Alam Takambang Jadi Guru

 

MINANGKABAU adalah sebuah suku bangsa yang berasal dari wilayah Sumatera Barat, Indonesia. Mereka juga merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia. Kata "Minangkabau" terdiri dari dua kata, yaitu "Minang" yang berarti orang yang berasal dari wilayah Minangkabau, dan "kabau" yang berarti kerbau. Kebudayaan Minangkabau memiliki ciri khas yang kuat dan unik. 

Salah satu aspek yang paling mencolok adalah sistem kekerabatan yang dikenal sebagai "matriarkat", di mana garis keturunan dan harta keluarga diwariskan melalui jalur perempuan. Hal ini berarti bahwa perempuan memegang peranan penting dalam struktur sosial, ekonomi, dan politik masyarakat Minangkabau. 

Minangkabau juga dikenal dengan adat istiadat yang kaya dan kompleks, seperti adat perkawinan, adat minangkabau, dan adat berpantang. Selain itu, seni dan budaya Minangkabau juga terkenal, seperti tari tradisional, musik tradisional, seni ukir, dan arsitektur rumah tradisional Minangkabau yang memiliki atap berbentuk tanduk kerbau yang disebut "rumah gadang".

Minangkabau merupakan suku bangsa yang kaya akan budaya, tradisi, dan warisan sejarah yang unik. Mereka memiliki peranan yang penting dalam membentuk keanekaragaman budaya Indonesia.

"Alam takambang jadi guru" adalah sebuah pepatah atau peribahasa dalam bahasa Minangkabau yang berarti "alam menjadi guru". Peribahasa ini mengandung makna bahwa alam atau lingkungan sekitar dapat memberikan banyak pelajaran dan pengajaran kepada manusia. 

Pepatah ini mengajarkan pentingnya belajar dan mengambil hikmah dari alam serta lingkungan sekitar. Alam dipandang sebagai sumber pengetahuan yang tak terbatas, di mana manusia dapat belajar dari kejadian alamiah, flora, fauna, serta interaksi antara manusia dengan alam.

Dalam konteks budaya Minangkabau, pepatah ini menggambarkan filosofi dan kearifan lokal yang mendasari kehidupan masyarakat Minangkabau. Masyarakat Minangkabau memiliki hubungan yang erat dengan alam dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, kearifan lokal, dan saling belajar dari pengalaman alam. Pepatah "alam takambang jadi guru" juga sering digunakan untuk menggambarkan nilai-nilai kehidupan, moralitas, dan kearifan yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Minangkabau. 

Filosofi ini mendorong manusia untuk menghargai dan belajar dari alam, serta menjadikan alam sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks yang lebih luas, pepatah ini juga mengandung pesan bahwa pembelajaran dan pengalaman dapat datang dari mana saja, bahkan dari hal-hal yang sederhana sekalipun. Alam menjadi guru bagi manusia, mengajarkan tentang kebesaran-Nya, siklus kehidupan, ketergantungan manusia terhadap lingkungan, dan banyak lagi. 

Pepatah ini mengajarkan pentingnya mengamati, mendengarkan, dan belajar dari alam serta pengalaman hidup untuk mengembangkan pengetahuan, kearifan, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang dunia di sekitar kita.

Alam takambang jadi guru adalah pepatah yang berasal dari Minangkabau. Kalau dijadikan bahasa Indonesia, kira-kira menjadi ”alam terkembang dijadikan guru “. Dewasa ini, pepatah tersebut masuk dalam moto pembelajaran untuk guru. 

Entah siapa yang memasukkan, yang jelas perangkat pembelajaran tersebut telah digandakan oleh banyak guru dan secara tidak langsung menyebarluaskan pepatah alam takambang jadi guru. Nyatanya bagi banyak guru pepatah ini sudah familiar juga. 

Di Ranah Minang ungkapan tersebut sangat komunikatif. Sementara itu, mereka yang tidak mengerti bahasa Melayu dan bahasa Minang, hanya bisa mengira dan mendiskusikan pengertiannya kepada teman sejawat. Namun mereka tidak akan banyak menemui kesulitan untuk itu. Lagi pula konsepnya sangat praktis dan universal.

Pepatah AlamTakambang jadi guru ini sangat dipahami oleh setiap orang yang berasal dari Sumatra Barat. Secara turun-temurun pepatah ini diajarkan, baik secara lisan maupun melalui berbagai karya tulis, termasuk di dalamnya karya sastra. 

Pepatah ini bermakna ‘agar kita belajar pada alam dan berbagai fenomenanya yang senantiasa mengabarkan sebuah kearifan’. Sejatinya pepatah atau unkapan filosofi ini mengandung makna, pertama menunjukan sikap seseorang terhadap tanggung jawab yang seharusnya ia dilaksanakan dalam rangka pengembangan diri. 

Kedua ungkapan ini bermakna menunjukan kepada kita apa sesungguhnya sumber dari pengetahuan dan keterampilan. AlamTakambang yakni menujukan sumber belajar yang sesungguhnya, yakni sumber belajar yang sungguh-sunguh dapat memenuhi “kebutuhan semua” yang sifatnya selalu ada sepanjang zaman. (Muhammad Rizky Budiman/Mahasiswa Universitas Andalas)

Tidak ada komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Diberdayakan oleh Blogger.