Nagari Anduriang dan Campago Ikuti Sosialisasi Desa Tangguh Bencana

Nagari Anduriang dan Campago Ikuti Sosialisasi Desa Tangguh Bencana

Senin, 19 Agustus 2019, 16.18.00
Sekda Padang Pariaman Jonpriadi, Saat Membuka Sosialisasi Desa Tangguh Bencana, Senin 19 Agustus 2019 ( Foto : Humas)

PARIT MALINTANG, BANGUNPIAMAN.COM--- Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman H. Jonpriadi, SE, MM buka acara Sosialisasi Desa Tangguh Bencana untuk Nagari Anduring dan Campago di Kabupaten Padang Pariaman, di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman, Senin (19/08/2019).

Turut hadir Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Provinsi Sumatra Barat H. Erman Rahman, SE, M.Si, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Padang Pariaman Budi Mulya, ST, M.Eng, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Syahrazal Jamil, SH, MH, Kasubid Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sumatera Barat Suryadi, S.Kom, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Camat 2 x 11 Kayu Tanam Syamsunar BA, Camat V Koto Kampung Dalam Khairul Nizam, S.Pi, MM dan peserta sosialisasi.

Sekda berterimakasih kepada semua pemangku perencanaan atas kerjasama yang kokoh sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Sosialisasi dan pemahaman tentang bencana perlu dilakukan agar masyarakat tahu tentang tanda-tanda adanya bencana.

"Kabupaten Padang Pariaman merupakan daerah rawan bencana karena dialiri oleh 11 sungai yang berpotensi terjadinya banjir. Padang Pariaman berada di daerah rawan gempa contohnya saja pada kejadian gempa 2009, meskipun pusat gempa di Kota Pariaman namun daerah yang paling banyak terkena gempa dan jumlah korban terbanyak di Kabupaten Padang Pariaman. Oleh karena itu perlunya sosialisasi bagi masyarakat agar dapat mengetahui Dan paham tentang kebencanaan," tambahnya.

"Ketika terjadinya bencana hendaknya pendistribusian bantuan dilakukan dengan bijak sehingga masyarakat dapat menerima bantuan dengan semestinya," tandasnya.

Sekda berharap kepada peserta sosialisasi agar dapat saling berbagi informasi terutama tentang sikap yang harus diambil ketika terjadi bencana.

"Hal yang paling penting untuk disosialisasikan ketika terjadinya bencana sebaiknya masyarakat tidak menggunakan kendaraan roda empat karena hanya akan menimbulkan kemacetan," ujarnya mengakhiri.

Senada dengan itu Kasubid kesiapsiagaan BPBD Suryadi, S. Kom selaku ketua pelaksana melaporkan bahwa peserta sosialisasi adalah masyarakat yang berada di Nagari/Desa/Kelurahan yang akan terkena dampak langsung bencana, dan sekaligus sebagai pelaku langsung yang akan merespon bencana di sekitarnya.

"Kabupaten Padang Pariaman dipilih menjadi salah satu Kabupaten/Kota yang akan dilakukan pembentukan Dan pembinaan Nagari/Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Nagari yang diusulkan oleh BPBD Kabupaten Padang Pariaman adalah Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam dan Nagari Anduriang Kecamatan 2X11 Kayu Tanam," ujarnya.

"Tujuan dari kegiatan ini yakninya tersosialisasikannya program Nagari/Desa/Keluarahan Tangguh Bencana dan tersampaikannya informasi dan edukasi kebencanaan terkait upaya pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat," tambahnya.

"Sasaran dari kegiatan ini yakninya Kelompok Siaga Bencana (KSB), perangkat Nagari, OPD Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman Dmdan BPBD Kabupaten Padang Pariaman. Metodologi pelaksanaan kegiatan ini prestasi dan diskusi," ujarnya mengakhiri. (rel/wis)

TerPopuler