Rabu, 21 Agustus 2019

Masyarakat Nagari Padang Kandang Pulau Air, Terima Bantuan 2000  Bibit Dari Wagub Nasrul Abit

Masyarakat Nagari Padang Kandang Pulau Air, Terima Bantuan 2000 Bibit Dari Wagub Nasrul Abit

Wagub Nasrul Abit Serahkan Bibit Untuk Masyarakat Nagari Padang Kandang Pulau Air

PADANG PARIAMAN,BANGUNPIAMAN.COM -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan bibit tanaman produktif sebanyak 2000 kepada masyarakat Korong Seberang Padang, Nagari Padang Kandang Pulau Air Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam penyerahan bibit tersebut Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dampingi Kepala Dinas Kehutanan Yozarwardi Usama Putra dan disaksikan oleh Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Kepala Lingkungan Hidup Padang Pariaman dan Camat Nan Sabaris menyerahkan langsung bibit tanaman produktif kepada masyarakat, Senin (19/8/2019).

Wagub Sumbar berpesan semua bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Korong Seberang Padang.

"Harus betul-betul dijaga dan dibersihkan, suatu saat dalam waktu lima sampai sepuluh tahun kedepan masyarakat disini sudah bisa menikmatinya," katanya saat memberikan sambutan.

Menurut Nasrul Abit Datuak Malintang Panai, dilihat dari antusias masyarakat yang mau menanami lahan tidur mereka,
selain meningkatkan ekonomi masyarakat, penyaluran bibit tumbuhan berumur panjang juga bertujuan untuk penghijauan.

Setelah melakukan penanaman pohon produktif Wagub Sumbar melanjutkan pembukaan turnamen sepak takraw tingkat provinsi yang lapangannya tidak jauh dari lokasi penanaman.

Dalam rangka memeriahkan kemerdekaan republik Indonesia yang ke 74 tahun 2019. Pemuda Korong Sebarang Padang Nagari Padang Kandang Pulau Air mengadakan open turnament sepak takraw tingkat provinsi yang diikuti 22 tim yang bertanding.

Wagub Nasrul Abit berharap kejuaraan ini juga bisa menggali bakat pemuda dalam mencari bibit baru sepak takraw di Sumbar. Peserta dapat menjunjung tinggi sportifitas dalam pertandingan.

"Nantinya bagi pesepaktakraw terbaik bisa kita bawa ke tingkat nasional, bahkan berpeluang tampil dalam acara PON 2020 yang diselenggarakan di Papua sebagai wakil dari Sumbar," ungkapnya.

Wagub Nasrul Abit memberikan apresiasi kepada pemuda Korong Seberang Padang yang telah berbuat kegiatan positif dengan olahraga sepak takraw.

"Saat ini, Sumbar sedang menghadapi tantangan perilaku LGBT. Ini persoalan yang serius. Sumbar berapa pada peringkat pertama kasus LGBT dan peringkat ketiga terkait penggunaan narkoba di Indonesia. Kita menolak tegas perilaku LGBT," tegas Nasrul Abit.

Dia menambahkan perkembangan perilaku menyimpang dan penyalahgunaan Narkoba tersebut, dalam beberapa waktu terakhir ini cukup mengemuka dan dinyatakan darurat.

“Kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk bersiap melawan kekuatan yang akan merusak tatanan bangsa seperti perilaku LGBT dan penyalahgunaan Narkoba,” tambahnya.

HUMAS

Selasa, 20 Agustus 2019

Silek Arts Festival 2019 Resmi Digelar di Taman Budaya Padang

Silek Arts Festival 2019 Resmi Digelar di Taman Budaya Padang


PADANG, BANGUNPIAMAN.COM -- Silek Arts Festival (SAF) 2019 akan kembali diselenggarakan di Taman Budaya, Senin (19/08/2019), setelah sukses tahun 2018 dengan tagline “Panjapuik Piutang Lamo” fokus pada upaya untuk membangitkan semangat komunitas seni dan budaya untuk mengekplorasi silek dalam pertunjukan mereka.

Tahun ini seluruh rangkaian program SAF fokus pada konsep Arsip dan Dokumentasi, dengan tagline “Sapakaik Mangko Balega” yang memilik arti sepakat dengan bergotong royong untuk bisa berkreasi melalui budaya silek.

SAF 2019 dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang bergelar Datuak Rajo Bandaro Basa, untuk melestarikan silat, Pemerintah Sumbar akan menggelar Silek Art Festival yang akan digelar pada 19-31 Agustus 2019.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan kebudayaan, Dra. Sri Hartini, Msi, Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti dan beberapa kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, Tokoh Adat dan tuo-tuo silek di Minangkabau.

Irwan memberikan apresiasi tinggi atas usaha untuk melestarikan silek agar makin dikenal oleh setiap generasi.

"Ini adalah budaya kita yang memiliki nilai dan falsafah yang dalam. Jangan sampai hilang ditelan waktu," katanya.

Irwan Prayitno menerangkan, selain melestarikan, agenda besar dari SAF adalah menjadikan silek sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda atau Intangible Cultural World Heritage oleh UNESCO.

"Insyaallah November ini ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda di Colombia," jelasnya.

Gubernur Provinsi Sumatera Barat Irwan Prayitno menegaskan, silek merupakan karakter kepribadian orang Minang dalam menjaga harga diri,  martabat untuk bertahan menjalani kehidupan. Silek juga syarat dengan keimanan Ketuhanan, yang setiap gerak memiliki filosofi kekuatan alam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Para pesilat diharapkan bisa terus berlatih, bukan hanya sekedar membela diri, tetapi juga menjaga kelestarian budaya kita yang berfilosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," pesan Gubernur.

"Melalui SAF Marilah kita lestarikan silek minang, karena ini adalah jati diri kita dalam upaya melestarikan, menjaga dan menggairahkan silek kembali," ucapnya.

Sementara itu, Sekjen Direktorat Kebudayaan Kemendikbud Sri Hartini menyampaikan SAF bagian dari kegiatan Indosiana yang melestarikan kebudayaan dengan melibatkan masyarakat dan menjadi milik masyarakat.

Dua tahun berjalan SAF melibatkan dan memberikan ruang kepala komunitas kesenian mengekspresikan diri serta menjadikan silek menjadi milik publik dan Inklusif," ujarnya

Sekretaris Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan kebudayaan, Sri Hartini mengatakan SAF dalam platform Indonesiana merupakan upaya "gotong-royong", bersama-sama membangun iklim positif dalam pengelolaan festival budaya di daerah.

"Di Sumatera Barat budaya tradisi Silek menjadi sesuatu cukup baik dan sudah banyak dikenal di daerah lain, sukses SAF lestarian aset budaya bangsa sebagai karakter kekuatan anak bangsa dalam memajukan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkapnya.

Bersama itu kegiatan SAF menjadi momentum peluncuran buku Ensiklopedia Silek Minangkabau hasil kerjasama Dinas Kebudayaan dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas.

Kepala Dinas Kebudayaan Gemala Ranti menyerahkan buku Ensiklopedia Silek Minangkabau setebal 197 halaman pada Irwan Prayitno dan Sri Hartini secara simbolis.

Kemudian dilanjutkan dengan gubernur Sumbar dan Sesdirjen Kebudayaan membuka secara resmi Pameran Seni Rupa "Garak jo Garik" di Galeri Taman Budaya Sumbar dengan menampilkan 40 karya.

HUMAS PROV SUMBAR
Rakor Dengan BPJS,  Genius Berharap Seratus Parsen Warga Kota Pariaman Dapat Layanan Asuransi Kesehatan

Rakor Dengan BPJS, Genius Berharap Seratus Parsen Warga Kota Pariaman Dapat Layanan Asuransi Kesehatan


PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM----- Untuk menindak lanjuti kerja sama antara Pemerintah Kota Pariaman dengan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kota Pariaman, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Pariaman menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kesehatan Gratis Masyarakat Kota Pariaman, bertempat di Balairung rumah dinas walikota, Selasa (20/8/2019).

Rapat dibuka langsung oleh Walikota Pariaman, Genius Umar yang dihadiri Direktur BPJS wilayah Kota Pariaman, Sari Ruspa, SOPD, Camat, Kepala Desa dan Lurah se-Kota Pariaman.

Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan ada empat hal yang mendasari masyarakat mendapatkan jaminan kesehatan gratis dari BPJS, pertama bantuan APBN dari pusat, asuransi yang dibayar antara Pemprov dengan Pemko, kemudian APBD murni Kota Pariaman, ketiga hal ini adalah untuk warga miskin.

Kemudian yang keempat yaitu untuk keluarga ekonomi baik, seperti pengusaha mereka membayar secara mandiri, sedangkan profesi seperti TNI, Polri dan pegawai dibayar dengan potongan gaji mereka dan ada juga dari program pemerintahan desa.

“ Kita berharap kedepan sekitar seratus persen total warga Kota Pariaman semuanya mendapat asuransi kesehatan tersebut ,“ ujarnya.

Dulu Kota Pariaman memiliki program jaminan kesehatan Sabiduak Sadayuang, kemudian pemerintah pusat membuat aturan bahwa semua asuransi kesehatan tersebut dibayarkan melalui satu pintu melalui program BPJS.

Genius juga mengatakan, bahwa menurut data yang kita terima sekitar 85,72 persen masyarakat di Kota Pariaman sudah menerima dan merasakan program jaminan kesehatan BPJS ini, kita harus mengejar Kota Padang yang mencapai sekitar 94 persen.

“ Kita perlu untuk membangkitkan semangat warga kalau kita mampu untuk asuransikan diri, jika tidak mampu  akan diasuransikan oleh pemerintah, bagi warga yang mampu jangan kemudian mengambil hak warga yang kurang mampu “, ungkapnya.

“ Kami mengimbau kepada SOPD terkait untuk mendudukan ini secara bersama dengan kepala desa dan lurah terkait perbaikan data warga penerima asuransi kesehatan ini “, pungkasnya.

Kita berharap agar BPJS juga ikut follow up ke tiap desa untuk perbaiki data-data ini, sehingga nanti di program tahun 2020 data sisa warga miskin yang belum terasuransi ini bisa terselesaikan, by name by address.

“ Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Pariaman, sesuai dengan program pemerintah Kota Pariaman harus maju disisi kesehatan dan pendidikannya “, tutupnya.

Rapat dilanjutkan dengan penyerahan kartu BPJS dari APBD murni Kota Pariaman oleh Walikota Pariaman, Genius Umar kepada salah satu perwakilan kepala desa dan lurah yang hadir.

Pewarta : Harsyi Warsilah
Ketua DPRD Happy Neldy Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat, ASN dan Anggota DPRD Gunakan Layanan RSUD Padang Pariaman

Ketua DPRD Happy Neldy Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat, ASN dan Anggota DPRD Gunakan Layanan RSUD Padang Pariaman

Ketua DPRD Padang Pariaman Happy Naldi Saat Memberikan Sambutan ( Foto : Humas

PARIT MALINTANG, BANGUNPIAMAN.COM---Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman Happy Neldy mengajak seluruh lapisan masyarakat, ASN hingga anggota DPRD agar berobat dan menngunakan layanan RSUD Padang Pariaman. Ajakannya ini bertujuan untuk turut membangun dan mempopulerkan RSUD milik daerah Padang Pariaman.

Hal tersebut diungkapkannya pada rapat Sinkronisasi dan Persamaan Persepsi antara RSUD Padang Pariaman dengan OPD, di Aula Puncak Anai RSUD Padang Pariaman, Senin (20/08/2019)

Menurut dia, seluruh sarana dan prasarana yang ada di RSUD ini sudah sangat lengkap dengan pelayanan pun sudah prima dan melebihi standar. " Untuk itu gunakanlah layanan RSUD kebanggaan Padang Pariaman ini," ungkapnya

Sementara itu Sekretaris Daerah  Padang Pariaman H. Jonpriadi, SE, MM saat membuka secara resmi rapat Sinkronisasi dan Persamaan Persepsi antara RSUD Padang Pariaman dengan OPD, di Aula Puncak Anai RSUD Padang Pariaman sependapat dengan ajakan Ketua DPRD.

"Supaya RSUD kita menjadi kunjungan pertama oleh masyarakat Padang Pariaman sehingga pengelolaan keuangan yang akan masuk di RSUD Padang Pariaman bisa tercapai sesuai dengan target yg ada," katanya

Pada kesempatan tersebut dia mengajak seluruh peserta yang hadir pada acara itu untuk dapat berkomitmen dalam peningkatkan pengelolaan keuangan dan mutu layanan RSUD sehingga bisa meningkatkan PAD Kab. Padang Pariaman.

Sedangkan Direktur RSUD Padang Pariaman, dr. Lismawati, M.Biomed menjelaskan bahwa rapat hari itu adalah dalam rangka menyamakan persepsi antara DPRD dan OPD terkait dengan RSUD tentang status RSUD yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Sebagai BLUD, RSUD Padang Pariaman sudah harus mengurus diri sendiri, mengelola keuangan sendiri, namun masih butuh bimbingan, pengawasan dan arahan dari Pemkab Padang Pariaman," papar Lismawati.

Lismawati juga menjelaskan bahwa sistim keuangan RSUD terpisah dengan APBD Pemda namun tetap harus melaporkan ke Bupati kondisi keuangannya untuk dicatatkan dalam APBD Padang Pariaman. "Hal ini lah yang akan kita diskusikan bersama dalam rapat ini," tukas Lismawati.

Rapat yang bertemakan Kemandirian RSUD dalam Peningkatan Pengelolaan Keuangan dan Mutu Layanan RSUD Padang Pariaman dihadiri oleh Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) Pusat Dr. R. Heru Ariyadi, MPH, Kepala Bagian Organisasi tata Laksana Kemenkes Dr. Ika Trisia, MKM, perwakilan BPKP Sumbar Hardiansyah, SE, Ketua DPRD Kab. Padang Pariaman, Happy Neldy, SE, MM, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD dil ingkungan Pemkab Padang Pariaman. (rel/wis)

Tim Saber Pungli Padang Pariaman, Sosialisasikan Pencegahan Pungutan Liar di SMAN 1 Batang Anai

Tim Saber Pungli Padang Pariaman, Sosialisasikan Pencegahan Pungutan Liar di SMAN 1 Batang Anai


BATANG ANAI, BANGUNPIAMAN.COM--- ------Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan sosialisasi pencegahan dan pengawasan terhadap pungutan liar di SMAN 1 Batang Anai.

Sosialisasi Pencegahan Pungli ini berlangsung di Aula SMAN 1 Batang Anai, Senin (19/8/2019), menghadirkan Kepala Sekolah Dra Hj Dian Mulyati Syarfie MPd beserta seluruh majelis guru dan Ketua Komite Sekolah Wawan Biday.

Tim Saber Pungli yang melakukan sosialisasi terdiri dari Polres Padang Pariaman yang dihadiri oleh Kasiwas Ipda H Desri Koto, Kasat Reskrim AKP Lija Nesmon SS dan Aiptu Syahrial, dari Kejaksaan Negeri Pariaman dihadiri oleh Kasi Intel Raynold SH dan dari Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman.

Kemudian juga dihadiri oleh Pengendali Teknis Baharuddin SH, Inspektur Wilayah I Jelita Alamsyah SKM MKes, Inspektur Wilayah III Trisna Dewi Busti Ssi MM APt, Pengawas Pemerintah Madya H AK Jailani SE MM dan Pengawas Pemerintah Muda Budi Maisal Putra ST.

Pada kesempatan itu, Tim Saber Pungli menjelaskan tentang larangan, pencegahan dan pengawasan kegiatan pungutan liar sebagaimana  amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2016 serta Peraturan Presiden, Satber Pungli ini melaksanakan tugas juga atas dasar Keputusan Menteri Kordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Nomor 11 Tahun 2017. (rel/wis)

Senin, 19 Agustus 2019

Saat Rakor Pemerintah Daerah, Gubernur Irwan Tekankan  Pentingnya Menjaga Kawasan Hutan

Saat Rakor Pemerintah Daerah, Gubernur Irwan Tekankan Pentingnya Menjaga Kawasan Hutan

Rakor Pemerintah Daerah, Rabu 19 Agustus 2019, di Hotel Pangeran Beach Padang ( Foto : Humas)

PADANG, BANGUNPIAMAN.COM -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Daerah (Bupati/ Wali Kota) se-Sumbar di Hotel Pangeran Beach, Rabu (19/8/2019).

Dalam Rakor tersebut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ada tiga hal yang disampaikannya, yakni pencegahan dan penegakan hukum dalam penggunaan kawasan hutan guna mendukung Pembangunan Daerah, penyelenggaraan Smart Goverment dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta penetapan peta potensi peluang dan ancaman bonus demografi di daerah.

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, sebagaimana yang telah ditetapkan fungsi lahan hutan provinsi Sumbar 4.266.695 Ha dengan potensi keanekaragaman hayati yang tinggi, namun tingginya potensi tersebut, diiringi dengan tingginya ancaman dari kebakaran hutan, pembalakan liar, perambahan kawasan untuk perkebunan liar, penambangan liar dan pemburuan satwa liar masih terus terjadi.

Gubernur juga meminta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota dapat meningkatkan kesiapsiagaan melalui pejabat pengawas lingkungan hidup dan penyidik Polri dan penyidik PNS dalam menanggulangi dan menghentikan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

"Marilah kita bersama-sama menjaga lingkungan dan hutan, guna mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memastikan hak konstitusi masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat," ucapnya.

“Untuk itu kepada semua Bupati dan Wali Kota yang hadir pada hari ini, dalam membuat program harus bersinergi dan berkoordinasi dengan pusat dan provinsi dalam pengawasan lingkungan hidup dan hutan,” kata Irwan Prayitno.

Hal kedua yang disampaikan gubernur adalah penyelenggaraan Smart Goverment dalam SPBE, penyelenggaraan pemerintah dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan bagi pengguna SPBE, baik antar Government to Government (G2G), Government to Citizen  (G2C), Government to Business (G2B), Government to Employees (G2E) dan Government to Non-profit (G2N).

Pelaksanaan sistem berbasis elektronik di pemerintah guna mewujudkan proses kerja efisien, efektif, transparan dan akuntabel serta meningkatkan pelayanan publik.

"Penyelenggaraan Smart Goverment menjadi solusi bagi kita dan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintah daerah untuk kelancaran program pembangunan di Sumbar," tuturnya.

Hal ketiga, ancaman Bonus Demografi (BD) merupakan dimana suatu daerah jumalh penduduk produktif (umur 15-64 tahun) lebih besar dari penduduk non produktif (umur 0-14 tahun atau 65 tahun keatas) akan berkurang apabila kelebihan dari potensi BD dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

"BD bisa mempercepat pencapaian kesejahteraan masyarakat, asalkan usia produktif bekerja penuh kualitas sumber daya manusia harus mengikursertakan perkembangan teknologi. Tenaga kerja harus dibekali dan mampu memahami perkembangan teknologi jika tidak ingin terlindas zaman," jelas gubernur.

“Disamping itu, tenaga kerja harus memiliki kualitas dan daya saing di tingkat nasional. Untuk itu, adakanlah pelatihan-pelatihan dalam mencapai upaya tersebut,” tambahnya

Dalam Rakor tersebut juga dilaksanakan penandatangan kerja sama antara Wali Kota/ Bupati dengan Provinsi Sumatera Barat, berkomitmen untuk mendukung dan mensukseskan penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elekronik.

HUMAS SUMBAR
Diikuti 177 Peserta, Pawai Alegoris Berlangsung Meriah di Kota Pariaman

Diikuti 177 Peserta, Pawai Alegoris Berlangsung Meriah di Kota Pariaman


PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM---Pawai alegoris dalam rangka memeriahkan HUT-RI RI Ke-74 berlangsung meriah di Kota Pariaman. Kegiatan tersebut dilepas secara resmi Walikota Pariaman Senin (19/08/2019), di halaman Balai Kota Pariaman.

Menurut Walikota Genius Umar, tujuan pawai adalah untuk mengingatkan kembali perjuangan pahlawan untuk merebut kemerdekaan sehingga kita bisa menikmati kemerdekaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.


Genius Umar berharap melalui pawai alegoris ini masyarakat dapat menjadi terinspirasi dan termotivasi untuk melanjutkan kemerdekaan dengan turut menjaga persatuan dan kesatuan  bangsa, dalam mendukung  pembangunan serta bersama dalam memajukan daerah dan bangsa ini.

" Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu demi suksesnya acara ini," ulasnya.

Untuk tahun ini jumlah peserta tetap di bagi dua, yang pertama adalah peserta dengan memakai kendaraan bermotor atau roda empat yang dihias sebanyak 75 peserta yang mengikuti pawai dengan rute start Halaman Kantor Balaikota, Simpang Lapai, Simpang Jati, Simpang Apa, Simpang Kp. Pondok, finish di Pantai Gandoriah.

Sedangkan untuk jumlah peserta pawai dengan berjalan kaki adalah sebanyak 102 peserta dengan rute start dari Halaman Balaikota Pariaman, Simpang Gelombang, Simpang Tabuik, Simpang Kampung Pondok , finish di Pantai Gandoriah.


Pawai Alegoris ini juga dilombakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dengan kategori penilaian dilihat dari kekompakan peserta, keseragaman, dan kedisiplinan dalam berlalu lintas, sedangkan untuk juri yang ditempatkan di tempat-tempat strategis diambil dari Disdikpora, Wartawan, dan TNI Polri.

Acara pelepasan pawai alegoris juga dihadiri oleh Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, Forkopimda, Dandim, Ketua DPRD Kota Pariaman, Kapolres yang diwakili oleh Wakapolres, Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ketua GOW, Kepala OPD dilingkungan pemerintahan Kota Pariaman, dan disaksikan oleh ribuan penonton yang memadati lokasi yang akan dilewati oleh peserta pawai.


Desi/ Harsyi Warsilah
Nagari Anduriang dan Campago Mendapat Sosialisasi Desa  Tangguh Bencana

Nagari Anduriang dan Campago Mendapat Sosialisasi Desa Tangguh Bencana

Sekda Padang Pariaman Jonpriadi, Saat Membuka Sosialisasi Desa Tangguh Bencana, Senin 19 Agustus 2019 ( Foto : Humas)

PARIT MALINTANG, BANGUNPIAMAN.COM--- SEKRETARIS DAERAH Kabupaten Padang Pariaman
H. Jonpriadi, SE, MM buka acara Sosialisasi Desa Tangguh Bencana untuk Nagari Anduring dan Campago di Kabupaten Padang Pariaman, di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman, Senin (19/08/2019).

Turut hadir Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Provinsi Sumatra Barat H. Erman Rahman, SE, M.Si, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Padang Pariaman Budi Mulya, ST, M.Eng, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Syahrazal Jamil, SH, MH, Kasubid Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sumatera Barat Suryadi, S.Kom, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Camat 2 x 11 Kayu Tanam Syamsunar BA, Camat V Koto Kampung Dalam Khairul Nizam, S.Pi, MM dan peserta sosialisasi.

Sekda berterimakasih kepada semua pemangku perencanaan atas kerjasama yang kokoh sehingga kegiatan ini dapat terlaksana.

"Sosialisasi dan pemahaman tentang bencana perlu dilakukan agar masyarakat tahu tentang tanda-tanda adanya bencana," ujarnya.

Kabupaten Padang Pariaman merupakan daerah rawan bencana karena dialiri oleh 11 sungai yang berpotensi terjadinya banjir.

"Padang Pariaman berada di daerah rawan gempa contohnya saja pada kejadian gempa 2009, meskipun pusat gempa di Kota Pariaman namun daerah yang paling banyak terkena gempa dan jumlah korban terbanyak di Kabupaten Padang Pariaman. Oleh karena itu perlunya sosialisasi bagi masyarakat agar dapat mengetahui Dan paham tentang kebencanaan," tambahnya.

"Ketika terjadinya bencana hendaknya pendistribusian bantuan dilakukan dengan bijak sehingga masyarakat dapat menerima bantuan dengan semestinya," tandasnya.

Sekda berharap kepada peserta sosialisasi agar dapat saling berbagi informasi terutama tentang sikap yang harus diambil ketika terjadi bencana.

"Hal yang paling penting untuk disosialisasikan ketika terjadinya bencana sebaiknya masyarakat tidak menggunakan kendaraan roda empat karena hanya akan menimbulkan kemacetan," ujarnya mengakhiri.

Senada dengan itu Kasubid kesiapsiagaan BPBD Suryadi, S. Kom selaku ketua pelaksana melaporkan bahwa peserta sosialisasi adalah masyarakat yang berada di Nagari/Desa/Kelurahan yang akan terkena dampak langsung bencana, dan sekaligus sebagai pelaku langsung yang akan merespon bencana di sekitarnya.

"Kabupaten Padang Pariaman dipilih menjadi salah satu Kabupaten/Kota yang akan dilakukan pembentukan Dan pembinaan Nagari/Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Nagari yang diusulkan oleh BPBD Kabupaten Padang Pariaman adalah Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam dan Nagari Anduriang Kecamatan 2X11 Kayu Tanam," ujarnya.

"Tujuan dari kegiatan ini yakninya tersosialisasikannya program Nagari/Desa/Keluarahan Tangguh Bencana dan tersampaikannya informasi dan edukasi kebencanaan terkait upaya pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat," tambahnya.

"Sasaran dari kegiatan ini yakninya Kelompok Siaga Bencana (KSB), perangkat Nagari, OPD Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman Dmdan BPBD Kabupaten Padang Pariaman. Metodologi pelaksanaan kegiatan ini prestasi dan diskusi," ujarnya mengakhiri. (rel/wis)