20 Hektar Sawah Masyarakat Terancam Kekeringan di Korong Batang Piaman - BANGUN PIAMAN.COM : Portal Berita Online

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 17 April 2018

20 Hektar Sawah Masyarakat Terancam Kekeringan di Korong Batang Piaman

Terpaksa Sawah Diolah Menjadi Kebun/Ladang Karena Rusaknya Saluran Irigasi. 20 Hektar sawah masyarakat kini tidak bisa lagi ditanami padi. Masyarakat korong batang Piaman, Nagari Gunung Padang Alai, Padang Pariaman beralih fungsikan dari bersawah ke berkembun jagung paska irigasi bandar roboh beberapa minggu ini. ( Fhoto : HERI MARTONI)
Padang Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM- Akibat putusnya tempat persimpangan sungai (hulu sungai) ke aliran sawah warga, 20 Hektar sawah masyarakat terancam kekeringan di Korong Batang Piaman, Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Padang Pariaman. Selasa, 17/04/2018.

Zul (48 tahun) petani yang sehari-hari bekerja di sawah kepada media ini mengukapkan sawahnya yang sehari menjadi sumber makanan pokoknya untuk keluarga terancam kekeringan, akibat hulu sungai yang biasanya lancar sekarang terputus karena derasnya curah hujan belakangan ini sehingga sungai membesar dan menyebabkan hulu bandar roboh diterjang.

"Kami terpaksa berharap kepada hujan yang turun untuk membasahi sawah agar tidak kekeringan. Jika tidak ada hujan, terpaksa sawah yang telah ditanami padi terancam mati layu karena tidak dapat sumber air" Jelanya.

Siti (45 tahun) pemilik sawah seluas 1 hektar ini menyebutkan semenjak putusnya aliran hulu sungai kesawah, dia terpaksa beralih tanaman untuk berladang jagung agar tidak ada lahan tidur. Sebelumnya, kami telah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyiapkan sawah untuk di tanami padi. Namun, kejadianya lain pula, hulu sungai yang menjadi sumber air untuk padi sakarang tidak bisa diharapkan lagi akibat putus karena derasnya curah hujan beberapa minggu lalu.

Sementara itu, hengki (24 tahun) tokoh masyarakat Korong Batang Piaman saat di wawancarai membenarkan bahwa hulu sungai yang menjadi sumber air di sawah warga saat ini sedang putus dan belum ada perbaikan baik dari swadaya masyarakat maupun bantuan rehab dari pemerintah melalui pekerjaan umum bidang irigasi paska roboh ini. Terangnya

" Irigasi yang roboh ini sudah ketiga kalinya paska dibantu pemerintah melalui dinas PU bagian irigasi dan perairan. Namun, sekitar satu bulan beroperasi sudah roboh kembali akibat derasnya air yang menghantam. Kami dari masyarakat akan berupaya melakukan gotong royong secara swadaya agar irigasi bisa pulih kembali " ungkapnya. HERI



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Post Top Ad