Surau Baleri di Tanjung Mutuih, Berusia Lebih Dari Satu Abad, Kondisinya Butuh Perhatian Semua Pihak - BANGUN PIAMAN.COM : Portal Berita Online

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 12 Januari 2019

Surau Baleri di Tanjung Mutuih, Berusia Lebih Dari Satu Abad, Kondisinya Butuh Perhatian Semua Pihak

Surau Baleri, Merupakan Surau Bersejarah di Tanjuang Mutuih Nagari Koto Dalam Barat, Butuh Perhatian dan Bantuan Semua Pihak ( Fhoto : Yahya )
Padang Sago, BANGUNPIAMAN.COM--Surau Baleri berusia ratusan tahun yang terletak di Korong Tanjung Mutuih, Nagari Koto Dalam Barat Kecamatan Padang Sago ternyata masih berdiri kokoh

Menurut informasi yang diperoleh wartawan www.bangunpiaman.com Yahya, surau ini mulai berdiri semenjak abad ke-18. Dari fisik bangunan dan atap bangunan surau tua ini diperkirakan sudah berumur lebih dari satu abad

Kepada wartawan Buyung Ondok yang merupakan Imam Masjid Raya Sungai Pua Tanjung Mutuih, Sabtu (12/01/2019) membenarkan usia surau tersebut lebih dari satu abad, walaupun tidak ada dokumen tahun pendirian surau tersebut.

Meski telah berusia lebih dari seratus tahun,namun surau ini masih berdiri kokoh. Buyung Ondok yang juga merupakan pengurus surau ini menerangkan bahwa belum ada material bangunan yang diganti.

"Hanya dinding yang terbuat dari palupuah
(buluh bambu yang di anyam) di tambah lapisannya pada tahun 1980. Sementara tiang utama yang yang disebut macu masih kokoh dan awet. Begitu juga dengan tiang penyangga lainnya. Awetnya material bangunan surau ini dikarenakan pemilihan bahan material yang teliti," ulasnya.

Surau ini sampai sekarang masih melakukan aktifitas sebagaimana surau lainnya,sholat lima waktu,kegiatan bulan ramadhan serta pengajian mingguan.

Di surau yang berukuran 7 X 7 m persegi ini juga diadakan sembayang 40.yaitu shalat berjamaah yang dulaksanakan selama 40 hari berturut - turut dengan tidak ada putus sekali waktu pun dari setiap peserta jamaah. Dengan arti kata  surau tuo ini masih aktif meski dengan sarana yang minim.

Meski sudah berdiri lebih dari satu abad yang telah banyak melahirkan para imam masjid. Ternyata surau tuo ini belum dialiri listrik, tidak memiliki tempat berwudu' yang memadai. Akibat tidak adanya tempat berwudu' yang representatif terpaksa jemaah berwudu' pada sungai kecil

Jika hujan datang maka jamaah sangat kesulitan intuk berwudhu karena jarak antara sungai dan surau berkisar 70 meter serta pada musim kemarau airnya sangat dangkal.

Ketika dikonfirmasi kepada pengurus Buyung Ondok mengenai belum adanya tempat berwudu'. Dia menyebutkan belum dibangun karena tidak adanya kas surau dan donatur yang membantu pembangunan surau ini.

Surau tang berasitektur kuno minangkabau seperti ini sudah mulai langka di Padang Pariaman. Jika cagar budaya seperti ini tidak dilestarikan maka akan terancam punah. Perlu kiranya perhatian semua pihak serta sentuhan donatur, agar surau tua penuh sejarah ini tidak hilang begitu saja, karena tidak adanya perawatan

Pewarta : Yahya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Post Top Ad