Jembatan Unik Beratap di Korong Pauh Manis Nagari Koto Dalam Selatan Padang Sago, Butuh Perbaikan -->

Jembatan Unik Beratap di Korong Pauh Manis Nagari Koto Dalam Selatan Padang Sago, Butuh Perbaikan

Minggu, 16 Februari 2020, 16.30.00
Agar Tidak Membahayakan Masyarakat Korong Pauh Manis Nagari Koto Dalam Selatan Terpaksa Memperbaiki Jembatan Beratap Ini Secara Swadaya. Fhoto : Yahya Efendi

PADANG SAGO---Kecamatan Padang Sago terdiri dari perbukitan. Beberapa sungai besar dan kecil membelah nagari-nagari di kecamatan ini.

Salah satunya di nagari Koto Dalam Selatan tepatnya di Korong Pauh Manis terdapat sebuah sungai bernama sungai Batang Piaman.

Di korong ini terdapat 2 jembatan. Yang satu menghubungkan dengan korong Rukam masih nagari yang sama, jembatan yang satunya menghubungkan ke korong Padang Kabau Nagari Koto Dalam.

Jembatan yang menghubungkan ke korong Rukam sudah permanen yang di bangun Padang pada tahun 2017 dengan dana APBD kabupaten Padang Pariaman.

Walinagari Koto Dalam Selatan Masywarah Ikut Bersama Masyarakat Bergotong-Royong Memperbaiki Jembatan Beratap di Korong Pauh Manis. Fhoto : Yahya Efendi

Sementara jembatan yang menghubungkan ke  Nagari Koto Dalam keadaannya sangat memprihatinkan.

Jembatan tersebut hanya terbuat dari kayu dan saat ini lantainya sudah banyak yang lapuk,sehingga mengkhawatirkan untuk dilalui.

Namun demikian masyarakat tetap melaluinya karena ini akses tercepat menuju pusat kecamatan dan juga pasar Padang Sago.

Karena kondisi yang rawan untuk dilalui ini maka masyarakat korong Pauh Manis mencoba memperbaiknya secara gotong royong dan swadaya.

Goro yang pagi tadi Minggu 16/02/2020 dihadiri masyarakat Pauh Manis dan wali nagari Koto Dalam Selatan beserta perangkanya.

" Jembatan ini akses tercepat menuju pusat kecamatan dan pasar Padang Sago, karena itu masyarakat mau bergotong royong memperbaikinya," kata Maswarah. SE Wali Nagari Koto Dalam Selatan.

Maswarah menjelaskan, jembatan ini sudah di bangun sepuluh tahun lebih secara swadaya oleh masyarakat,karena terbuat dari kayu maka sekarang materialnya sudah banyak yang lapuk, terutama lantai jembatan.

Pada goro kali ini masyarakat memperbaiki tiang penyangga serta lantai yang sudah patah. Meski demikian tetap saja jembatan yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua  ini tidak layak untuk dilalui.

" Masyarakat disini sangat berharap jembatan ini bisa di perbaiki hingga nyaman untuk dilalui," lanjut Maswarah.

Jembatan ini dulunya adalah jembatan gantung,karena rusak masyarakat mengantinya pada sepuluh tahun yang lalu menjadi seperti yang sekarang ini.

Selain karena merupakan akses terdekat ke pusat kecamatan, keunikan jembatan ini membuat masyarakat sangat berharap untuk bisa diperbaiki.

Pewarta : Yahya Efendi

TerPopuler