![]() |
TANGERANG — Kerajinan tradisional Sulaman Kapalo Samek dari Pasia Baru, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, semakin membuka peluang menembus pasar fesyen premium.
Produk unggulan daerah ini mendapat dukungan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melalui fasilitasi kerja sama antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Padang Pariaman dan PT Miumosa Artha Mandiri.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bertajuk Memorandum of Understanding on Commercial Trade Development of Embroidery Handicrafts di stan Kemendag RI dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Kegiatan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Minggu (18/10/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama PT Miumosa Artha Mandiri, Anindya Sukarni, bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis.
Prosesi tersebut disaksikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Fajarini Puntodewi, S.H., M.Si.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan produksi Sulaman Kapalo Samek senilai USD 22.000 atau sekitar Rp400 juta.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk kerajinan khas Padang Pariaman untuk memperluas pemasaran, meningkatkan nilai jual, serta menjangkau konsumen fesyen premium di pasar nasional maupun internasional.
Ketua Dekranasda Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, mengatakan Sulaman Kapalo Samek bukan sekadar produk kerajinan yang memiliki nilai estetika, melainkan juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat, terutama perempuan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Menurutnya, terdapat lebih dari 200 perempuan yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan usaha sulaman tersebut.
"Kami bangga dengan produk wastra ini karena memiliki latar belakang sosial ekonomi yang sangat kuat. Ada lebih dari 200 perempuan pelaku usaha kecil dan menengah di balik sulaman ini. Mereka hidup dari sini," ungkap Ny. Nita Christanti Azis kepada Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI.
Ia berharap kemitraan dengan PT Miumosa Artha Mandiri tidak berhenti pada kesepakatan produksi, tetapi berlanjut menjadi kerja sama jangka panjang yang mampu menjaga keberlangsungan usaha para perajin.
Melalui pengembangan desain dan pemasaran yang lebih luas, Sulaman Kapalo Samek diharapkan semakin dikenal tanpa kehilangan karakter tradisional yang menjadi identitas budaya masyarakat Pasia Baru.
Sementara itu, Kemendag RI menyambut baik kemitraan tersebut dan menyatakan akan memantau implementasinya agar kesepakatan yang telah terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.
Pengembangan kerja sama mencakup aspek legal dan komersial, kreativitas dan desain, manajemen rantai pasok dan produksi, pemanfaatan teknologi serta kekayaan intelektual digital, hingga strategi pemasaran dan distribusi.
Melalui kolaborasi dengan merek fesyen Miumosa, Sulaman Kapalo Samek diharapkan mampu beradaptasi dengan tren mode modern sekaligus mempertahankan nilai budaya Nusantara, membuka peluang pasar baru, dan memperkuat ekonomi para perajin lokal. (Kominfo)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih