Bupati Ali Mukhni Prihatin, Warisan Engku M.Sjafe'i, INS Kayu Tanam Alami Kemunduran

Bupati Ali Mukhni Prihatin, Warisan Engku M.Sjafe'i, INS Kayu Tanam Alami Kemunduran

Rabu, 28 Agustus 2019, 19.15.00
Bupati Ali Mukhni Tanggapi Tulisan Mestika Zed Tentang Engku Sjafe'i ( Fhoto : Humas)

PADANG---- Bupati Padang Pariaman Drs. H. Ali Mukhni diberi kehormatan menjadi penanggap tulisan Prof. Mestika Zed tentang Jejak Pemikiran Pendidikan Engku Sjafe'i dan INS Kayu Tanam dalam sebuah gelaran Seminar Nasional Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 Provinsi Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran Sumbar, Padang (27/08).

Selain Ali Mukhni, turut menjadi penanggap sejarawan Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, mantan Bupati Solok Syamsu Rahim dan Ketua DHD BPK 45 Provinsi Kalimantan Barat Syafruddin.

Seminar nasional yang digelar DHD BPK 45 Sumbar mengiringi acara Pelantikan Pengurus DHD BPK 45 Sumbar oleh mantan Wapres RI Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno.

Pada kesempatan memberi tanggapan tulisan Mestika Zed, Ali Mukhni mengapresiasi sejarawan terkenal dari UNP itu yang telah mengulas secara baik kiprah dan jejak sejarah tokoh pendidikan yang telah melahirkan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam.

"Engku Sjafe'i telah ikut mengharumkan nama daerah Padang Pariaman. Kayu Tanam semakin dikenal karena ada INS di situ. Setiap orang mengulas kiprah Engku Sjafe'i nama Kayu Tanam dan Padang Pariaman ikut disebut," ujar Ali Mukhni.

Ali Mukhni membenarkan apa yang ditulis Mestika Zed tentang pemikiran pendidikan Engku Sjafe'i yang melampui zamannya.

"Pemikiran pendidikan Engku Sjafe'i modern dalam zaman yang belum modern," kata Ali Mukhni mengulang kalimat Mestika.

Pemikiran pendidikan Engku Sjafe'i, kata Ali Mukhni menyambung, berbeda dengan pendidikan zaman sekarang. Engku Sjafe'i mengajarkan kejujuran, akhlak, moral dan keterampilan yang sesuai dengan adat istiadat, budaya dan tradisi di Minangkabau. "Suatu konsep yang komprehensif dibandingkan sistim pendidikan sekarang," hemat Ali Mukhni yang pernah jadi guru itu.

Ali Mukhni kemudian mengajak seluruh stake holder untuk ikut memikirkan dan mempedulikan kondisi warisan Engku Sjafe'i di Kayu Tanam yaitu INS Kayu Tanam.

"Kondisi INS Kayu Tanam dari tahun ke tahun semakin mundur dan sulit berkembang dihadapi perkembangan dunia pendidikan. Pemkab Padang Pariaman pernah membantu memberikan beasiswa kepada siswa INS, namun tentu sesuai kesanggupan. Untuk itu, mari bersama-sama ikut memikirkan pembangunan INS," harap Bupati yang digadang-gadang sebagai calon kuat Gubernur Sumbar itu.

"Walau INS berada di wilayah Kabupaten Padang Pariaman namun tentu membutuhkan perhatian semua pihak yang peduli dengan dunia pendidikan dan warisan berharga Engku Sjafe'i," tutup Ali Mukhni.

Rel/Wis

TerPopuler