Batang Anai Darurat Sampah Liar, DLHPKPP Kerahkan 25 Petugas Lakukan Survei

0

 


PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mulai bergerak serius menangani persoalan tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang kian meresahkan masyarakat di kawasan Batang Anai.


Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP), survei pengelolaan sampah rumah tangga resmi dimulai pada Rabu (6/5/2026) dengan menyasar kawasan kompleks perumahan di sejumlah nagari.


Survei tersebut dilakukan untuk memetakan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus mencari akar persoalan munculnya TPS liar di sepanjang jalan nasional Batang Anai.


Kepala DLHPKPP Padang Pariaman, Andri Satria Masri, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyusun sistem pengelolaan sampah yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.


“Selama ini kita melihat masih ada indikasi warga membuang sampah ke TPS liar di beberapa titik. Karena itu, kita perlu turun langsung untuk mengetahui pola dan perilaku pengelolaan sampah masyarakat agar solusi yang dirumuskan nantinya benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” ujar Andri.


Ia menjelaskan, survei melibatkan 25 pegawai DLHPKPP di bawah koordinasi Sekretaris DLHPKPP, Adek Mahdalena.


Tim diterjunkan ke lima nagari, yakni Nagari Katapiang, Kasang, Sungai Buluah, Sungai Buluah Barat, dan Sungai Buluah Selatan.


Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus berada di kawasan Taman Woles dekat Jembatan Kembar yang selama ini diduga menjadi titik pembuangan sampah ilegal.


Namun demikian, Andri menegaskan dugaan tersebut masih berupa hipotesis awal dan akan dibuktikan melalui pengumpulan data langsung dari masyarakat selama survei berlangsung.


“Hasil survei ini nantinya menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan treatment atau langkah penanganan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.


Tidak hanya melakukan pendataan, DLHPKPP juga berencana menggandeng pemerintah nagari dan masyarakat kompleks perumahan untuk membangun pola pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga.


Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap langkah tersebut mampu menekan keberadaan TPS liar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan bertanggung jawab dalam mengelola sampah rumah tangga.


Dengan dukungan pemerintah nagari dan keterlibatan masyarakat, kawasan Batang Anai yang menjadi salah satu pintu gerbang Kabupaten Padang Pariaman diharapkan dapat menjadi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. (***/)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top