Menkes Akan Melounching GERMAS Tingkat Nasional di Padang Pariaman

Menkes Akan Melounching GERMAS Tingkat Nasional di Padang Pariaman

Rabu, 26 Oktober 2016, 09.13.00
Rapat Persiapan Terkait Akan Lounching Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) oleh Mentri Kesehatan Republik Indonesia  Nila F.Moeleok pada tanggal 12 November 2016 di lapangan bola kaki Nagari Sungai Abang Lubuk Alung. (Fhoto : Fifi, TKIP Dinkes )
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeleok, dijadwalkan akan melaunching Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) secara nasional  pada tanggal 12 November 2016 mendatang  di Kabupaten Padang Pariaman.Lounching tersebut akan dilakukan di lapangan bola kaki nagari Sungai Abang Lubuak Aluang

Bupati Kabupaten Padang Pariaman Drs.Ali Mukhni menyebutkan, Kemenkes menetapkan launching GERMAS di Padang Pariaman karena menilai Padang Pariaman sukses menjalankan program peningkatan kesehatan masyarakat dengan berbagai program terutama Program Padang Pariaman Sehat.

"Ibu Menkes terkesan dengan program kesehatan yang telah kita lakukan," jelas Ali Mukhni di depan peserta rapat persiapan yang dihadiri Sekda Jonpriadi, Kepala SKPD serta pejabat dari Dinas Kesehatan, kemarin.

Ali Mukhni mengatakan, program program kesehatan yang dilakukan di Padang Pariaman sejalan dengan Program GERMAS.GERMAS sendiri merupakan program kesehatan dari Kemenkes yang merupakan gerakan untuk mendorong masyarakat untuk berprilaku hidup sehat.

Secara lebih khusus Ali Mukhni menjelaskan, GERMAS dilakukan sebagai penguat upaya promotif dan freventif masyarakat dan bertujuan untuk mengurangi dan menanggulangi masalah kesehatan, serta berbagai penyakit penular atau tidak menular. "Baik yang menyebabkan kematian maupun kecacatan dan menghindari terjadi penurunan produktivitas penduduk serta pentingnya pelayanan kesehatan, " ulasnya.

Kemenkes melalui Ditjen Kesehatan Masyarakat seperti yang dilansir di laman web Kemenkes mengindikasikan, adanya fenomena pola hidup tidak sehat di kalangan masyarakat. Berdasarkan data Riskesdas 2007 & Riskesdas 2013, di mana ada sejumlah faktor risiko perilaku kesehatan yang terjadi, yakni penduduk kurang aktivitas fisik (26,1%); perilaku merokok penduduk sejak usia dini (36,3%); penduduk >10 tahun kurang konsumsi buah dan sayur (93,5%); penduduk >10 th minum minuman beralkohol (4,6%).

(Dilaporkan oleh Fifi, TKIP Dinkes).

TerPopuler