KISAH Masyarakat Kampung Balimbiang dan Mimpi Pembangunan Jalan dan Jembatan”.

KISAH Masyarakat Kampung Balimbiang dan Mimpi Pembangunan Jalan dan Jembatan”.

Sabtu, 14 April 2018, 08.27.00
Inilah Jembatan Yang Dibangun Melalui Swadaya Masyarakat Semenjak Awal Oktober 2017. Pembangunan Jembatan ini dibantu Anggota TNI Serda Suharman yang sehari-harinya bertugas sebagai Babinsa di Nagari setempat ( Fhoto : RUDI YUDISTIRA )

Kamis Sore tanggal 12 April 2018, menelusuri sebuah perkampungan dengan mobil kijang milik salah seorang sahabat, dari Kota Pariaman menuju Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Perjalanan menempuh jarak 20 km dengan waktu setengah jam perjalanan. Memasuki jalan pemukiman 5 km dari jalan raya menelusuri Nagari Pilubang, sampai di sebuah gerbang masuk sekitar pukul 4 sore. Di sana di susul pria paroh baya berbaju loreng, bernama Serda Suharman, seorang Babinsa nan bertugas daerah itu. Tujuan utama adalah Kampuang Balimbiang Korong Duku, harus berjalan kaki sekitar 700 meter melintasi persawahan.

Dari jalan setapak menempuh pesawahan, gerimis datang menyambut, terpaksa berlari kecil ke lokasi. Meski demikian mengamati lingkungan sepanjang perjalanan hal sangat penting dilakukan, agar memahami situasi dan kondisi setempat. Dan selama perjalanan di pesawahan, terlihat badan jalan lebar dua meter. Berbeda di jalan pesawahan umumnya, hanya berjalan di atas pembatang. Di perlintasan jalan, terbentang kabel listrik hanya setinggi dada orang dewasa. Sedangkan tonggaknya mulai berkarat dan miring, seakan mau roboh. Kabel besar itu diduga memiliki arus volume cukup besar. Jelas hal tersebut dapat membahayakan keselamatan masyarakat yang  melintasi jalan tersebut.

Hampir menuju lokasi, kami dihadang sungai dengan jembatan separoh jadi. Untuk melintas, terpaksa memanjat dari sisi kiri jembatan dengan penuh hati-hati. Agar tidak mengalami kecelakaan dan terjatuh ke sungai, kami harus bergantian menaiki jembatan. Di akhir perjalanan, terdapat sebuah pondok persis di tengah sawah. Dihuni sebuah keluarga kecil nan sederhana.

Pondok buruk sekaligus ‘Lapau’ itu milik Bagindo Mansyur (77). Ia mengaku bersama istri dan anak-anaknya telah hidup belasan tahun di sana. Mereka menyuguhi ‘Teh Talua’ atau Teh Telur, salah satu minuman khas masyarakat Minang. Mie rebus pun dipesan, sebagai penganjal perut yang sudah terasa lapar. Sambil makan, bincang-bincang ringan pun dimulai.

“Sudah cukup lama kami tinggal di sini, dan hidup menafkahi keluarga sebagai petani. Walau miskin dan serba kekurangan, kami berjuang tanpa mengharapkan uluran tangan orang lain. Meski demikian, kami tetap memiliki sebuah harapan yang tidak dapat kami penuhi sendiri, bahkan kebutuhan masyarakat luas di dua kecamatan. Yaitu terwujudnya akses pembangunan jalan dan jembatan yang masih terbangkalai ini,” Terang Bapak bermata kabur itu.

Pria tua yang berdada terlanjang itu melanjutkan curahan isi hatinya, pembangunan jembatan ini dimulai sejak awal Oktober 2017 lalu. Dibangun melalui semangat gotong royong masyarakat dibantu Babinsa Serda Suharman. Setiap hari minggu masyarakat bersama-sama membangun jembatan. Sedangkan hari biasa, senin hingga sabtu dikerjakan dua orang tukang, dimonitor Anggota Kodim 0308 Pariaman ini. "Pembangunan jembatan berkat dana CSR 50 juta rupiah dari salah satu perusahan di Jakarta. Meski belum mencukupi, setidaknya dana itu menjadi awal dasar pembangunan jembatan dan kami bersyukur," kata Bagindo Mansyur.

Tak lama pembicaraan pun beralih kepada Babinsa Pilubang, Serda Suharman, duduk disebelah Bagindo Mansyur. Pria paroh baya itu berkata, “Jalan yang berada Kampuang Balimbiang Korong Duku ini salah satu jalan terdekat penghubung dua kecamatan, yakni Kecamatan Sungai Limau dengan Kecamatan V Koto Kampung Dalam. Jalan lingkar yang sudah ada sebelumnya, memiliki jarak tempuh sekitar 7 km dari Sungai Limau menuju V Koto Kampung Dalam.
Dibanding jalan dengan jembatan yang belum tuntas ini, hanya memiliki jarak tempuh 1 km saja”. Pembangunan selain dana CSR dari salah satu perusahaan di Jakarta 50 juta rupiah, sumbangan perantau 4 juta rupiah cukup memberikan nilai kebersamaan masyarakat.

Melalui (Via Telpon),  Sekretaris Camat Sungai Limau, Anton Wira Tanjung membenarkan pembangunan jembatan tersebut merupakan swadaya masyarakat bersama seorang Babinsa. “Jalan dan jembatan tersebut akses terdekat yang cukup penting dibangun. Selain ratusan masyarakat Kecamatan Sungai Limau dengan Kecamatan V Koto Kampung Dalam, ada puluhan hektar lahan pertanian dan puluhan pelajar membutuhkan jalan tersebut,” Terang Anton.

Sekitar 2 km jalan di Korong Duku itu membutuhkan sentuhan pembangunan. Termasuk jembatan yang sudah dibangun masyarakat. 1 km diantaranya jalan pesawahan, sempat diperlebar badan jalannya melalui gotong royong beberapa tahun yang lalu. Akibat tidak adanya anggaran pembangunan, harapan tersebut belum dapat terwujudkan. “Padahal permintaan masyarakat Korong Duku itu sudah dimasukan dalam Musrembang Kecamatan 2018, namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari Legislatif dan Eksekutif memasukan jalan dimaksut ke dalam APBD,” Tuntas Sekcam Sungai Limau tersebut.

Jembatan itu menyisakan pembangunan yang belum usai. Setidaknya sudah dilewati pejalan kaki walau aman untuk dilintasi. Masyarakat sangat berharap pembangunan dilanjutkan, hingga akses jalan dan jembatan ini dapat dimanfaatkan oleh ratusan masyarakat yang hendak melintas Kecamatan Sungai Limau maupun V Koto Kampung Dalam. Baik untuk pejalan kaki maupun kendaraan roda dua dan roda empat. (Rudi)

TerPopuler