Wawako Pariaman Mardison Mahyuddin Canangkan GENS KOPAR

Wawako Pariaman Mardison Mahyuddin Canangkan GENS KOPAR

Jumat, 20 September 2019, 16.22.00
Wakil Walikota Pariaman Mardison Tanda Tangani Komitmen Bersama ( Fhoto : Harsyi Warsilah)

PARIAMAN--Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyudin membuka secara resmi pencanangan dan sosialisasi GENS KOPAR ( gerakan pernikahan sehat kota Pariaman ) di aula Balaikota Pariaman Jum'at (20/9/2019).

" Pada hari yang penuh berkah ini tepatnya pada hari Jumat tanggal 20 September ini kita sudah sepakat dan berkomitmen mencanangkan kegiatan tes pranikah bagi pengantin baru," kata Mardison Mahyuddin

Pengantin generasi ke depan adalah generasi yang bahagia generasi yang mungkin sesuai dengan konsep pemerintah pusat yaitu SDM  unggul negaranya negara maju.

"Inilah upaya kita sehingga nanti dalam komitmen ini akan dilaksanakan oleh pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Agama Sebelum melaksanakan menikah harus ada sertifikat," ulas Mardison.

Fhoto Bersama Usai Pencanangan GEN KOPARS ( Fhoto : Harsyi Warsilah)

Menurut Wawako, pengantin baru  yang akan menikah wajib melakukan pemeriksaan di rumah sakit atau puskesmas yang terdekat. Tujuannya adalah salah satu antisipasi bagi masyarakat kita untuk menghalangi dan menghambat berkembangnya penyakit menular

" Sehingga generasi sehat kedepannya. Kita sudah melihat datanya dari 2009 sampai sekarang itu ada 51 kasus yang terjebak dengan penyakit HIV dari 51  kasus itu 29 orang adalah orang Pariaman selebihnya orang pendatang," ulasnya.

Ditambahkannya, dari 29 itu 13 diantaranya sudah meninggal. Untuk mengantisipasi pergaulan bebas Kota Pariaman sudah melahirkan peraturan daerah anti LBGT.

" Sekarang kita sudah cenangkan artinya ke depan juga sudah kita sudah buat komitmen dan wajib walaupun di dalam agama adalah diperbolehkan mubah. Namun kita pemerintah daerah bersama pemerintah mewajibkan bagi seluruh kalau tidak mendapat sertifikat maka pernikahan akan ditunda," ulasnya.

Menurut Mardison, enam bulan sebelum nikah melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau rumah sakit. Tujuannya kalau terindikasi penyakit akan bisa diobati. Jika tidak kunjung sembuh maka akan diserahkan pada individu yang bersangkutan.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman M. Nur mengatakan, Gerakan Pernikahan Sehat perlu dilakukan agar generasi kedepannya lebih sehat dan lebih cerdas.

"Gebrakan ini dilakukan untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Bagi yang akan nikah wajib memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu, " tambahnya

Pewarta : Harsyi Warsilah

TerPopuler