikuti.
Selain penguatan sektor ekonomi, Khairunas juga menaruh perhatian besar terhadap pembinaan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Ia meyakini bahwa kemajuan nagari harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai spiritual.
Beberapa program yang telah berjalan di masa kepemimpinannya antara lain gerakan Magrib Mengaji, Subuh Berjemaah serta penguatan kegiatan majelis taklim di tengah masyarakat.
Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas ibadah masyarakat, tetapi juga menjadi benteng moral bagi generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif.
Pembinaan terhadap generasi muda juga menjadi fokus penting dalam kepemimpinannya.
Khairunas menyadari bahwa nagari yang dipimpinnya berada di jalur strategis yang cukup rawan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, berbagai kegiatan positif terus digalakkan untuk mengajak generasi muda terlibat dalam aktivitas yang bermanfaat, mulai dari kegiatan keagamaan, olahraga hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sebagai Wali Nagari termuda di Kecamatan Patamuan, Khairunas juga dikenal aktif membangun jaringan dengan berbagai pihak. Ia bahkan dipercaya menjadi Ketua Forum Wali Nagari Kecamatan Patamuan.
Kedekatan dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (UNAND) juga menjadi salah satu terobosan yang ia lakukan.
Sehingga Nagari KKS setiap tahunnya, Nagari KKS menjadi lokasi kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut.
Selain dari UNP dan UNAND Nagari KKS juga pernah jadi nagari sasaran mahasiswat KKN daru mahasiswa UIN Sjech M.DJamil Djambek Bukitinggi.
Program KKN yang tersebar di enam korong di nagari itu memberi dampak positif, baik dalam pengembangan potensi nagari maupun dalam pemberdayaan masyarakat.
Tantangan ke depan, katanya, dengan keterbatasan anggaran nagari, Khairunas jika dipercaya lagi masyarakat nagari berencana memperkuat perekonomian masyarakat.
Yakninya melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dimana kepengurusannya dimasa kepemimpinan telah terbentuk, saat ini pengurus tengah menunggu juknis dan juklak Kopdes Merah Putih tersebut yang merupakan program pemerintah pusat.
Melalui koperasi tersebut, berbagai potensi ekonomi nagari akan dikembangkan, terutama pada sektor pertanian dan palawija.
Mengingat Nagari KKS memiliki potensi besar sebagai nagari pertanian dan perkebunan.
Dengan berbagai pengalaman dan program yang telah dijalankan, Khairunas berharap masyarakat kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Nagari Kampuang Tanjuang Koto Mambang Sungai Durian agar pembangunan yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan demi kemajuan nagari dan kesejahteraan masyarakat. (****/wis)



Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih