-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bangun Piaman.Com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Jelang PBM Tatap Muka, Seluruh Guru, Pegawai Sekolah dan Petugas Kebersihan SMP di Kota Pariaman Ikuti Tes SWAB

    Redaksi
    Kamis, 09 Juli 2020, 23.30.00 WIB Last Updated 2020-07-10T00:33:59Z

    PARIANAN--Satuan Pendidikan Guru, Pegawai Tata Usaha (TU) dan Petugas Kebersihan SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) se Kota Pariaman dilakukan pengambilan swab, Kamis (9/7/2020) bertempat di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman.

    Pengambilan swab tersebut digelar oleh Dikpora Kota Pariaman bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Pariaman menjelang dilaksanakannya tahun ajaran baru 2020/2021 secara tatap muka tanggal 13 Juli 2020 nanti.

    Kepala Sekolah SMPN 2 Pariaman, Wismardi yang juga ikut diambil swab nya mengatakan, tes swab tersebut tidak seperti yang dibayangkan dan ditakutkan.

    " Jadi untuk para guru dan tenaga pendidik lainnya jangan cemas, karena pengambilan swab dilakukan oleh tenaga medis yang sudah profesional, yang pasti aman dan tidak sakit," imbuhnya.

    " SMPN 2 Pariaman sendiri ada sebanyak 46 guru dan tenaga pendidik, semua pegawai kami cukup antusiasi mengikuti, meskipun mereka ada yang jauh-jauh dari luar Kota Pariaman sekalipun," tambahnya lagi.

    Wismardi juga tuturkan, SMPN 2 Pariaman juga telah siap melaksanakan PBM secara tatap muka tanggal 13 Juli 2020 mendatang. Pihaknya telah melakukan penyemprotran disinfektan di seluruh area sekolah seperti ruang kelas dan kantor.

    " Segala persiapan PBM dimasa new normal nanti sudah kita lakukan sesuai dengan protokol Covid-19 ", tukasnya.

    Sementara itu, Kadis Dikpora Kota Pariaman, Kanderi mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengawali tahun ajaran baru 2020/2021 untuk Kota Pariaman secara tatap muka tanggal 13 Juli 2020 mendatang.

    " Kita harus memastikan para pendidik dan tenaga pendidik seperti guru, pegawai tata usaha (TU), petugas kebersihan dan satpam SMP di Kota Pariaman dalam kondisi sehat karena mereka akan melayani anak-anak didik yang cukup banyak," ujarnya.

    Kanderi juga menuturkan,  pengambilan swab ini akan terus berlanjut, tidak hanya SMP saja tapi juga SD hingga SMA/SMK termasuk guru-guru dibawah jajaran Kementerian Agama.

    Harapannya dari kegiatan ini dapat mencegah dan memberikan perlindungan terhadap anak-anak didik karena lebih baik mencegah dari pada mengobati.

    " Hasil swab ini akan kita kirim ke Labor Unand Padang, hasil labornya akan keluar 2-3 hari. Kita tentu berharap hasilnya semua negatif," tutupnya mengakhiri. (rel/Harsy)




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini