-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bangun Piaman.Com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Satu Tahun Covid-19 di Padang Pariaman, Jumlah Positif 1136 Orang, 40 Orang Diantaranya Meninggal Dunia

    Redaksi
    Rabu, 03 Maret 2021, 10.17.00 WIB Last Updated 2021-03-03T03:19:51Z

     

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Yutiardi Rivai. Fhoto Dok.Humas

    PARIT MALINTANG- Humas dan Protokoler kabupaten Padang Pariaman mengadakan Talksohow bersama Kepala Dinas Kesehatan kabupaten  Padang Pariaman Yutiardi Rivai dengan mengusung tema" Satu tahun evaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman" di Media Center Kantor Bupati Padang Pariaman, Selasa (2/3/2021) kemarin.


    Yutiardi mengungkapkan, kasus pertama covid di Kabupaten Padang Pariaman terjadi pada tanggal 26 Maret 2020, saat ini kabupaten Padang Pariaman masih berada dalam zona kuning, yang berarti zona dengan resiko rendah.


    Hingga saat ini, jumlah pasien positif covid-19 di kabupaten Padang Pariaman yang tercatat berjumlah 1136 orang, isolasi mandiri 11 orang, isolasi Pemda 11 orang, 


    Sementara itu jumlah pasien meninggal sebanyak 40 orang dan pasien sembuh mencapai 1069 orang.


    Ia juga mengatakan, pentingnya kesadaran akan bahaya virus covid-19, dan selalu menjaga 5M, yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi aktivitas.


    Dinas kesehatan Padang Pariaman giat untuk selalu melakukan penyuluhan melalui media maupun penyuluhan langsung kepada masyarakat guna memutus rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman.

    Ia mengatakan salah satu usaha pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yaitu dengan mengadakan vaksinasi.


    "Pada tanggal 1 Febuari 2021 lalu kita telah sukses melakukan penyuntikkan vaksin tahap pertama khususnya untuk tenaga Nakes dan pejabat esensial dilingkungan pemerintah, dan untuk tenaga nakes kita sudah melakukan suntik ke dua," ulasnya.

    " Untuk tahap selanjutnya kita akan mengadakan penyuntikan vaksin kepada ASN dan Tenaga Pengajar," tambah Yutiardi. 


    ( RHPP)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini