![]() |
PADANG PARIAMAN, - Semarak Ramadhan terasa kental di Kampuang Galapuang, Nagari Ulakan. Ratusan warga memadati lokasi pembukaan Ramadhan Fest dan Pasar Pabukoan yang secara resmi dibuka oleh Bupati John Kenedy Azis, Sabtu (28/2/2026) kemarin.
Kegiatan yang digelar di Ulakan Tapakis itu bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, Ramadhan Fest menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus momentum menggerakkan ekonomi kecil selama bulan puasa.
Sejak sore, warga tampak antusias mendatangi lapak-lapak pabukoan. Aneka kuliner khas Ramadhan, mulai dari kolak, gorengan, hingga lauk pauk tradisional, menjadi daya tarik tersendiri. Perputaran uang di pasar dadakan ini memberi napas bagi pelaku UMKM lokal.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa JKA menyampaikan rasa bangga atas kekompakan masyarakat dan peran aktif kaum ibu dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan Ramadhan Fest tidak lepas dari dukungan TP PKK serta kelompok Seruni yang konsisten menggerakkan kegiatan sosial dan ekonomi di nagari.
“Alhamdulillah, ini bukti kebersamaan kita. Ibu-ibu Seruni luar biasa, ikut mendorong ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Namun di tengah suasana penuh kebersamaan itu, JKA juga mengingatkan satu persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, yakni banjir yang kerap melanda kawasan Kampuang Galapuang dan Muaro Ulakan.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Sejak awal Ramadhan, dua unit ekskavator telah disiagakan di Muaro Ulakan untuk melakukan normalisasi aliran sungai.
Langkah tersebut, kata dia, merupakan upaya awal untuk memperlancar arus air dan mengurangi risiko genangan saat hujan deras.
“Kami serius menangani banjir. Alat berat sudah bekerja di lapangan. Ini bentuk komitmen pemerintah,” tegasnya.
Meski demikian, JKA mengakui penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat, terutama ninik mamak dan pemilik lahan di sekitar muara sungai, sangat dibutuhkan.
Ia berharap ada kerelaan bersama untuk pelebaran dan pelurusan alur sungai demi kepentingan jangka panjang.
“Kalau alur sungai tidak diperbaiki, banjir akan terus berulang. Ini kepentingan kita bersama,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Ulakan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas perhatian yang diberikan, baik dalam mendukung kegiatan keagamaan maupun penguatan ekonomi masyarakat.
Ia juga menyoroti peran TP PKK dan kelompok perempuan yang aktif membantu permodalan serta pembinaan UMKM.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khusyuk dengan tausiah dari perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Padang Pariaman, yang mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi dan semangat berbagi selama Ramadhan.
Tradisi pasar pabukoan sendiri memang telah lama menjadi denyut ekonomi musiman di Padang Pariaman. Setiap sore, pasar ini menjadi pusat interaksi sosial sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi warga.
Tak hanya di Ulakan, Ramadhan Fest juga digelar di berbagai nagari lain seperti Sungai Limau, Pilubang, Sicincin, Lubuk Alung, Kayu Tanam, hingga Aur Malintang.
Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus menjaga perputaran ekonomi lokal tetap hidup di tengah masyarakat.
Dengan perpaduan nuansa religius, kebersamaan, dan geliat usaha kecil, Ramadhan Fest Kampuang Galapuang menjadi gambaran bagaimana tradisi dapat bersinergi dengan pembangunan.
Di satu sisi masyarakat merayakan bulan suci, di sisi lain pemerintah terus bekerja menyelesaikan persoalan mendasar seperti banjir.
Ramadhan pun tidak hanya menghadirkan berkah spiritual, tetapi juga harapan akan kehidupan nagari yang lebih kuat dan sejahtera.


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih