Kisah Buyung Ali 20 Tahun Jalani Profesi Tukang Sol Sepatu, di Depan Los Pasar Pariaman. - BANGUN PIAMAN.COM : Portal Berita Online

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 16 Maret 2018

Kisah Buyung Ali 20 Tahun Jalani Profesi Tukang Sol Sepatu, di Depan Los Pasar Pariaman.


Buyung Ali (60 tahun) Mantan foto foto grafer beralih profesi menjadi tukang jahit sepatu di Pasar Pariaman. (Fhoto : HERI )
Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM----Bagi yang sering masuk pasar Pariaman, pasti pernah melihat kekek tua ini. Dia adalah Buyung Ali (60) warga Sungai Sirah, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman.

Dia mengaku, Sudah 20 tahun menjadi Tukang jahit sepatu didepan lost pasar kota Pariaman. Melihat dari umurnya memang tidak sebanding dengan pekerjaan yang ditekuninya setiap hari. Meski sudah bertahun-tahun mengeluti profesi ini, tidak terlihat sedikitpun ada rasa menyerah dalam dirinya untuk memenuhi nafkah bagi keluarga yang mengharapkan hasil keringat suaminya.

Ia setiap hari berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 Wib pagi sembari menunggu mobil ditepi jalan yang datang dari jurusan Sei Limau (Padang Pariaman) tujuan Kota Pariaman. " Untuk sampai ke Kota Pariaman saya hanya menghabiskan waktu setengah jam," kata pria yang memiliki enam orang anak ini.

Sementara itu, penghasilan setiap hari dari upah jahit bisa diterimanya sekitar Rp.90 Ribu/Hari. "Alhamdulillah bisa untuk beli makan dan kebutuhan dirumah," ulasnya tanpa ada rasa mengeluh diwajah bapak ini

" Jika rezeki lagi bagusnya, terkadang bisa berpenghasilan lebih jika pelanggan banyak yang menghantarkan sepatu robek dan sandal yang sudah terputus" tambahnya

Pelanggan bapak tua yang pernah mengeluti pekerjaan sebagai fhotografer itu, mayoritas anak-anak sekolah yang sepatunya robek. Sementara itu dari masyarakat umum juga ada terutama pemuda yang pecinta sepakbola. Sepatu robeknya atau lepas jahit selalu diantar kesini untuk diperbaiki.

Usai menjalankan aktivitasnya di Kota Tabuik tersebut maka sekitar pukul 17.00 Wib sore. Pria yang sudah berumur lanjut itu kembali ke rumah istrinya di Sungai Limau, dengan menggunakan angdes Sungai Limau. HERI




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Post Top Ad