![]() |
![]() |
PADANG PARIAMAN,- Pemerintah daerah terus bergerak cepat menangani persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Kampuang Galapuang dan Muaro Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis.
Salah satu langkah darurat yang kini dilakukan adalah penguatan tebing sungai yang mengalami ambles di sekitar muara.
Bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, penanganan sementara dilakukan melalui pemasangan geobag atau karung berisi pasir.
Material tersebut difungsikan untuk memperkuat struktur bantaran sungai sekaligus menahan potensi longsor susulan.
Langkah ini dinilai penting guna mengantisipasi risiko penutupan alur muara akibat runtuhan tanah. Jika aliran tersumbat, genangan air dikhawatirkan meluas hingga ke kawasan permukiman warga.
Untuk mempercepat proses pekerjaan, dua unit alat berat langsung diturunkan ke lokasi. Ekskavator difokuskan pada pemasangan geobag di titik-titik kritis yang rawan terkikis arus.
Selain memperkuat tebing, normalisasi alur sungai juga dilakukan. Tujuannya menjaga kelancaran arus air agar tidak terjadi pendangkalan maupun penyumbatan sedimen yang kerap menjadi pemicu banjir saat curah hujan tinggi.
Bupati John Kenedy Azis menegaskan, pemerintah daerah tidak pernah berhenti mencari solusi permanen atas persoalan banjir yang telah lama dirasakan masyarakat Ulakan.
Menurutnya, sejak awal Ramadan, dua unit ekskavator sudah disiagakan di Muaro Ulakan untuk melakukan pengerukan dan penataan alur sungai secara bertahap.
“Kami tidak pernah berhenti memikirkan persoalan banjir di Ulakan ini. Saat ini saja dua ekskavator sudah siaga untuk penanganan awal,” ujarnya saat membuka kegiatan Ramadan Fest dan pasar pabukoan di Kampuang Galapuang.
Meski begitu, ia menekankan bahwa penyelesaian masalah banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh unsur masyarakat.
Peran ninik mamak, tokoh adat, hingga warga pemilik lahan di sekitar muara sungai dinilai sangat strategis dalam mendukung rencana pelebaran serta pelurusan alur sungai.
Bupati secara terbuka mengajak masyarakat untuk bersedia memberikan sebagian lahan demi kepentingan bersama. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari solusi jangka panjang.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dunsanak ambo yang memiliki tanah di kawasan muara. Jika alur sungai bisa diluruskan, dampak banjir bisa kita tekan bersama,” katanya.
Ia menambahkan, pendekatan persuasif dan musyawarah akan dikedepankan agar setiap kebijakan tetap mengedepankan kearifan lokal serta nilai kebersamaan masyarakat Minangkabau.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan banjir tidak hanya bersifat darurat, tetapi berkelanjutan melalui program infrastruktur pengendalian banjir.
Normalisasi sungai, penguatan tebing permanen, hingga perencanaan teknis jangka panjang menjadi bagian dari agenda yang tengah disiapkan.
Bagi warga, langkah cepat ini memberi harapan baru. Setiap musim hujan, banjir kerap merendam rumah dan lahan pertanian, sehingga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, diharapkan kawasan Kampuang Galapuang dan Muaro Ulakan bisa terbebas dari ancaman banjir tahunan.
Komitmen tersebut, kata Bupati, bukan sekadar janji, melainkan kerja nyata yang terus dilakukan di lapangan.
“Ini bukan pekerjaan sehari dua hari. Tapi selama ada kebersamaan, kita yakin masalah ini bisa diselesaikan,” tutupnya. (**/R)



Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih