![]() |
PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar kegiatan tanam serentak di sawah terdampak bencana hidrometeorologi di kawasan persawahan Tanah Taban, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana, setelah target rehabilitasi lahan sawah dari Kementerian Pertanian berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 23 hari.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Menteri Pertanian RI yang diwakili Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Republik Indonesia Dr. Teddy Dirhamsyah, SP., M.Ab, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, unsur Forkopimda.
Kemudian hadir juga Kepala BRMP Kementerian Pertanian Wilayah Sumbar, Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, serta sejumlah kepala OPD dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menyampaikan bahwa dampak bencana hidrometeorologi terhadap sektor pertanian di Padang Pariaman cukup besar. Berdasarkan data pemerintah daerah, total lahan sawah terdampak mencapai 1.263,4 hektare.
“Rinciannya, 446 hektare mengalami rusak ringan, 238,25 hektare rusak sedang, 450,7 hektare rusak berat, dan 100,5 hektare lahan sawah hilang akibat terbawa arus sungai hingga kini berada di badan sungai,” ujar John Kenedy Azis.
Selain sawah, lahan jagung yang terdampak bencana juga mencapai 570,35 hektare. Terdiri dari 382,6 hektare rusak ringan, 71 hektare rusak sedang, 112,5 hektare rusak berat, serta 4,3 hektare lahan hilang.
John Kenedy Azis menjelaskan, seluruh lahan sawah rusak ringan seluas 446 hektare telah tertangani 100 persen melalui bantuan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian.
Sementara untuk sawah rusak sedang seluas 238,25 hektare, baru 198 hektare yang dapat ditangani melalui bantuan APBN.
“Sedangkan sisanya belum memenuhi persyaratan minimal hamparan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa lahan sawah kategori rusak berat dan lahan yang hilang akibat abrasi sungai hingga kini belum mendapatkan alokasi bantuan rehabilitasi maupun penggantian lahan dari pemerintah pusat. Kondisi serupa juga terjadi pada lahan jagung terdampak.
Menurut John Kenedy Azis, percepatan rehabilitasi lahan sawah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Pertanian RI pada 14 April 2026 lalu, yang saat itu memberikan target penyelesaian rehabilitasi lahan dalam waktu satu bulan.
“Alhamdulillah, target yang diberikan Bapak Menteri selama satu bulan berhasil kita tuntaskan kurang dari satu bulan, tepatnya dalam 23 hari. Hari ini kita buktikan dengan pelaksanaan tanam serentak di Tanah Taban sebagai bentuk komitmen bersama dalam memulihkan sektor pertanian,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, ia juga meminta dukungan Kementerian Pertanian RI untuk membantu rehabilitasi sawah rusak berat seluas 450,7 hektare, lahan sawah hilang 100,5 hektare, serta lahan jagung terdampak seluas 570,35 hektare yang menjadi sandaran ekonomi masyarakat petani.
Kepada kelompok tani, Bupati Padang Pariaman itu juga berpesan agar seluruh bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik guna meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Republik Indonesia Dr. Teddy Dirhamsyah yang mewakili Menteri Pertanian RI menyebutkan bahwa Sumatera Barat saat ini masih berada pada angka tanam sekitar 83 persen dan diharapkan meningkat hingga 85 persen bahkan menuju 100 persen sesuai target Kementerian Pertanian.
“Melalui tanam serentak di Padang Pariaman ini, kita berharap percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan dapat segera tercapai dengan dukungan semua pihak,” ujarnya.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi turut mengapresiasi perhatian Menteri Pertanian RI terhadap Sumatera Barat, termasuk pengalihan bantuan cetak sawah dari daerah lain untuk mendukung pemulihan pertanian di Sumbar.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang berhasil menuntaskan penanganan sawah rusak ringan hingga 100 persen.
“Kita menyampaikan terima kasih kepada Pak Menteri Pertanian atas bantuan untuk Sumatera Barat dan kepada Pemkab Padang Pariaman atas keseriusannya dalam pemulihan lahan pertanian. Untuk sawah rusak berat dan hilang memang membutuhkan kerja besar dan kolaborasi lintas kementerian karena sebagian sudah berubah menjadi aliran sungai,” ujar Mahyeldi.
Melalui kegiatan tanam serentak ini, diharapkan pemulihan sektor pertanian di Padang Pariaman dapat berjalan lebih cepat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat pascabencana. (***/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih