Tingkatkan Budaya Literasi, SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak Gelar Pelatihan Menulis untuk Siswa dan Guru

0

 


PADANG PARIAMAN – Upaya meningkatkan budaya literasi dan kemampuan menulis di kalangan siswa maupun guru terus dilakukan SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman. 


Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Literasi dan Pelatihan Menulis yang menghadirkan sejumlah praktisi media dan pegiat literasi, Rabu (24/6/2026).


Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Sekretaris Satupena Sumatera Barat Armaidi Tanjung, Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Pariaman-Kota Pariaman Ikhlas Bakri, serta Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Padang Pariaman Ahmad Damanhuri.


Kepala SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak, Ratna Wilis, S.Pd., M.Pd., mengatakan kemampuan menulis menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki siswa dan guru di era saat ini. 


Menurutnya, menulis tidak hanya menjadi sarana menuangkan gagasan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas diri serta mendorong budaya membaca.


“Kami sengaja menghadirkan narasumber dari Satupena Sumbar, PWI, dan SMSI untuk memberikan pemahaman tentang teknik menulis, khususnya penulisan berita. Harapannya siswa dan guru semakin termotivasi menulis berbagai kegiatan sekolah maupun pengalaman pribadi mereka,” ujar Ratna Wilis saat membuka kegiatan.


Ia menambahkan, sekolah memiliki target untuk mendorong lahirnya karya-karya tulis dari kalangan pendidik dan peserta didik. Bahkan, pihak sekolah menargetkan program “Satu Guru Satu Buku” dapat terwujud pada tahun 2027 mendatang.


Sementara itu, Sekretaris Satupena Sumatera Barat, Armaidi Tanjung, menegaskan bahwa kemampuan menulis memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas intelektual seseorang. Menurut penulis puluhan buku tersebut, aktivitas menulis tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan membaca.


“Semakin banyak seseorang membaca, maka semakin luas pula wawasan yang dimilikinya. Menulis menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan yang dapat dibaca banyak orang, bahkan menembus ruang dan waktu,” kata Armaidi.


Pada sesi pelatihan jurnalistik, Ahmad Damanhuri menjelaskan pentingnya memahami konsep dasar penulisan berita melalui unsur 5W+1H, yakni What (Apa), Who (Siapa), When (Kapan), Where (Di Mana), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana). Menurutnya, keenam unsur tersebut wajib ada agar informasi yang disajikan menjadi lengkap dan mudah dipahami pembaca.


“Jika ada kegiatan sekolah, siswa maupun guru sebaiknya mampu menuliskannya menjadi sebuah berita dan menyebarluaskannya kepada publik melalui media cetak, media online maupun media sosial. Dengan demikian, berbagai prestasi dan kegiatan sekolah dapat diketahui masyarakat luas,” jelas Damanhuri yang juga merupakan Pimpinan Umum Sigi24.com.


Senada dengan itu, Ikhlas Bakri menekankan bahwa kemampuan menulis merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam berbagai profesi. Ia menyebutkan hampir seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi dan perkantoran tidak dapat dilepaskan dari aktivitas menulis.


“Kalau profesi kita nantinya adalah pekerjaan kantoran, maka kita tidak akan bisa lepas dari urusan menulis. Karena itu kemampuan ini perlu diasah sejak di bangku sekolah,” ujar Pimpinan Umum Minangkabaunews.com tersebut.


Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan buku untuk menambah koleksi literasi sekolah. Armaidi Tanjung menyerahkan 14 buku, sementara Ahmad Damanhuri menyumbangkan 10 buku yang diterima langsung oleh Kepala SMAN 2 VII Koto Sungai Sariak, Ratna Wilis. (**/)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top