Percepat Pembangunan RSUD dr Sadikin, Pariaman Gandeng Komisi IX DPR RI

0

 



PARIAMAN – Pemerintah Kota Pariaman bersama Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan pembangunan infrastruktur kesehatan di daerah tersebut.


Komitmen itu disampaikan Ade Rezki Pratama saat menghadiri kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat di Balarung Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Sabtu (6/6/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Ade Rezki mengumumkan bantuan Program Padat Karya Sanitasi senilai Rp100 juta dari Kementerian Kesehatan RI untuk Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur.


“Pada kesempatan ini kita menyalurkan bantuan Padat Karya senilai Rp100 juta untuk Desa Bato. Anggaran ini diperuntukkan bagi perbaikan sanitasi dan pembangunan jamban sehat bagi sekitar 10 rumah tangga yang belum memiliki fasilitas tersebut,” kata Ade Rezki.


Ia menjelaskan, program jambanisasi tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, kesehatan masyarakat harus dimulai dari lingkungan yang bersih dan sehat.


“Rumah warga yang belum memiliki jamban layak akan dibangunkan kloset, saluran air hingga septic tank. Tujuannya agar lingkungan menjadi lebih bersih dan terbebas dari limbah rumah tangga,” ujarnya.


Selain program sanitasi, Ade Rezki juga menegaskan dukungannya terhadap percepatan pembangunan RSUD dr Sadikin Pariaman yang sempat terhenti dalam beberapa tahun terakhir. 


Menurutnya, kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat membuat pengembangan rumah sakit tersebut menjadi sangat mendesak.


Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Bappenas, Menteri Kesehatan, serta Wakil Menteri Kesehatan guna memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat.


Dengan dukungan DPR RI, Pemkot Pariaman berharap bantuan anggaran pusat minimal Rp50 miliar dapat direalisasikan sehingga pembangunan RSUD dr Sadikin dapat diselesaikan paling lambat pada tahun 2027.


Tak hanya pembangunan fisik, RSUD dr Sadikin juga dipastikan akan menerima bantuan alat kesehatan berupa fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan.


“Bantuan alat kesehatan untuk penanganan bayi baru lahir ini diproyeksikan tiba pada kuartal III atau kuartal IV tahun 2026. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menekan angka kematian ibu dan anak di Kota Pariaman,” ungkap Yota Balad.


Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Pariaman optimistis dapat mempertahankan status Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan hingga mencapai 100 persen.


Yota Balad menambahkan, program bantuan sanitasi serupa sebelumnya telah diberikan kepada Desa Nareh, Kecamatan Pariaman Utara. Tahun ini program dilanjutkan di Desa Bato sebagai bagian dari upaya pemerataan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat.


“Kami akan terus menginventarisasi wilayah yang masih membutuhkan intervensi perbaikan sanitasi dan jambanisasi. Harapannya, dalam lima tahun masa kepemimpinan kami seluruh masyarakat Kota Pariaman dapat menikmati lingkungan sehat dan memiliki akses jamban yang layak,” tutupnya. (**/)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top