![]() |
| Foto bersama usai silaturahmi BBPOM Dengan Pemkot Pariaman |
PARIAMAN,- Pemerintah Kota Pariaman memperkuat sinergi lintas sektor dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, khususnya dalam upaya pemulihan pascabanjir dan peningkatan pengawasan keamanan pangan di tengah masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Kepala BBPOM Padang, Drs. Martin Suhendri, Apt., M.Farm., yang diterima Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, didampingi Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah, di ruang kerja Wakil Wali Kota, Kamis (15/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas rencana koordinasi dan kerja sama terkait gerakan penanaman pohon pascabanjir, sebagai bagian dari program nasional penanaman 23 juta pohon di seluruh Indonesia yang dicanangkan Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.
Selain agenda penghijauan, BBPOM Padang juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan keamanan pangan, khususnya pangan jajanan anak sekolah, pangan yang beredar di pasar tradisional dan desa, serta pengawasan takjil menjelang dan selama bulan Ramadan mendatang.
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menyambut baik dan mengapresiasi tiga agenda utama kerja sama yang difasilitasi BBPOM Padang tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Pemko Pariaman dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memulihkan kondisi lingkungan pascabencana.
“Keamanan pangan dan obat-obatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Di sisi lain, pascabanjir kita juga membutuhkan langkah nyata untuk memulihkan lingkungan. Sinergi dengan BBPOM ini sangat strategis dan kami siap mendukung pelaksanaannya di lapangan,” ujar Mulyadi.
Ia menambahkan, Pemko Pariaman akan melibatkan perangkat daerah terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga pemerintah desa dan sekolah, agar pengawasan pangan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya berperan dalam pengawasan, tetapi juga mendorong edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi. Terlebih menjelang bulan puasa, aktivitas penjualan pangan olahan dan takjil cenderung meningkat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap kesadaran masyarakat dan pelaku usaha pangan di Kota Pariaman semakin meningkat, sehingga risiko peredaran pangan yang tidak memenuhi standar dapat ditekan,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Pemko Pariaman dan BBPOM Padang, baik dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pengawasan pangan dan obat, maupun dalam mendukung upaya penghijauan dan pemulihan lingkungan pascabencana. (***/R)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih