Camat Ulakan Tapakis Diwakili Kasi Trantib Anesa Satria Resmi Menutup Pelatihan Berbasis Kompetensi di Nagari Padang Toboh Ulakan -->

Camat Ulakan Tapakis Diwakili Kasi Trantib Anesa Satria Resmi Menutup Pelatihan Berbasis Kompetensi di Nagari Padang Toboh Ulakan

Senin, 21 Desember 2020, 19.40.00
Fhoto Bersama Usai Penutupan Pelatihan. Fhoto : Istimewa


ULAKAN TAPAKIS--- Dalam rangka mengurangi pengangguran dan memberikan kesempatan berusaha maupun bekerja, serta memberikan keterampilan dengan meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya di Nagari Padang Toboh Ulakan kecamatan Ulakan Tapakis kabupaten Padang Pariaman.


UPTD BLK  Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Padang Pariaman telah melaksanakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) kejuruan Asisten Pembuat Pakaian.


Kegiatan tersebut digelar di Kantor Wali Nagari Padang Toboh Ulakan pada Senin (21/12) dilaksanakan penutupan. Penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi dilakukan Camat Ulakan Tapakis yang diwakili oleh Kasi Trantib. Anesa Satria, SH.MM. 


Terlihat hadir dalam acara tersebut Wina Adila, SE. dari UPTD BLK, Wali Nagari Bakhri, Sekertaris Nagari Yasnita dan peserta pelatihan sebanyak 16 orang.


Pelatihan dengan Program Mobile Training Unit (MTU) ini dilaksanakan selama sebulan (10 November - 10 Desember 2020) bertempat di lokasi yang memadai dan mudah dijangkau oleh peserta. 


Selama mengikuti pelatihan, para peserta diberikan uang saku, transportasi dan konsumsi serta disediakan seragam pelatihan.


Selaku penanggung jawab kegiatan, Wina Adila dalam laporan penyelenggaraan menyampaikan. Nahwa anggaran pelatihan ini berasal dari DIPA BLK Padang Tahun 2020, sebagai pelaksana UPTD BLK Padang Pariaman. 


Dia menjelaskan tujuan dari PBK adalah untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja, kemampuan dalam memahami kompetensi dan meningkatkan kualitas dan produktivitas angkatan kerja.


"Dalam tahun ini, ada 2 lokasi yang ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan Program MTU di Kabupaten Padang Pariaman. Yaitu di Nagari Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sarik dan di Nagari Padang Toboh Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis. Alhamdulillah, kedua pelatihan itu sudah selesai dengan baik dan para peserta juga telah memperoleh keterampilan  dalam membuat pakaian. Semoga ilmu yang diperoleh, bisa bermanfaat bagi peserta dalam meningkatkan ekonomi keluarga," ulas  Wina Adila yang akrab disapa Nila itu.


Sementara itu Wali Nagari Padang Toboh Ulakan Bakhri mengucapan terima kasih kepada BLK Padang dan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Padang Pariaman. 


Karena warganya telah diberikan ketrampilan kompetensi  menjahit pakaian serta memberikan dorongan kepada para peserta yang kebetulan semua warga nagarinya dengan menyediakan mesin jahit dari anggaran nagari. 


Agar ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat bagi peserta dan keluarganya dalam membantu ekonomi.


"Agar keterampilan yang dimiliki bisa langsung digunakan ditengah masyarakat, Pemerintah nagari siap memfasilitasi pengadaan mesin jahit. Nanti mekanismenya akan kita sesuaikan dengan aturan yang berlaku. Apakah nanti pengadaannya berbentuk bantuan langsung, dicicil atau akan dikelola oleh kelompok, itu tidak masalah," ulas Bakhri.


Senada dengan itu, Anesa Satria yang mewakili Camat Ulakan Tapakis menyampaikan melalui PBK ini, peserta dapat meningkatkan kompetensinya. 


Baik kemampuan keterampilan, dan pemahaman nilai dan norma yang terkait etika. Dengan demikian, upaya pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kompetensi seseorang secara komprehensif menuju individu yang paripurna. 


Agar nantinya para peserta, lebih mampu dalam melaksanakan peranannya di tengah masyarakat.


"Selamat kepada semua peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dengan baik dan menjadi wirausaha baru, semoga ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat dan menjadi sumber pendapatan baru dalam keluarga. Jangan  malu untuk memulai berwirausaha, karena sekarang kita berada di era global. Persaingan usaha semakin ketat dan semuanya menggunakan sistem digital atau online. Jadi, ilmu yang sudah diperoleh mesti disesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi. Agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh pasar global". Jelasnya.


Diakhir acara, dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan kepada tiga orang peserta terbaik. Ada beberapa kriteria dalam penetapan penilaian, diantaranya kemampuan menjahit, disiplin serta sikap dan kepribadian.  


Sebagai peserta terbaik 1 diraih oleh Santi Asmara Yeni, terbaik 2 Novi Noverni dan terbaik 3 diraih oleh Yuni Asmawati. Usai penyerahan penghargaan, dilanjutkan dengan foto bersama dengan seluruh peserta. (AS/ WIS)

TerPopuler