Pesantren Kauman Padang Panjang Kembali Ukir Sejarah, Satu Santrinya Disambut 13 Universitas Bergengsi di 7 Negara

0

 


PADANG PANJANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu santri Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Mayanggi Sephira. 


Santri asal Siak, Riau, ini berhasil menembus dan diterima di 13 perguruan tinggi luar negeri dari berbagai negara di dunia.


Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing di tingkat global. Mayanggi diterima di sejumlah universitas ternama di berbagai negara seperti Australia, Inggris, Turki, Selandia Baru, Amerika Serikat hingga Jerman.


Beberapa perguruan tinggi yang menerima Mayanggi antara lain University of Wollongong dan Curtin University di Australia dengan program studi International Relations. 


Ia juga diterima di University of Georgia dengan jurusan Business Management serta Istanbul Aydin University di Turki pada program Political Science and International Relations.


Selain itu, Mayanggi juga mendapatkan kesempatan untuk kuliah di sejumlah universitas ternama lainnya seperti University of Otago, Victoria University of Wellington, dan University of Waikato di Selandia Baru. 


Di Inggris, ia diterima di Cardiff University dan Newcastle University. Sementara di kawasan Timur Tengah, ia diterima di Murdoch University Dubai dan Middlesex University Dubai dengan program studi Psychology.


Tidak hanya itu, Mayanggi juga diterima di Santa Monica College di Amerika Serikat dengan program Political Science serta Constructor University di Jerman pada jurusan International Relations.


Mayanggi mengungkapkan pada Rabu (26/03/2025) bahwa keinginannya melanjutkan studi ke luar negeri dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mendapatkan perspektif global, khususnya dalam bidang Hubungan Internasional. 


Ia ingin belajar dalam lingkungan yang lebih kompetitif serta membangun jaringan internasional yang nantinya dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi Indonesia.


Selama menempuh pendidikan di Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Mayanggi juga menghadapi berbagai tantangan. 


Ia harus mampu membagi waktu antara kegiatan akademik, aktivitas pesantren, serta belajar mandiri untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi perguruan tinggi luar negeri.


Meski memiliki jadwal yang padat, pengalaman tersebut justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan tidak mudah menyerah. 


Menurutnya, konsistensi dalam belajar serta kedisiplinan menjadi kunci utama dalam meraih impian.


Mayanggi Sephira merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, putri dari pasangan Sutikno dan Heriani. Sang ayah, Sutikno, adalah seorang pensiunan tentara, sementara sang ibu, Heriani, adalah seorang guru biasa. 


Meskipun berdomisili di Siak, Riau, Mayanggi memiliki darah asli Medan. Ia merantau ke Riau mengikuti penempatan tugas sang ayah.


Orang tua Mayanggi, Sutikno dan Heriani, mengaku sangat bersyukur atas prestasi yang diraih putri bungsu mereka. 


Menurut mereka, keberhasilan ini tidak hanya menyenangkan hati keluarga, tetapi juga menaikkan derajat orang tua.


"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT. Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pesantren Kauman yang telah membimbing dan mendidik Anggi selama ini. Semoga ke depan Anggi lebih sukses lagi dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa," ujar Sutikno dan Heriani dengan penuh haru.


Prestasi gemilang Mayanggi juga mendapat apresiasi tinggi dari Mudir (Pimpinan) Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, MA. 


Ia menyampaikan kebanggaan dan sambutan hangat atas capaian yang telah diraih oleh santri binaannya.


"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih oleh Mayanggi. Ini adalah bukti bahwa santri kita mampu bersaing di kancah internasional. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh santri di Pesantren Kauman untuk terus bermimpi besar dan tidak takut melangkah," ujar Dr. Derliana, MA.


Ia juga menambahkan bahwa pihak pesantren selalu mendorong para santri untuk memiliki wawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama. 


"Kami berharap Mayanggi dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan kelak kembali membawa ilmu serta pengalaman untuk membangun negeri," tambahnya.


Ke depan, setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri, Mayanggi berencana untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi bagi bangsa. 


Ia ingin terlibat dalam berbagai sektor seperti pemerintahan, organisasi internasional, maupun dunia pendidikan.


Selain itu, ia juga memiliki harapan untuk membantu lebih banyak pelajar Indonesia agar memiliki akses dan keberanian yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. 


Menurutnya, banyak generasi muda Indonesia yang memiliki potensi besar, namun sering kali ragu untuk mencoba peluang tersebut.


Melalui prestasi ini, Mayanggi juga berpesan kepada para pelajar Indonesia agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang dalam meraih mimpi.


"Teruslah mencoba, manfaatkan waktu dengan baik, fokus pada tujuan, dan percaya pada potensi diri. Kesempatan akan datang kepada orang yang tidak pernah berhenti mencoba," ujarnya.


Prestasi Mayanggi Sephira ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan keyakinan yang kuat, mimpi untuk menembus kampus-kampus dunia bukanlah hal yang mustahil. 


Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya para santri, untuk berani bermimpi besar dan berusaha mewujudkannya. (Anggun).

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top