Mahasiswa KKN Melayu Serumpun Gagas Konsep Wisata Berbasis Syari'ah -->

Mahasiswa KKN Melayu Serumpun Gagas Konsep Wisata Berbasis Syari'ah

Kamis, 26 Agustus 2021, 22.40.00

 

ULAKAN---- Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) mengapresiasi kegiatan peresmian Konsep Wisata Syari'ah pada objek Wisata Pantai Tiram, yang digagas oleh Mahasiswa KKN Melayu Serumpun posko Tapakih.


Kegiatan yang bertema "Menjadikan Wisata Pantai Tiram Salah Satu Tempat Wisata Islami dan Menjadi Ikon Nagari Tapakih" ini, berlangsung di Pantai Tiram Nagari Tapakih Kecamatan Ulakan Tapakih Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat,  Kamis (26/8/2021). 


Terlihat hadir dalam acara itu, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Masrial, Kabid Pengembangan Wisata Disparpora kabupaten Padang Pariaman Wiwiek Herawati, S.ST.MM. 


Camat Ulakan Tapakih Emri Nurman, SSTP. MM, Danramil 07 Pauh Kambar Kapten Inf. Agus Lesmono, Kapolsek Nan Sabaris Iptu. Zulkarnaini, Sekretaris Nagari Tapakih Atnaldi, Ketua Pokdarwis Pantai Tiram Masrizal, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat. 


Dalam kesempatan itu, mewakili Kepala Disparpora Kabupaten Padang Pariaman, Wiwik Herawati menyampaikan sambutannya. Bahwa program yang digagas oleh Mahasiswa KKN Melayu Serumpun Posko Tapakih ini sejalan dengan program Dinas Pariwisata dan memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah berkolaborasi dengan masyarakat khususnya Pokdarwis dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Tiram.


"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung program yang digagas oleh adik-adik KKN Melayu Serumpun Posko Tapakih, karena gagasan ini sangat sejalan dengan program yang dirancangkan oleh Disparpora Padang Pariaman. Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa telah memulaikannya. Program yang dilaksakanpun sangat bagus, salah satunya yakni berhasil mengkolaborasikan Peraturan Nagari dengan gagasan wisata Syariah yang adik-adik punya," ujarnya. 


Senada dengan itu, Camat Ulakan Tapakih Emri Nurman juga menambahkan, gagasan wisata Syariah dari mahasiswa KKN Melayu Serumpun wajib didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder terkait. Yaitu dengan adanya komitmen bersama untuk konsisten mentaati norma adat dan agama yang berlaku di Kecamatan Ulakan Tapakih serta mematuhi semua aturan dan regulasi yang telah disepakati dan ditetapkan oleh Pemerintah.


Dijelaskannya,  ini merupakan komitmen kita semua, untuk bersama-sama mengikuti dan mengajak masyarakat supaya patuh dengan norma dan kebiasaan yang berlaku serta mentaati semua Peraturan yang telah ditetapkan. 


" Semoga niat baik ini, juga bernilai ibadah untuk kita semua dan Insya Allah gagasan adik-adik ini juga akan kami tindak lanjuti selaku Pemerintah Kecamatan dan Disparpora sebagai Instansi yang mempunyai program dalam membina Sektor Pariwisata di Kabupaten Padang Pariaman," kata Emri Nurman. 


Dalam sambutannya, Sekretaris LP2M UIN Imam Bonjol Padang Masrial menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua mahasiswa KKN Melayu Serumpun di posko Tapakih dan Kelompok Sadar Wisata Pantai Tiram. 


Hal tersebut  telah memunculkan ide-ide dan gagasan serta berkolaborasi untuk menjadikan objek wisata Pantai Tiram ini, berbasis syariah. 


Sesuai dengan kondisi sosial masyarakat yang bernuansa islami, dengan adanya objek wisata religius kompleks makam syekh Burhanuddin yang lokasinya berada dalam satu Kecamatan Ulakan Tapakih.


"Kami dari LP2M mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, untuk mengimplementasikan gagasan dan ide wisata Syari'ah ini dalam bentuk program yang berkelanjutan dengan pemberdayaan masyarakat dan kelompok sadar wisata. Sehingga nantinya Pantai Tiram Syari'ah yang kita gagas, bisa menjadi model bagi objek wisata Pantai lainnya yang ada di Sumatera Barat," ujar Masrial.


Sebagaimana diketahui, Mahasiswa KKN Melayu Serumpun ini berasal dari 13 Perguruan Tinggi Islam Negeri se Sumatera yang melakukan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Anam Lingkuang dan Ulakan Tapakih Kabupaten Padang, mulai tanggal 26 Juli sampai 31 Agustus 2021. 


Adapun mahasiswa yang ditempatkan di posko Tapakih adalah sebanyak 13 orang yang terdiri dari 7 orang perempuan dan 6 orang laki-laki.


Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan Pamflet Slogan Wisata Syariah dari mahasiswa kepada pejabat yang hadir dan Ketua Pokdarwis, untuk dipasang pada lokasi strategis di kawasan Pantai Tiram. 


Acara diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama penerapan konsep Wisata Syari'ah di Pantai Tiram Tapakih, antara Mahasiswa KKN dengan kelompok sadar wisata yang disaksikan oleh Dinas Pariwisata dan LP2M UIN Imam Bonjol Padang serta anggota Forkopimca Ulakan Tapakih. (AS/HAP)

TerPopuler