Penuh Makna, Memperingati Maulid Nabi di Kota Pariaman

0

Oleh : Poppy Bintang Triadi, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas


Penulis


Kota Pariaman merupakan salah satu daerah di Sumatera Barat yang dikenal memiliki tradisi budaya dan keagamaan yang kuat. 


Salah satu tradisi yang hingga kini tetap terjaga dengan baik adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Setiap tahun, masyarakat Pariaman menyambut bulan kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh kegembiraan, kekhidmatan, dan rasa syukur.


Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. 


Di berbagai masjid dan surau yang tersebar di Kota Pariaman, kegiatan Maulid Nabi selalu dilaksanakan dengan meriah serta melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga para perantau yang pulang ke kampung halaman.


Bagi masyarakat Pariaman, Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada beliau. 


Tradisi ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat. Bahkan, banyak perantau yang sengaja pulang kampung untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi di daerah asal mereka. 


Hal tersebut menunjukkan bahwa Maulid Nabi memiliki nilai emosional dan spiritual yang sangat tinggi bagi masyarakat Pariaman.


Pelaksanaan Maulid Nabi biasanya diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Qari dan qariah dengan suara merdu melantunkan ayat-ayat suci yang menciptakan suasana khusyuk dan penuh keberkahan. 


Pembacaan Al-Qur’an menjadi pembuka rangkaian acara sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT sekaligus memohon keberkahan agar seluruh kegiatan berjalan dengan lancar. Lantunan ayat suci yang menggema di masjid atau surau menghadirkan ketenangan dan kedamaian bagi seluruh jamaah yang hadir.


Setelah pembacaan Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan ceramah agama atau tausiah yang disampaikan oleh ustaz maupun tokoh agama. 


Dalam ceramah tersebut, masyarakat diajak untuk mengenal lebih dekat sosok Nabi Muhammad SAW, mulai dari akhlak beliau yang mulia, perjuangan dalam menyebarkan agama Islam, hingga berbagai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Tausiah menjadi sarana pendidikan agama yang sangat penting karena mampu menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Melalui ceramah tersebut, masyarakat diingatkan untuk meneladani sifat jujur, amanah, sabar, rendah hati, dan penuh kasih sayang sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.


Kegiatan berikutnya adalah pembacaan selawat Nabi yang biasanya dilakukan secara bersama-sama. Selawat dilantunkan dengan penuh semangat dan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. 


Di beberapa tempat, pembacaan selawat diiringi alat musik rebana yang semakin menambah semarak suasana. Lantunan selawat yang menggema di masjid dan surau menciptakan suasana religius yang menenangkan hati. 


Masyarakat meyakini bahwa memperbanyak selawat merupakan salah satu bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana untuk memperoleh syafaat beliau di akhirat kelak.


Salah satu tradisi yang paling ditunggu-tunggu dalam peringatan Maulid Nabi di Pariaman adalah makan bajamba. Tradisi ini merupakan kegiatan makan bersama yang mencerminkan nilai kebersamaan dan persaudaraan. 


Makanan yang disajikan biasanya dimasak oleh keluarga-keluarga di kampung, kemudian dibawa ke masjid atau surau untuk dinikmati bersama. Hidangan yang tersedia beragam, seperti gulai, ayam goreng, rendang, telur goreng, lamang, dan berbagai makanan khas Minangkabau lainnya. 


Semua orang duduk bersama tanpa membedakan status sosial sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang hangat dan harmonis.


Selain makan bajamba, terdapat pula tradisi yang dikenal dengan istilah mancarabuik nasi atau merebut nasi. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh anak-anak dan menjadi salah satu kegiatan yang paling meriah. 


Dengan penuh semangat, mereka berebut nasi atau makanan yang telah disediakan. Meskipun terlihat sederhana, tradisi ini mengandung makna kebersamaan, kegembiraan, serta rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT.


Peringatan Maulid Nabi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Masyarakat secara sukarela bergotong royong membersihkan lingkungan masjid dan surau sebelum acara berlangsung. 


Selain itu, banyak warga yang memberikan sumbangan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, membantu anak yatim, serta berpartisipasi dalam pembangunan maupun perbaikan fasilitas ibadah.


Semangat berbagi dan saling membantu yang tumbuh dalam peringatan Maulid Nabi menjadi bukti bahwa nilai-nilai ajaran Islam masih hidup dan terus dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat Pariaman.


Seluruh rangkaian kegiatan biasanya ditutup dengan doa bersama. Dalam doa tersebut, masyarakat memohon keberkahan, keselamatan, kesehatan, dan kemakmuran bagi seluruh warga. 


Mereka juga mendoakan para leluhur, anggota keluarga yang telah meninggal dunia, serta para perantau yang sedang mencari nafkah di berbagai daerah. Suasana doa bersama berlangsung dengan penuh haru dan kekhusyukan, menandai berakhirnya peringatan Maulid Nabi.


Bagi masyarakat Pariaman, memperingati Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta melestarikan tradisi budaya yang diwariskan oleh para pendahulu. 


Nilai-nilai kejujuran, kasih sayang, kesabaran, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang diajarkan Rasulullah SAW terus ditanamkan kepada generasi muda melalui peringatan tersebut.


Oleh karena itu, tradisi Maulid Nabi di Kota Pariaman tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang sarat makna dan tetap relevan dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini. (***/)

.

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top