Mengapa Perantau Selalu Tumbang Ketika Ikut Pilkada Kota Pariaman ? -->

Mengapa Perantau Selalu Tumbang Ketika Ikut Pilkada Kota Pariaman ?

Jumat, 15 April 2016, 16.28.00
Gambar Ilustrasi



Jika berkaca pada Pilkada sebelumnya perantau yang ikut bertarung pada Pilkada Kota Pariaman selalu tumbang. Apa sebabnya ?. Karena para calon wako yang berdomisili diperantauan hanya kampanye pada tahapan pilkada sudah dimulai hal ini tentunya tidaklah efektif. Siapa yang tidak kenal dengan Trismon, siapa yang tidak kenal Is Prima Nanda, siapa yang tidak kenal Os Yerli Asir, siapa yang tidak kenal Syahril Amiruddin, siapa yang tidak kenal dengan Indra Jaya Piliang. Namun ketika maju dalam Pilkada beberapa waktu lalu  tokoh-tokoh hebat Pariaman ini harus rela menerima kekalahan.


Masyarakat Kota Pariaman sudah pintar sehingga mereka tahu siapa yang akan mereka pilih untuk menjadi pemimpinnya. Kalau sudah dekat-dekat Pilkada mendekat-dekat kepada masyarakat tidak ada artinya. Masyarakat pasti tahu, pasti bakal calon Walikota ini minta dukungan. Sementara masyarakat sendiri belum melihat kiprahnya selama ini di Kota Pariaman. Hanya pulkam ketika akan Pilkada. (Calon Wako Yang Diperantauan Jangan Marah). Ini hanya analisa saya, ketika mengamati beberapa kali Pilkada di Kota Pariaman, semoga analisa saya ini tidak benar.


Apakah tidak boleh orang rantau maju dalam Pilkada ?. Boleh. Tidak ada aturan yang melarang, karena siapapun berhak mencalonkan diri sebagai kepala daerah asal memenuhi syarat yang telah ditentukan undang-undang Pilkada.


Mumpung waktu masih lama kalau putra terbaik Kota Pariaman yang berada di perantauan ada rencana mencalonkan diri menjadi Wako Pariaman, tentunya sedini mungkin harus mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat, tawarkan konsep dan program kepada masyarakat jika ingin menjadi pemimpin di Kota Pariaman. Jalinlah kerjasama dengan media, jalinlah kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat dari kalangan manapun. Beranikah untuk diri menyatakan sikap akan maju menjadi Walikota, jangan malu-malu. Meskipun belum ada partai yang melirik, karena waktunya memang masih jauh.


Sekali lagi penulis tekankan, ingat masyarakat Kota Pariaman sudah pintar sehingga mereka tahu siapa yang akan mereka pilih untuk menjadi pemimpinnya. Kalau sudah dekat-dekat Pilkada mendekat-dekat kepada masyarakat tidak adalah artinya. Masyarakat pasti tahu, pasti bakal calon Walikota ini minta dukungan. Sementara masyarakat sendiri belum melihat kiprahnya selama ini di Kota Pariaman. JANGAN HANYA PULKAM KETIKA AKAN PILKADA.

Genius Umar dan Mahyuddin Teratas


Berdasarkan hasil survey dadakan yang penulis lakukan di empat kecamatan di Kota Pariaman, dengan satu pertanyaan saja yang penulis ajukan. Adapun pertanyaanya adalah  siapakah yang cocok dan pantas menjadi Walikota Pariaman untuk menggantikan Mukhlis Rahman yang akan mengakhiri jabatannya pada tahun 2018 mendatang ?. Dengan pilihan  calon pilihan walikota yang penulis sebutkan diantaranya Genius Umar (Sekarang Wakil Walikota Pariaman), Mahyuddin (Mantan Walikota Pariaman), Is Prima Nanda  (Akademisi), Mardison Mahyuddin (Ketua DPRD Kota Pariaman), Syafinal Akbar (Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman) , Devika Yuliandra (Pengancara/Ketua KNPI Sumbar), Edison TRD (Pengusaha/Politisi), Syahril Amiruddin (Politisi), Indra Jaya Piliang (Politisi/Staf Ahli Kemenpan), HM.Sa'ban (Penghusaha).


Ternyata yang lebih banyak dipilih itu Genius Umar kini Wakil Walikota Pariaman, disusul Mahyuddin mantan Walikota Pariaman dan Mardison Mahyuddin. Alasan masyarakat memilih Genius Umar karena sudah berpengalaman, bergelar doktor dan masih muda. Sehingga kalau Genius Umar menjadi Walikota Pariaman tinggal melanjutkan program-program yang sudah diprogram bersama Mukhlis Rahman.Genius Umar juga sering terjun ketengah-tengah masyarakat baik itu acara resmi Pemko maupun acara atau kegiatan yang digelar masyarakat.


Lalu bagaimana calon yang lain apakah tidak dipilih masyarakat. Ada. Ada juga dipilih masyarakat namun posisinya masih dibawah Genius Umar. Perlu diketahui Survey yang penulis lakukan ini tidaklah mewakili seluruh masyarakat Kota Pariaman hanya dilakukan secara dadakan, jumlah masyarakat yang ditanya juga tidak sampai ratusan orang. Mungkin saja yang tertanya melalui survey dadakan ini orang dekat Genius Umar, orang dekat Mahyuddin atau orang dekat Mardison Mahyuddin.


Mohon maaf tulisan saya tidak mengurui para bakal calon Walikota Pariaman pada Pilkada tahun 2018 mendatang. Ini adalah realita yang terjadi selama ini. Kalau benar serius mengapai Pariaman Satu, siapkanlah diri, siapkanlah uang, siapkanlah tim yang tangguh. Peta politik kata orang politik tentunya bisa saja berubah, yang tidak diunggulkan akan  bisa menjadi unggul. Tergantung usaha dan kerja keras dan izin Allah SWT. Kalau Allah berkehendak siapapun di dunia ini tidak akan bisa menghalangi, yakinilah itu.

(Darwisman)

TerPopuler