![]() |
| Mulyadi resmi daftarkan dirinya sebagai calon Wali Nagari Tandikek Selatan kepada Panitia Pilwana. |
PATAMUAN,- Mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang Pariaman, Mulyadi yang dikenal banyak orang Edy Batak, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Wali Nagari Tandikek Selatan pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) tahun 2026.
Pendaftaran tersebut dilakukan pada Rabu (11/3/2026) dan diterima langsung oleh Panitia Pilwana Tandikek Selatan di sekretariat panitia yang berlokasi di Kantor Wali Nagari Tandikek Selatan, Kecamatan Patamuan.
Kedatangan Mulyadi alias Edy Batak ke sekretariat panitia menjadi salah satu momentum penting dalam dinamika Pilwana di nagari tersebut.
Ia datang dengan tekad untuk ikut berkontribusi membangun kampung halaman melalui jalur kepemimpinan nagari.
Bagi masyarakat Padang Pariaman, nama Mulyadi bukanlah sosok asing. Selain dikenal sebagai mantan pejabat di lingkungan PDAM, ia juga pernah mencatatkan perjalanan menarik di masa mudanya sebagai seorang atlet sepak bola.
Pada masa mudanya, Mulyadi pernah memperkuat klub sepak bola PERSEPAR, yang kala itu menjadi salah satu kesebelasan kebanggaan masyarakat Padang Pariaman atau yang akrab disebut rang Piaman.
Pengalamannya di lapangan hijau tidak hanya membentuk fisik yang tangguh, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah yang kelak menjadi bekal dalam perjalanan kariernya.
Berkat prestasinya di dunia sepak bola, Mulyadi kemudian mendapat kesempatan untuk bergabung sebagai pegawai di PDAM Padang Pariaman. Sejak saat itu, perjalanan kariernya di institusi tersebut terus menanjak.
Selama bertahun-tahun mengabdi di PDAM, Mulyadi dikenal sebagai sosok pekerja keras yang mampu menjalankan berbagai tugas dengan baik. Pengalaman dan dedikasinya membuat ia dipercaya menempati berbagai posisi strategis.
Puncak kariernya terjadi ketika Bupati Padang Pariaman saat itu, Ali Mukhni, memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk menjabat sebagai Direktur PDAM Padang Pariaman.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa Mulyadi dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni dalam mengelola lembaga pelayanan publik.
Selama menjabat sebagai Direktur PDAM, ia terlibat dalam berbagai upaya peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah di Padang Pariaman.
Kini, setelah menyelesaikan masa pengabdiannya dan memasuki masa purna tugas dari PDAM Padang Pariaman, Mulyadi memilih tetap mengabdikan dirinya kepada masyarakat.
Pilwana serentak tahun 2026 menjadi momentum baginya untuk kembali berkiprah, kali ini melalui jalur kepemimpinan di tingkat nagari.
Dengan pengalaman panjang di birokrasi serta kedekatan dengan masyarakat, Mulyadi berharap dapat membawa energi baru bagi pembangunan Nagari Tandikek Selatan.
Ia menyatakan siap bekerja bersama masyarakat untuk memajukan nagari jika dipercaya memimpin nantinya.
Menurutnya, pembangunan nagari tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kalau Allah SWT mengizinkan dan masyarakat menjatuhkan pilihan kepada saya, mari bersama-sama kita bangun Nagari Tandikek Selatan agar lebih maju dan berkembang,” ujarnya.
Ia juga berharap Pilwana Tandikek Selatan dapat berlangsung secara demokratis, damai, dan penuh rasa persaudaraan.
Bagi Mulyadi, Pilwana bukan sekadar kontestasi politik, tetapi juga ajang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menentukan masa depan nagari.
Dengan berbagai pengalaman yang dimilikinya, ia optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Nagari Tandikek Selatan di masa mendatang. (***/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih