BPBD Padang Pariaman Kembangkan Inovasi Aplikasi Kawasan Rawan Bencana Berbasis NIK -->

BPBD Padang Pariaman Kembangkan Inovasi Aplikasi Kawasan Rawan Bencana Berbasis NIK

Rabu, 17 Maret 2021, 18.19.00

 

Fhoto Bersama di Depan Kantor Walinagari Seulayat Ulakan.

ULAKAN--- Dalam upaya pengembangan inovasi Sistem Informasi Penanggulangan Bencana (SIMUNA) pasca bencana, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan Rapat Koordinasi dan Teknis (Rakortek) yang dilaksanakan di kantor Wali Nagari Seulayat Ulakan pada Rabu (17/3).


Pertemuan tersebut, membahas rencana pembuatan database Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) terkait Data Rawan Bencana berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara real time (data terkini) di Nagari Seulayat Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakih Kabupaten Padang Pariaman. 


Terlihat hadir dalam pertemuan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD kabupaten Padang Pariaman Budi Mulya, ST, M.Eng. dan Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Padang Pariaman M. Fadhly S,AP. MM.


Wali Nagari Seulayat Ulakan M. Idris beserta perangkat dan seluruh Wali Korong, juga bersama pemangku kepentingan di Pemerintahan Nagari Seulayat Ulakan. 


Program ini, merupakan Inovasi kolaborasi antara BPBD Kabupaten Padang Pariaman bersama Dinas Dukcapil Padang Pariaman. 


Dalam rangka pengembangan Inovasi aplikasi, kawasan peta rawan bencana berbasis NIK dan didukung dengan data geospasial berbasis titik koordinat.


Menurut Kalaksa BPBD Budi Mulya, Kabupaten Padang Pariaman merupakan supermarket bencana di Provinsi Sumatera Barat. 


Ada 10 jenis ancaman bencana, sebagaimana tertuang dalam Undang Undang No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. 


Keseluruhan dari 10 ancaman bencana tersebut, ada pontensinya di seluruh wilayah kabupaten Padang Pariaman.


Jadi, seluruh Wilayah di kabupaten Padang Pariaman paling lengkap memiliki ancaman bencana. Yaitu, sebanyak 10 ancaman bencana.


Potensi Ancaman Bencana yang masih selalu mengintai adalah, ancaman bencana tsunami yang bersumber dari gempa bumi megathrust mentawai. 


" Makanya, sebanyak 14 Nagari di sepanjang pesisir pantai Kabupaten Padang Pariaman, menjadi fokus kita untuk kegiatan pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana," jelas Budi.


Diketahui, bahwa selain dijadikan lokasi pilot projects pengembangan Inovasi tersebut diatas, Nagari Seulayat Ulakan merupakan salah satu dari tiga Nagari di Kabupaten Padang Pariaman yang ditunjuk oleh Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Barat sebagai pilot projects Nagari Statistik di Sumatera Barat. (AS)

TerPopuler