180 Orang Ibu-Ibu di Kota Pariaman Mendapat Pelatihan Kembangkan Produk Rajutan

180 Orang Ibu-Ibu di Kota Pariaman Mendapat Pelatihan Kembangkan Produk Rajutan

Senin, 01 April 2019, 21.35.00
Pariaman, BANGUNPIAMAN---Sebanyak 180 orang ibu-ibu dari enam desa dilatih mengembangkan produk rajutan. Dalam sambutannya di Balairung Walikota Pariaman, Senin 1/4 Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan bahwa produk rajutan bisa menjadi produk unggulan Kota Pariaman.

"Kota Pariaman adalah daerah tujuan wisata. Pada Tahun 2018 kunjungan wisatawan mencapai mencapai angka tiga juta. Dengan kunjungan wisatawan yang tinggi ini seharusnya meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

"Ternyata kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman beum berdampak signifikan terhadap perekonomian pelaku UMKM di Kota Pariaman, sehingga perlu kita bina lagi pengrajin rajutan agar bisa menghasilkan rajutan yang bisa dibeli oleh pengunjung wisata," sambungnya.

Selain pelatihan berbasis keahlian, Genius juga menyampaikan bahwa pengrajin harus juga dibekali ilmu menajemen usaha dan permodalan.

"Disamping pelatihan merajut, ibu-ibu ini juga harus dilengkapi dengan ilmu menajemen keiwirausahaan dan cara mendapatkan permodalan ke perbankan. Hal ini penting karena akan ada pengrajin yang terkendala dengan cara berusaha yang baik dan cara mendapatkan modal melalui bank,"ungkapnya lagi.

Pada kesempatan yang sama juga hadir Staf Khusus Kemendes PDTT RI, Feby Dt.Bangso menyampaikan, selama empat tahun dana desa banyak digunakan untuk infrastruktur di desa seperti pembangunan gedung paud, embung, pembangunan kantor desa, jalan desa dan sebagainya.

"Namun Tahun 2019 ini akan difokuskan pada pengembangan SDM di desa dan pengembangan ekonomi desa. Dana desa bisa diberikan kepada kelompok pengrajin di desa. Ada 10 orang dalam satu kelompok bisa dibantu permodalannya untuk kelompok rajutan misalnya,"ujar putra Minang itu.

"UMKM juga bisa menjadi salah satu unit usaha pada Bumdes. Bumdes bisa membantu penjualan produk-produk UMKM di desanya, sehingga Bumdes juga memikirkan sosial benefit, seperti bekerjasama dengan pihak lain untuk membantu penjualan produk," jelasnya.

Sementara itu Kadis Perindagkop dan UKM, Gusniyeti Zaunit melaporkan bahwa pelatihan yang diikuti 180 orang itu dilaksanakan selama tiga hari di sentra rajutan Desa Taluak, Marunggi, Sikabu, Sei.Kasai dan Balaikuraitaji serta sentra sulaman timbul di Desa Pakasai.

Pengembangan produk rajutan bisa berupa souvenir, peralatan rumah tangga,  mukena, jilbab dan produk turunan lainnya. Kegiatan dilaksanakan pada tgl 2 4 dan 5 April 2019.

(rel/ harsyi warsilah)

TerPopuler