Mardison Mahyuddin Pimpin Peringatan HUT KORPRI Ke-48 dan HUT PGRI Ke-74 Tingkat Kota Pariaman

Mardison Mahyuddin Pimpin Peringatan HUT KORPRI Ke-48 dan HUT PGRI Ke-74 Tingkat Kota Pariaman

Jumat, 29 November 2019, 15.49.00
Fhoto Bersama Usai Upacara. Fhoto : Harsy Warsilah

PARIAMAN---Memperingati HUT KORPRI ke-48, HUT PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional Tahun 2019, Pemerintah Kota Pariaman melaksanakan upacara di Halaman Balaikota Pariaman Jumat, (29/11/2019).

Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin bertindak sebagai inspektur upacara bendera kemudian membacakan sambutan Presiden Joko Widodo penasehat nasional Koorpri pada ulang tahun ke-48 KORPRI Tahun 2019.

“ Korpri adalah abdi negara yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, untuk memastikan negara hadir di seluruh penjuru tanah air. Dalam menghadapi perubahan dan persaingan yang sengit, kita tidak boleh takut," ulasnya.

" Kita harus menghadapi persaingan itu dengan cata-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru. Kecepatan, kreativitas dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain, “ Lanjutnya.

Presiden Jokowi mengajak seluruh Anggota KORPRI untuk terus menerus bergerak mencari terobosan, terus menerus melakukan inovasi.

Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi.

Orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasilnyata. Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi.

Bahkan saya sudah minta eselon 3 dan 4 untuk ditiadakan, sehingga pengambil keputusan bisa lebih cepat.

Halaman yang pahit harus kita lakukan. Karena di era persaingan antarnegara yang semakin sengit seperti saat ini jika kita lambat, kita pasti tertinggal. Karena itu ukurannya adalah bukan lebih baik dari sebelumnya tapi lebih baik dari negara lain yang menjadi saingan kita.

Sementara sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim dalam rangka Hari Guru yang juga dibacakan oleh Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin menyampaikan tugas guru adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi. Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

“ Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama, “ jelasnya.

Usai upacara ini sekaligus dilaksanakan pemberian hadiah tarik tambang tingkat TK, SD/MI, SLTP dan SLTA se Kota Pariaman dalam rangka hari Guru Nasional Tahun 2019 dan pemberian bantuan uang pensiun PNS se Kota Pariaman periode Juli s.d Desember 2019 dalam rangka HUT KORPRI ke-48 tahun 2019 sebanyak 27 orang.


Pewarta : Harsyi Warsilah

TerPopuler