![]() |
PADANG PARIAMAN — Upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Padang Pariaman terus mendapat perhatian pemerintah pusat.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Sumatera melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev), sekaligus meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur serta bantuan kemasyarakatan di wilayah terdampak bencana, Kamis (11/6/2026).
Tim supervisi Satgas PRR dipimpin Wakil II Pos Komando Satgas PRR, Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma, didampingi Anggota Pos Komando Analisis dan Evaluasi Satgas PRR Gatot Satria Wijaya, Analis Kebencanaan Ahli Madya Kedeputian Penanganan Darurat BNPB, serta Anggota Pos Komando Data Satgas PRR Sertu Tri Wahyu Hadiyanto. Turut hadir unsur Kodim 0308/Pariaman dan Polres Pariaman.
Kedatangan rombongan disambut langsung Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Pendopo Bupati. Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, dan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan pascabencana.
Dalam kesempatan itu, John Kenedy Azis memaparkan kondisi terkini pascabanjir bandang yang melanda Padang Pariaman pada akhir 2024.
Ia menjelaskan bahwa dampak bencana hingga kini masih dirasakan masyarakat, terutama terhadap infrastruktur publik, sektor pertanian, pendidikan, dan perekonomian warga.
“Banyak infrastruktur vital yang lumpuh, mulai dari jembatan putus hingga jalan rusak berat. Lahan pertanian warga juga tidak lagi bisa digarap akibat perubahan aliran sungai. Sejumlah fasilitas pendidikan rusak dan tidak dapat digunakan. Kondisi ini berdampak besar terhadap kehidupan dan perekonomian masyarakat,” ujar John Kenedy Azis.
Menurutnya, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Ia mencontohkan peristiwa seorang warga yang nekat menyeberangi sungai menggunakan seutas tali akibat jembatan yang putus. Warga tersebut sempat hanyut terbawa arus setelah pegangan talinya terlepas sebelum akhirnya berhasil diselamatkan masyarakat sekitar.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keterlambatan pembangunan infrastruktur bukan hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa,” tegasnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap sejumlah kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat masuk dalam skala prioritas nasional sehingga proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
Usai rapat koordinasi, rombongan Satgas PRR bersama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah titik terdampak bencana.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kawasan Asam Pulau untuk melihat dampak aliran sungai serta kondisi jalan penghubung menuju PLTA Singkarak yang terputus akibat bencana.
Selanjutnya, tim bergerak ke Tanah Taban guna meninjau lahan pertanian terdampak banjir yang membutuhkan penanganan lanjutan agar kembali produktif.
Rombongan kemudian meninjau Jembatan Anduriang yang putus akibat bencana. Kerusakan jembatan tersebut tidak hanya mengganggu konektivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi, akses pendidikan, serta mobilitas warga sehari-hari.
Hingga kini masyarakat masih mengandalkan rakit sebagai sarana penyeberangan darurat untuk melintasi Sungai Batang Anai.
Selain melihat kondisi jembatan, tim juga meninjau dampak kerusakan terhadap lahan pertanian di sekitar kawasan tersebut serta kondisi aliran Sungai Batang Anai.
Kunjungan lapangan ditutup dengan peninjauan Jembatan Sikabu yang menjadi salah satu infrastruktur prioritas dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kunjungan Satgas PRR ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Diharapkan berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi yang direncanakan dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat Padang Pariaman dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dan bangkit dari dampak bencana yang terjadi. (**/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih