![]() |
Panitia Pilwana Nagari Guguak Resmi Terima Pendaftaran Yusrizal Sebagai Calon Wali Nagari Guguak |
![]() |
2x11 KAYUTANAM — Kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak tahun 2026 di Kabupaten Padang Pariaman mulai menunjukkan dinamika.
Salah satunya di Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam, yang kini mulai diramaikan oleh para kandidat yang siap bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan nagari.
Panitia Pemilihan Wali Nagari Guguak, Rabu (10/3/2026), secara resmi menerima pendaftaran Yusrizal sebagai salah seorang bakal calon Wali Nagari Guguak untuk masa jabatan 2026–2034.
Yusrizal merupakan warga Korong Kandang Ampek, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai karyawan di PT Anai Land.
Keputusan untuk maju dalam kontestasi Pilwana bukan tanpa alasan. Bagi Yusrizal, pencalonan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada tanah kelahirannya.
Ia mengaku terpanggil untuk berkontribusi dalam pembangunan nagari serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan dari berbagai kalangan masyarakat pun diharapkannya menjadi energi untuk melangkah dalam proses demokrasi tingkat nagari tersebut.
“Keinginan saya sederhana, ingin memberikan yang terbaik untuk nagari tempat saya dilahirkan dan dibesarkan,” ujar mantan Ketua Panwascam Kayutanam serta mantan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan ( PPK) Kecamatan 2 x 11 Kayutanam tersebut.
Menurutnya, potensi Nagari Guguak cukup besar untuk dikembangkan, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
Karena itu, diperlukan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama membangun nagari.
Nagari Guguak sendiri merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Nagari ini memiliki luas wilayah sekitar 56,00 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 6.127 jiwa.
Secara geografis, Nagari Guguak memiliki bentang wilayah yang cukup unik. Wilayahnya memanjang dari hulu hingga ke muara Batang Anai, dengan posisi memanjang dari utara ke selatan dan menghadap ke arah timur.
Nagari ini berada pada ketinggian sekitar 200 hingga 400 meter di atas permukaan laut dengan iklim tropis yang cukup sejuk. Sebagian wilayahnya bahkan masih berupa kawasan hutan suaka alam, yang menjadi salah satu potensi ekologis yang penting untuk dijaga.
Dari sisi topografi, sebagian wilayah Nagari Guguak berbukit dengan tingkat kemiringan lahan yang cukup curam, bahkan mencapai lebih dari 45 persen pada beberapa titik.
Kondisi tersebut membuat kawasan ini memiliki panorama alam yang indah, sekaligus menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur.
Secara administratif, Nagari Guguak terbagi ke dalam empat korong, yakni Korong Kandang Ampek, Pasa Karambie, Padang Lapai, dan Pasa Surau. Keempat korong ini menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat nagari.
Dalam kehidupan sosial budaya, Nagari Guguak dikenal dengan filosofi “Ikua Darek Kapalo Rantau.” Istilah ini menggambarkan perpaduan adat yang berasal dari wilayah darek (Tanah Datar) dengan kehidupan masyarakat rantau di kawasan pesisir Pariaman.
Perpaduan nilai adat dan syarak ini menjadi identitas masyarakat Guguak yang masih terjaga hingga saat ini.
![]() |
| Yusrizal calon Wali Nagari Guguak Kecamatan 2 x 11 Kayutanam. |
Dari sisi sejarah pemerintahan, Nagari Guguak telah memiliki struktur pemerintahan nagari sejak tahun 1907. Wali nagari pertama yang tercatat dalam sejarah adalah Karin yang bergelar Datuak Rangkayo Nan Gadang.
Seiring perjalanan waktu, dinamika sosial dan politik di nagari ini juga terus berkembang. Bahkan pada Juli 2025, sempat terjadi kisruh terkait kepengurusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Guguak, yang berujung pada pemalangan kantor KAN oleh sejumlah pihak.
Peristiwa tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan kehidupan sosial nagari, sekaligus menjadi tantangan bagi pemimpin nagari ke depan untuk mampu merangkul seluruh unsur masyarakat.
Saat ini, pusat pemerintahan Nagari Guguak berada di Jalan Padang–Bukittinggi KM 57, yang juga menjadi jalur strategis penghubung antarwilayah di Sumatera Barat.
Dengan berbagai potensi dan tantangan yang dimiliki, kontestasi Pemilihan Wali Nagari Guguak tahun 2026 diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang mampu membawa nagari ini menuju arah pembangunan yang lebih baik.
Keikutsertaan Yusrizal dalam bursa calon wali nagari menjadi salah satu warna dalam dinamika demokrasi di tingkat nagari, yang pada akhirnya akan ditentukan oleh pilihan masyarakat Guguak sendiri. (***/)




Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih