![]() |
PADANG PANJANG — Pondok Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang bersama Badan Pembina Pesantren (BPP) menyelesaikan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) selama tiga hari penuh.
Kegiatan berlangsung di Aie Angek Cottage, mulai Selasa hingga Kamis, 2–4 Juni 2026. Rapat tertutup ini bertujuan memperkuat fondasi manajemen dan arah pengembangan kelembagaan secara menyeluruh.
Acara dihadiri secara lengkap oleh seluruh jajaran pimpinan pesantren, para pemimpin unit kerja, serta seluruh anggota BPP. Mereka membahas mendalam arah strategis untuk membawa pesantren ke jenjang yang lebih maju.
Hasilnya, rapat menetapkan delapan dokumen strategis utama sebagai pijakan mutlak operasional dan pengembangan masa depan. Kedelapan dokumen tersebut meliputi:
Naskah Akademik Pesantren Internasional, Master Plan dan Roadmap Pengembangan, serta Rencana Strategis (Renstra).
Kemudian, disusul Buku Induk Kepegawaian, Aturan Keuangan Pondok Pesantren, Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Rencana Kerja Anggaran (RKAP).
Mudir Pesantren, Dr. Derliana, MA, menegaskan bahwa kegiatan ini jauh melampaui sekadar formalitas administratif biasa. Menurutnya, ini adalah momentum meninggalkan pola pengelolaan instan atau sporadis.
“Kita tidak boleh lagi mengelola pesantren dengan cara sesaat. Dokumen yang disepakati ini memastikan Pesantren Kauman memiliki haluan yang pasti, akuntabel, transparan, dan berstandar global,” imbuhnya pada Kamis (4/6/2026).
“Ini adalah bukti nyata komitmen kami melahirkan generasi ulama modern yang berwawasan kebangsaan dan kepedulian kemanusiaan yang luas,” tambah Dr. Derliana.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Pesantren (BPP), Drs. H. Apris, MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap kelengkapan materi yang dihasilkan. Ia menilai rapat berjalan sangat fokus dan produktif.
“BPP memberikan dukungan penuh tanpa syarat terhadap penguatan tata kelola ini. Namun yang terpenting sekarang adalah implementasi yang disiplin dan konsisten,” ujar H. Apris.
Ia mengingatkan agar Aturan Keuangan dan Buku Induk Kepegawaian menjadi rujukan mutlak dalam setiap langkah operasional harian yang dilakukan oleh seluruh elemen.
“Kami juga menegaskan: Master Plan dan Roadmap tidak boleh hanya indah di atas kertas. Dokumen ini harus terukur, dimonitor kemajuannya, dan dievaluasi secara berkala,” pesannya dengan tegas.
Dengan rampungnya delapan pilar dokumen tersebut, Pesantren Kauman kini resmi menyatakan kesiapan penuh memasuki babak baru transformasi kelembagaan.
Fokus utama ke depan adalah pengelolaan berbasis sistem yang kokoh, perencanaan yang matang berjangka panjang, serta akuntabilitas publik yang terjaga ketat dan transparan.
Langkah besar ini ditempuh tanpa melupakan jatidiri. Pesantren tetap menjaga, merawat, dan menghidupkan nilai-nilai pesantren tradisional sebagai ruh utamanya.
Dengan demikian, kemajuan modern dan standar internasional dapat diraih tanpa mengorbankan akar sejarah dan nilai luhur yang telah diwariskan selama ini. (Anggun).


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih