![]() |
PARIAMAN, - Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tingkat Kota Pariaman Tahun 2026 di halaman Balaikota Pariaman, Selasa (28/4/2026).
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Otda yang jatuh setiap 25 April berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996 bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penting untuk memperkuat peran daerah.
Menurutnya, otonomi daerah bukan hanya pelimpahan kewenangan dari pusat ke daerah, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan inovasi serta pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Otonomi daerah adalah motor penggerak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kreativitas dan peningkatan kinerja. Tahun ini kita mengusung tema Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita, yang menegaskan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal selaras dengan visi Indonesia Emas,” ujar Yota Balad.
Pada kesempatan itu, ia juga membacakan amanat Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian. Dalam pesannya, Mendagri menekankan bahwa otonomi daerah harus menjadi momen evaluasi sejauh mana kebijakan desentralisasi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah didorong lebih kreatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat, guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.
Selain itu, terdapat enam poin strategis yang menjadi perhatian nasional, mulai dari penguatan kedaulatan pangan, kemandirian energi, hilirisasi, penurunan kemiskinan, hingga pentingnya digitalisasi birokrasi melalui pengembangan Mal Pelayanan Publik (MPP).
Tak hanya itu, tantangan lain juga menjadi sorotan, seperti masih rendahnya kapasitas fiskal di sebagian besar daerah, persoalan pengelolaan sampah yang mencapai jutaan ton belum tertangani, ketimpangan ekonomi yang tercermin dari Gini Ratio sebesar 0,375, pertumbuhan ekonomi 5,39 persen pada triwulan IV 2025, hingga inflasi 3,48 persen per Maret 2026.
Menutup amanatnya, Yota Balad mengajak seluruh jajaran aparatur pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas melalui digitalisasi layanan publik.
“Semangat otonomi daerah harus menjadi pengingat bagi kita di Kota Pariaman untuk terus berinovasi demi mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, jajaran Forkopimda, para kepala OPD, pimpinan BUMN/BUMD, organisasi wanita, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Pariaman. (***/R)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih