Wabup Suhatri Bur Apresiasi Seminar Adat Yang Digelar Ikatan Mahasiswa Sintuak Toboh Gadang

Wabup Suhatri Bur Apresiasi Seminar Adat Yang Digelar Ikatan Mahasiswa Sintuak Toboh Gadang

Minggu, 29 September 2019, 19.36.00
Ikatan Mahasiswa Sintuak Toboh Gadang Fhoto Bersama Dengan Nara Sumber Makanan Katik ( Fhoto : Humas)

SINTOGA--- Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur memberikan apresiasi kepada Ikatan Mahasiswa Sintuak Toboh Gadang (Imasintoga) yang mampu menumbuhkembangkan dan menggali nilai-nilai adat Minangkabau melalui seminar adat  yang bertemakan, Duduak Basamo Salingka Nagari Sarato Mambumikan Koto Nan Ampek.

Ini menunjukkan mahasiswa Sintuak Toboh Gadang tetap peduli dengan nagarinya.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur saat membuka seminar adat  yang diselenggarakan Imasintoga, Sabtu (28/9/2019) malam di laga-laga Simpang Tigo Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Kabupaten Padang Pariaman.

Seminar dengan menghadirkan pembicara tunggal Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto yang lebih dikenal Mak Katik, dihadiri anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat Firdaus, Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman Topik Hidayat, Ketua KAN Sintuk Ir. Eddy Rinaldi, Dt. Rangkayo Basa, Ketua KAN Toboh Gadang Zaidir A S.Pd, Dt. Maharajo Dirajo, walinagari, walikorong,  tokoh ulama, tokoh masyarakat dan mahasiswa se-Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.


Menurut Suhatri Bur, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menilai sudah banyak kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa dan pemuda, yang tidak tahu, tidak paham dengan kato nan ampek ini. Sehingga seminar adat ini patut menjadi contoh bagi mahasiswa di kecamatan lainnya di Kabupaten Padang Pariaman.

Dikatakan Suhatri Bur, dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman, Imasintoga merupakan organisasi mahasiswa tingkat kecamatan yang kedua setelah Ikatan Mahasiswa Kecamatan Sungai Geringging dan Sekitarnya (IMKES) yang aktif melaksanakan kegiatan positif.

Sama seperti IMKES, Imasintoga berisikan mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, tapi tetap memiliki wadah bersama di kecamatannya.

“Untuk itu, kita akan dorong kecamatan lain  membuat wadah yang sama sehingga mahasiswa tersebut juga bisa menggelar kegiatan yang bermanfaat ini. Karena di sini hadir Camat 2 x 11 Kayu Tanam, maka didorong untuk segera mewujudkan ikatan mahasiswa 2 x 11 Kayu Tanam,” kata Suhatri Bur.

Selain itu, kata Suhatri Bur, terselenggaranya kegiatan ini juga menunjukkan adanya kekompakkan umara, ulama, ninik mamak dan diikuti bundo kanduang di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.

Sehingga kenyamanan dalam kehidupan banagari di Sintuak Toboh Gadang bisa terwujud.
Karenanya, kata Suhatri Bur, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sangat mensuport kegiatan seminar adat ini.

 Apalagi diprakarsai oleh mahasiswa yang belakangan ini hanya disorot menggelar aksi demo di berbagai daerah.A “Demo mahasiswa silakan saja. Karena memang diatur undang-undang dan hak mahasiswa. Tapi jangan sampai merusak fasilitas umum yang dibiayai dari uang rakyat sendiri,” kata Suhatri Bur menambahkan.

Suhatri Bur juga mengingatkan mahasiswa yang tergabung dalam Imasintoga agar jangan sampai mau diadu domba oleh pihak tertentu. Apalagi di tahun politik yang banyak pihak ingin meraih keuntungan. “Tahun 2019 ini baru saja berlalu suasana panasnya tahun politik.

Di Padang Pariaman tahun 2020 juga tahun politik, yakni pemilihan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman. Imasintoga jangan sampai diadu domba nantinya,” kata Suhatri Bur mengingatkan.

Pemateri seminar adat Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto,  minta Imasintoga untuk mengaktifkan dan membentuk remaja masjid di masing-masing korong. Ajak kembali anak-anak remaja untuk kembali meramaikan masjid, surau  dan mushalla dengan kegiatan wirid remaja dan shalat berjamaah.

Mak Katik sapaan akrab Musra Dahrizal juga menyoroti pelaminan pengantin saat pesta pernikahan yang sekarang banyak di halaman rumah, bahkan di jalan sekalipun.

Ini keliru. Seharusnya pelaminan itu di dalam rumah pengantin. Kalaupun terpaksa di luar rumah atau di gedung,  tapi tetap saja pelaminan  lebih kecil ada dalam rumah.

Ketua Imasintoga Khairul Arif melaporkan, Imasintoga berdiri tahun 2017 beranggotakan  mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Kota Padang, Pariaman, Padang Pariaman dan kota lainnya di Indonesia.

TerPopuler