Dari RSUD Padang Pariaman ke RSUD Muslim Kasim, Mengabadikan Jejak Pengabdian Seorang Bupati

0


PERUBAHAN nama sebuah rumah sakit daerah sering kali bukan sekadar pergantian papan nama. Di baliknya, tersimpan sejarah, perjuangan, dan penghargaan atas jasa seseorang bagi masyarakat. 



Itulah yang kini terjadi pada RSUD Muslim Kasim, yang sebelumnya dikenal sebagai RSUD Padang Pariaman atau RSUD Parit Malintang.


Nama baru itu bukan hadir tanpa makna. Pergantian identitas menjadi RSUD Muslim Kasim merupakan bentuk penghormatan terhadap sosok yang dinilai berjasa besar dalam menghadirkan fasilitas kesehatan rujukan bagi masyarakat daerah.


Rumah sakit ini berdiri di pusat ibu kota kabupaten, tepatnya di Parit Malintang, kawasan strategis yang menjadi pusat pemerintahan dan pelayanan publik. Letaknya memudahkan akses warga dari berbagai kecamatan.


Sejak awal, keberadaan rumah sakit tersebut memang dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak pelayanan kesehatan di Kabupaten Padang Pariaman, wilayah yang memiliki populasi besar dengan sebaran geografis yang cukup luas.


Kabupaten ini sendiri merupakan bagian dari Sumatera Barat, provinsi yang banyak memiliki daerah perdesaan dan pesisir. Tanpa rumah sakit rujukan yang memadai, masyarakat harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan medis lanjutan.


Secara hukum, rumah sakit ini dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Padang Pariaman Nomor 62/KEP/BPP/2011. Regulasi tersebut menjadi dasar berdirinya rumah sakit tipe C sebagai pusat layanan kesehatan sekunder.


Sebagai rumah sakit tipe C, fasilitas ini melayani pasien rujukan dari 25 puskesmas. Mulai dari kasus persalinan berisiko, tindakan bedah, hingga perawatan penyakit dalam, semuanya ditangani di sini.


Namun jauh sebelum bangunan ini berdiri kokoh, ada proses panjang yang melibatkan perencanaan, penganggaran, dan komitmen politik yang kuat. Di sinilah peran seorang kepala daerah menjadi sangat menentukan.


Sosok itu adalah Muslim Kasim, mantan Bupati Padang Pariaman dua periode yang dikenal gigih memperjuangkan peningkatan layanan publik, khususnya sektor kesehatan.


Pada masa kepemimpinannya, gagasan membangun rumah sakit daerah bukan sekadar wacana. Ia mendorong agar masyarakat tidak lagi bergantung ke rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan perawatan.


Dengan berbagai keterbatasan anggaran saat itu, Muslim Kasim tetap memprioritaskan pembangunan fasilitas kesehatan. Baginya, kesehatan masyarakat adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.


Perjuangan tersebut membuahkan hasil. Rumah sakit daerah akhirnya berdiri dan mulai beroperasi, menjadi pusat rujukan utama sekaligus simbol keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.


Selama bertahun-tahun, masyarakat mengenalnya sebagai RSUD Padang Pariaman. Nama itu melekat secara administratif, tetapi belum sepenuhnya merepresentasikan sejarah perjuangan di balik pendiriannya.


Karena itu, perubahan nama menjadi RSUD Muslim Kasim dipandang sebagai langkah tepat untuk mengabadikan jasa. Bukan sekadar penghormatan personal, melainkan pengingat kolektif tentang siapa yang memulai perjuangan tersebut.


Setiap kali masyarakat menyebut nama rumah sakit ini, mereka sekaligus mengingat dedikasi seorang bupati yang bekerja keras demi pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau.


Pergantian nama juga memberi energi baru bagi manajemen dan tenaga medis. Ada tanggung jawab moral untuk menjaga warisan nama besar itu melalui pelayanan yang profesional, cepat, dan manusiawi.


Kini, RSUD Muslim Kasim terus berbenah. Sarana dan prasarana ditingkatkan, tenaga medis diperkuat, serta mutu layanan diperbaiki agar mampu menjawab tantangan kesehatan yang kian kompleks.


Perubahan nama ini bukan hanya simbol administratif. Ia adalah monumen hidup atas pengabdian, sekaligus harapan agar rumah sakit ini terus menjadi benteng kesehatan masyarakat Padang Pariaman, setia melayani dengan semangat yang diwariskan Muslim Kasim. (redaksi)


Catatan Redaksi : 

Tulisan ini dirangkul dari berbagai sumber. Terima kasih kepada Bapak/Ibu/Sdr/i, telah membaca portal berita rang piaman klik www.bangunpiaman.com. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top