Cerita Suka dan Duka Dibalik Pilwana Serentak Padang Pariaman

Cerita Suka dan Duka Dibalik Pilwana Serentak Padang Pariaman

Kamis, 05 April 2018, 17.01.00
Ketua Tim 7 Pilwana Padang Pariaman, Taslim saat mendengarkan curhat warga epro wandi (50 tahun) warga Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, akibat dirinya tidak bisa memilih di TPS, karena tidak masuk dalam DPT ( Fhoto : Heri Martoni)
Padang Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM- Padang Pariaman baru saja usai mengadakan alek gadang yakni perhelatan Pemilihan Wali Nagari serentak berlansung pada hari Rabu 4 April 2018 kemarin.  di 74 Nagari Se- Padang Pariaman.

Seluruh Nagari yang masuk dalam daftar pemekaran sibuk menjadi panitia dan petugas di Tempat Pemungutan Suara( TPS) untuk mensukseskan alek tahunan yang menjadi sejarah bagi Padang Pariaman ini.

Dari 74 Nagari yang ikut Pilwana serentak banyak cerita suka dan duka yang ditemui dilapangan saat diamanahkan sebagai Tim tujuh dari Pengawas dari Padang Pariaman untuk pilwana serentak 4 April 2017.

Sebut saja Epro wandi (50 tahun) warga Nagari Anduriang, kecamatan 2x11 Kayu Tanam saat ditemui mengukapkan kekecewaanya karena tidak bisa memilih didomisili sendiri yakni di TPS 2 Nagari Anduriang, padahal Kartu tanda Penduduk( KTP) dan Kartu Keluarga (KK) ada dimilikinya dan sudah terdaftar pula di Dinas Pencatatan Penduduk Padang Pariaman.

"Saya sangat kecewa kepada Panitia Pendata Pemilih tidak cermat melakukan pendataan dilapangan " Main tembak di ateh kudo saja"  padahal saya memiliki syarat yang lengkap sebagai pemilih, kok tidak dapat surat untuk memilih ke TPS.

" Sebagai warga Negara yang baik, satu suara saya ini jelas-jelas sangat berpengaruh untuk kemajuan nagari, jika tidak tentu saya akan di anggap sebagai warga yang golput" tegasnya dengan nada tinggi.

Sementara itu,  Taslim ketua Tim 7 pengawas Pilwana Padang Pariaman yang saat itu ada dilokasi Nagari Anduriang, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam mengukapkan, bahwa kesalahan dalam mendata warga sangat vital akibatnya. Karena, bisa saja menghilangkan hak warga untuk memilih ke TPS.

Kejadian ini mesti menjadi pelajaran bagi panitia pilwana, jangan sampai ada lagi masyarakat yang mengadu ke TPS akibat tidak bisa memilih karena tidak mendapatkan surat untuk datang ke TPS padahal KK, KTP dimilikinya. Terang kadis Perhubungan ini.

Terpisah ketua Pimilihan wali nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayu tanam Doni (38 tahun) saat diskusi lepas dikantor nagari guguak membenarkan bahwa masih banyak warga yang tidak bisa memilih ke TPS, akibat saat petugas melakukan pendataan dirumahnya banyak pemilik rumah sedang diluar dengan kesibukan rutunitas masing-masing. Aktivitas itu baik bekerja sebagai petani maupun bekerja diperantaun.

" Penyebab banyak Warga yang tidak terdata saat pantarlih melakukan penyesuain data, karena masyarakat kita disibukan  beraktifitas diluar rumah maupun sedang merantau saat panitia melakukan pendataan dari daftar pemilih sementara ( DPS) ke Daftar pemilih tatap ( DPT) " imbuhnya.

Ia menyebutkan dilapangan masih banyak pemilih pemilih pemula ( SMA)  yang tidak dapat memberikan hak suaranya untuk datang ke TPS karena hari itu ada ujian nasional. Mestinya, pada hari pemilihan wali nagari diberikan solusi agar pemilih pemula kalangan pelajar bisa memberikan hak suaranya. .

Laporan : Heri Martoni

TerPopuler