Ketika Pepaya Menjadi Penopang Ekonomi Masyarakat Patamuan dan Padang Sago -->

Ketika Pepaya Menjadi Penopang Ekonomi Masyarakat Patamuan dan Padang Sago

Jumat, 08 April 2016, 13.57.00



Bertanam dan berkebun pepaya saat ini adalah mata pencaharian masyarakat kecamatan Patamuan dan Kecamatan Padang Sago. Berkebun pepaya telah dimulai masyarakat dua kecamatan tersebut semenjak enam tahun yang lalu. Tanah-tanah yang dulu terlantar kini berubah menjadi hamparan perkebunan pepaya berjenis pepaya penang dan California nan amat luas. Meskipun buahnya kecil-kecil, namun rasanya yang manis itu membuat pepaya ini banyak dikonsumsi masyarakat, utamanya masyarakat perkotaan dan hotel-hotel berbintang.

Berkat adanya perkebunan pepaya tersebut ternyata tidak hanya pemilik kebun dan pedagang pengumpul  pepaya yang merasa diuntungkan dari booming perkebunan pepaya ini, namun ratusan tenaga kerja juga berhasil diserap. Mulai dari pekerja kebun, penjual pupuk, pemetik buah, tukang sortir buah serta sopir pengangkut buah dari kebun ke pedagang pengumpul.

Karena mengiurkannya berkebun pepaya, maka masyarakat yang punya lahan dan punya modal melirik untuk berkebun pepaya sebagai sumber pendapatan baru. Bayangkan sekarang pemilik kebun pepaya tersebut tidak hanya masyarakat petani biasa,  namun juga ada anggota DPRD, Camat, Walinagari, Guru,Kepala Sekolah, Pegawai Perusahaan Daerah bahkan wartawan pun  tidak ketinggalan untuk bertanam pepaya. Tertariknya masyarakat berkebun pepaya karena punya pasaran yang jelas. Meskipun sewaktu-waktu ada kalanya harga pepaya itu jatuh, namun biasanya tidaklah berlangsung lama.

Pepaya berjenis pepaya penang dan california dari kebun masyarakat di Kecamatan Patamuan dan Kecamatan Padang Sago ini, tidak hanya dipasarkan di pasar lokal, namun juga dikirim ke luar propinsi seperti Batam, Jakarta, Pekanbaru. Sehingga tidak mengherankan kiranya setiap pekannya puluhan ton pepaya masyarakat di dua kecamatan tersebut dikirim untuk dipasarkan keluar daerah.

Pepaya yang akan dikirimkan keluar daerah tersebut sebelumnya dilakukan penyortiran, setelah itu kemudian dibungkus dengan Koran-koran bekas, selanjutnya dimasukan kedalam kardus dan  peti-peti. Penyortiran biasanya dilakukan oleh ibu-ibu. Sehingga pepaya yang dikirim keluar daerah tersebut betul-betul pepaya pilihan alias pepaya super. Ditempat tujuan biasanya pepaya ini disamping dipasarkan oleh pedagang-pedagang buah dipasar , juga ada yang masuk ke supermarket dan mall-mall besar yang sebelumnya sudah dikasih label.

Mungkin ini adalah nikmat yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat Kecamatan Patamuan dan Padang Sago pasca gempa tahun 2009 yang lalu. Karena pasca gempa banyaknya irigasi yang rusak, sehingga sawah-sawah menjadi terlantar. Melihat tanah yang sudah terlantar masyarakat setempat tidaklah kehilangan akal, maka semula ditanami jagung, namun kurang menguntungkan, maka dialihkanlah untuk menanam pepaya.Namun ketika papaya dikembangkan ternyata cukup menguntungkan. Karena menguntungkan itulah, maka masyarakat berlomba-lombalah untuk menanami pepaya tersebut.

Beralihnya masyarakat berkebun papaya kerena lebih menguntungkan ketimbang ditanami padi, sehingga saat ini sawah-sawah produktifpun  ditanami masyarakat dengan pepaya. Karena jika dibandingkan dengan padi hasilnya lebih mengiurkan. Kalau dulunya hanya di seputaran Tandikat (Lubuk Aro) Kecamatan Patamuan dan Batu Kalang (Mangoi) Kecamatan Padang Sago yang bertanam pepaya,kini juga dikembangkan masyarakat di Nagari Sungai Durian. Sehingga setiap harinya selalu ada pepaya yang dipanen masyarakat, dan pedagang pengumpul pun tidak kesulitan untuk mendapatkan pasokan buah pepaya tersebut.

Perlu Perhatian Pemerintah Daerah
Karena masyarakat sudah memulainya, maka kedepannya sangat dibutuhkan perhatian lebih serius lagi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman. Bagaimana kiranya pepaya yang dihasilkan masyarakat tersebut tidak hanya dijual buahnya saja. Kalau dapat dikembangkan pula pepaya itu menjadi oleh-oleh khas Padang Pariaman seperti dodol pepaya misalnya serta aneka panganan berbahan baku pepaya.

Sehingga kedepannya betul-betul mengembangkan ekonomi masyarakat yang sesungguhnya. Keterlibatan langsung Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Koperindag untuk pengolahan buah pepaya ini sangat dibutuhkan. Penulis yakin kalau ini betul-betul dikembangkan tentunya akan membantu perekonomian masyarakat. Sebab usaha ini sudah berkembang tentu angka pengangguran akan dapat dikurangi. (Darwisman)


TerPopuler