![]() |
Usia 67 tahun bukanlah usia yang muda lagi. Namun bagi Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, usia tersebut justru menjadi bukti panjangnya perjalanan pengabdian yang telah ditempuh, baik di dunia hukum, politik, maupun pemerintahan.
Pada 6 Juni 2026, John Kenedy Azis genap berusia 67 tahun. Di balik perjalanan politiknya yang kini berada di puncak sebagai kepala daerah, terdapat kisah panjang tentang kerja keras, pendidikan, dan perjuangan merintis karier dari bawah.
John Kenedy Azis lahir di Kota Padang pada 6 Juni 1959. Ia merupakan putra dari Bagindo Azis, seorang pedagang kelapa dan kopra yang sukses, dan Rosmani. Meski lahir di Padang, akar keluarganya berasal dari Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
Masa kecilnya dihabiskan di kampung halaman. Pendidikan dasar ditempuh di SD Sungai Geringging pada tahun 1968 hingga 1974. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di SMP Sungai Geringging hingga tahun 1977.
Semasa sekolah, John Kenedy Azis dikenal sebagai pelajar yang tekun. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 2 Padang dan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) hingga tamat pada tahun 1980.
Keinginan untuk mendalami dunia hukum membawanya merantau ke Bandung. Ia diterima di Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan dan berhasil meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 1986.
Semangat belajar yang tinggi tidak berhenti sampai di sana. Di tengah kesibukan sebagai politikus dan praktisi hukum, ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Ilmu Hukum Bisnis di Universitas Trisakti dan lulus pada tahun 2020.
Tidak hanya itu, ia juga menempuh pendidikan doktoral di Universitas Trisakti. Program Doktor Ilmu Hukum tersebut berhasil diselesaikannya pada tahun 2025, menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kapasitas diri.
Sebelum dikenal sebagai politisi nasional, John Kenedy Azis lebih dahulu membangun karier di sektor swasta dan perbankan. Pengalaman profesionalnya dimulai sebagai Marketing Manager di PT Mahligai Putera Berkah pada periode 1989 hingga 1991.
Kariernya kemudian berlanjut di Bank Bira Cabang Bandung. Di lembaga perbankan tersebut ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis mulai dari Kepala Bagian Personalia, Kepala Bagian Administrasi, hingga Kepala Bagian Hukum.
Kemampuan dan pengalamannya dalam bidang hukum membuat dirinya dipercaya menjadi Kepala Bagian Penyelesaian Kredit di Kantor Pusat Bank Bira pada periode 1994 hingga 1999.
Selain itu, ia juga kerap menjadi instruktur penyelesaian kredit bermasalah, baik di Bank Bira maupun Bank Mega. Pengalaman tersebut memperkaya kompetensinya dalam bidang hukum bisnis dan perbankan.
Setelah meninggalkan dunia perbankan, John Kenedy Azis menekuni profesi advokat. Ia pernah menjadi associate pada Kantor Lucas SH and Partners serta bekerja sama dengan Ludwig Samosir and Associate.
Pada tahun 1999, ia mendirikan Kantor Hukum John Azis and Associate. Kantor hukum tersebut berkembang dan menjadi wadah pengabdian profesionalnya selama lebih dari satu dekade hingga tahun 2015.
Pengalaman panjang sebagai praktisi hukum kemudian menjadi modal berharga ketika ia memasuki dunia politik melalui Partai Golongan Karya (Golkar).
Kepercayaan masyarakat mengantarkannya menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II pada Pemilu 2014. Lima tahun kemudian, ia kembali terpilih dan mengemban amanah sebagai wakil rakyat hingga tahun 2024.
Selama dua periode di Senayan, John Kenedy Azis dikenal aktif memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat Sumatera Barat, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, ekonomi daerah, dan kepentingan masyarakat pesisir.
Setelah menyelesaikan tugas sebagai anggota DPR RI, ia memilih pulang kampung dan mengikuti Pilkada Padang Pariaman 2024. Berpasangan dengan Rahmat Hidayat, pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan 90.801 suara atau 57,77 persen suara sah.
Kemenangan tersebut mengantarkan John Kenedy Azis menjadi Bupati Padang Pariaman periode 2025–2030. Pengalaman puluhan tahun di bidang hukum, perbankan, dan politik kini menjadi modal utama dalam memimpin daerah yang dicintainya.
Di usia ke-67 tahun, John Kenedy Azis membuktikan bahwa pengabdian tidak mengenal batas usia. Dari anak seorang pedagang kopra di Sungai Geringging, ia menapaki perjalanan panjang hingga menjadi tokoh nasional dan kini memimpin Kabupaten Padang Pariaman menuju masa depan yang lebih baik. (Disarikan dari berbagai sumber)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih