Mengenal Lebih Dekat dr.Jasneli.Mars, Juru Bicara Covid-19 Padang Pariaman -->

Mengenal Lebih Dekat dr.Jasneli.Mars, Juru Bicara Covid-19 Padang Pariaman

Jumat, 07 Agustus 2020, 15.04.00
dr,Jasneli.Mars. Fhoto Dok.Humas Padang Pariaman

COVID-19 menjadi masalah besar di seluruh belahan dunia yang terjadi mulai dari akhir tahun kemarin. Dalam mengatasi masalah ini, pemerintah tak bisa bekerja sendiri dan harus bekerja sama dengan berbagai kalangan masyarakat.

Petugas medis menjadi garda terdepan untuk menghadapi Covid-19 ini, semakin banyaknya kasus dan pasien yang terinfeksi Covid-19, semakin berat juga perjuangan para pahlawan medis ini.

Tanggal 26 Maret 2020 setelah menerima hasil kasus pasien Covid-19 pertama di Kabupaten Padang Pariaman.

Disinilah dimulainya perjuangan juru bicara Covid-19 Kabupaten Padang Pariaman yakninya dr. Jasneli, MARS bekerjasa dengan seluruh tim kesehatan langsung bertindak untuk penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman.

“Kasus terkonfirmasi pertama di Kabupaten Padang Pariaman yaitu pada tanggal 26 Maret 2020, pada hari itu juga bersama dengan seluruh tim kami langsung menuju rumah pasien dan melakukan tracing dan langsung melakukan isolasi terhadap pasien serta melakukan tracing pada daerah sekitar rumah pasien,”terang ASN yang diangkat tahun 2006 ini.

Pada saat diwawancarai buk je sapaan akrabnya ini mengatakan selama perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman Ia bersama tim kesehatan lainnya telah melakukan swab terhadap 3.650 masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman termasuk tracing atau pelacakan kasus.

“Salah satu upaya untuk mengetahui berapa persentase perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman sesuai dengan arahan Kepala Labor Unand dr. Andani maka kita melakukan survei cepat,”sambungnya

Ia juga menyebutkan pada saat ditemukannya kasus, bermacam ragam penyelesaiannya karena harus dipastikan kesembuhan pasien dan benar-benar bebas dari infeksi Covid-19 yang dinamakan dengan konfersi dua kali negative, dan adapula pasien yang sembuh sebelum 14 hari dan yang paling lama enam puluh hari.

Namanya pandemi kiat tidak mengetahui kapan datangnya sehingga dalam penanganan Covid-18 di Kabupaten Padang Pariaman kami bersama tim kesehatan lainnya menemukan beberapa tantangan diantaranya ketidaksiapan Sumber Daya Manusia  dan anggaran termasuk kesiapan untuk tempat karantina.

"Untungnya saja kita di Kabupaten Padang Pariaman diberikan dukukungan oleh Pemerintah Provinsi dalam penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman," ulasnya.

Tidak hanya itu tantangan lain juga berasal dari masyarakat  dimana sebagaian masyarakat tidak menerima hasil dari tes swab anaknya bahkan pernah dikatakan bahwasanya kami memfintanah keluarganya terhadap hasil tes tersebut.

"Untungnya setelah diberikan pengertian dan sosialisasi mereka paham terhadap kasus ini dan mau menyerahkan keluarganya untuk diisolasi”tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariman ini

Ia juga mengatakan untuk mempermudah penangan kasus Covid-19 ini sangat diperlukan dukungan dan komitmen lintas sektor.

Karena dalam permasalahan ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, tidak hanya dari pemerintah saja komitmen masyarakat juga sangat penting serta kejujuran perjalanan juga diperlukan.

Sebagai garda terdepan dalam penangan Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman banyak hal yang dikorbankan oleh seorang Jasneli terutama pengorbanan waktu bersama keluarga.

“Selama menjalani tugas sebagai juru bicara Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman keluarga sangat mendukung dan tidak pernah mengeluh atas kesibukan yang dmiliki saat ini,alhamdulillah keluarga di rumah tidak pernah menuntut dan selalu memberikan semangat dalam menjalankan pekerjaan ini, karena mereka juga mengerti dengan profesi buk je,”ujar ibu tiga orang anak ini dengan menitiskan air mata.

Semenjak hasil kasus pertama di Kabupaten Padang Pariaman diterima hingga dua bulan setelah itu Ia selalu siap selama 24 jam dalam bertugas baik itu secara langsung maupun via telfon hingga suatu ketika ia merasa trauma dengan bunyi telfon takutnya ada penambahan kasus terpapar Covid-19  di Kabupaten Padang Pariaman.

“Untungnya bu je memiliki tim yang solid dan tangguh serta selalu siap setiap dibutuhkan tanpa kenal waktu, sehingga dalam penanganan prosesnya dapat berjalan lancar sesuai yang diinginkan,”sambungnya

Hingga saat ini dr. Jasneli beserta tim masih tetap bekerja keras dalam untuk menyelesaikan  kasus Covid-19 di Kabupaten Padang Pariamana

Dr. Jasneli ASN Padang Pariaman sebagai garda terdepan yang terus berupaya menyelesaikan kasus Covid-19 Kabupaten Padang Pariaman tanpa kenal lelah dan waktu.

Meskipun harus mengorbankan keluarga namun ia tetap siap dan tetap bergerak demi kesembuhan masyarakat, demi keselamatan bersama serta tetap kuat dan tetap tegar untuk menjalanakan amanah yang telah diberikan. (**/)

TerPopuler