![]() |
PADANG PARIAMAN – Kabar baik datang bagi masyarakat Nagari Anduriang dan sekitarnya. Pemerintah memastikan pembangunan kembali Jembatan Anduriang yang ambruk akibat bencana galodo akan segera dilaksanakan pada tahun 2026 melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Jembatan yang menjadi akses vital penghubung masyarakat tersebut akan dibangun secara permanen dengan spesifikasi yang lebih kuat dan modern guna menjamin keamanan serta kelancaran transportasi dalam jangka panjang.
Berdasarkan perencanaan yang telah disusun, Jembatan Anduriang akan memiliki panjang total 140 meter yang terdiri dari dua bentang masing-masing sepanjang 70 meter. Jembatan itu juga akan memiliki lebar 6 meter dan dilengkapi trotoar di kedua sisi dengan lebar masing-masing 0,5 meter.
Selain itu, konstruksi jembatan akan menggunakan struktur rangka baja tipe B70 serta pondasi bore pile berdiameter 800 milimeter agar lebih kokoh menghadapi kondisi alam dan aliran sungai.
Nilai investasi pembangunan Jembatan Anduriang diperkirakan mencapai Rp45,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Setelah normalisasi sungai selesai, Jembatan Anduriang akan dibangun kembali secara permanen oleh BPJN. Sesuai arahan Wakil Menteri PUPR dan komitmen yang telah disampaikan kepada Bupati Padang Pariaman, pembangunan jembatan ini akan mulai dijalankan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp45,2 miliar dari APBN,” kata El Abdes.
Jembatan Anduriang merupakan infrastruktur strategis yang menghubungkan dua kawasan penting di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, yakni Nagari Kayu Tanam dan Nagari Anduriang. Putusnya akses tersebut selama beberapa bulan terakhir akibat bencana telah berdampak pada mobilitas warga dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Karena itu, pembangunan kembali jembatan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga yang terdampak bencana.
Seiring progres normalisasi Sungai Batang Anai yang terus berjalan, masyarakat kini menaruh harapan besar agar pembangunan jembatan permanen dapat segera terealisasi sehingga akses transportasi kembali normal, aman, dan nyaman digunakan. (**/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih