![]() |
PADANG PARIAMAN — Kesigapan tenaga medis RSUD Padang Pariaman kembali membuahkan hasil. Seorang pasien perempuan dengan kondisi perdarahan hebat berhasil diselamatkan setelah mendapatkan penanganan cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 00.15 WIB.
Pasien datang dalam kondisi darurat setelah didiagnosis mengalami abortus inkomplit yang disertai perdarahan pervaginam hebat hingga menyebabkan shock hipovolemik. Kondisi tersebut tergolong kritis dan membutuhkan penanganan segera untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, dr. Engga Lift Irwanto, Sp.OG(K), yang juga dokter spesialis obstetri dan ginekologi di RSUD Padang Pariaman, langsung memberikan instruksi penanganan setelah menerima laporan dari dokter jaga.
Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan tim medis adalah menangani kondisi shock hipovolemik dengan mengembalikan volume sirkulasi darah pasien, sekaligus mengupayakan penghentian sumber perdarahan.
“Pasien segera mendapatkan tindakan medis darurat untuk menstabilkan kondisi tubuhnya. Setelah kondisi mulai membaik, direncanakan dilakukan tindakan kuretase guna menghentikan sumber perdarahan,” ujarnya.
Meski kondisi pasien mulai menunjukkan perbaikan, perdarahan saat itu masih berlangsung. Dalam proses penanganan, sempat muncul kendala ketika pasien bersama keluarga menolak tindakan lanjutan dan meminta pulang dengan alasan keterbatasan biaya serta kepesertaan BPJS yang tidak aktif.
Menghadapi situasi tersebut, tim medis memberikan edukasi secara persuasif kepada pasien dan keluarga. Mereka menjelaskan bahwa RSUD Padang Pariaman tidak memberlakukan pembayaran di awal pelayanan, serta menegaskan bahwa keselamatan pasien menjadi prioritas utama.
Pihak rumah sakit juga memastikan persoalan administrasi akan dibantu dan dicarikan solusi oleh pemerintah daerah, sehingga pasien tetap dapat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.
“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat tanpa memandang kondisi ekonomi. Keselamatan pasien adalah yang utama,” tegasnya.
Setelah mendapatkan penjelasan, pasien dan keluarga akhirnya bersedia melanjutkan penanganan medis. Berkat kerja cepat dan koordinasi tim IGD bersama tim kamar operasi, nyawa pasien berhasil diselamatkan.
Saat ini, kondisi pasien dilaporkan dalam keadaan stabil dan masih menjalani pemantauan intensif oleh tim medis.
dr. Engga Lift Irwanto turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis yang bertugas atas dedikasi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan.
“Terima kasih kepada tim jaga IGD dan tim kamar operasi yang telah bekerja cepat dan sigap. Ini adalah bentuk komitmen pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. (***/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih