Sajak Sajak Karya Pulo Lasman Simanjuntak

0

 


SERIBU DERING TELEPON MENYERBU SAJAKKU


seribu dering telepon 

menyerbu sajakku

setiap hari

tanpa beban

tak terlihat wajah garang


mereka mau menulis 

pesan syair-syair  kelabu

sepanjang abad kesakitan 


melalui nomor-nomor

ganjil dan genap

tercatat 

lewat kabel jaringan

udara beracun


haruskah kuangkat-

penuh ketakutan 

luarbiasa


awalnya dari kaki-kaki besi

terjebak pada pinggiran danau tua

berakhir di layar mesin 

kurs mata uang 

jadi utang piutang


Jakarta, Kamis, 2 April 2026


JELANG APRIL 2026


jelang april 2026

semalaman aku terus dihajar 

mimpi-mimpi mengerikan

bersama sajakku 

makin terkapar


mungkinkah mimpi-mimpi itu

jadi kenyataan

karena perang rudal 

tak kunjung terselesaikan


bahkan telah membakar

semua pengharapan

angan-angan

dalam kesusahan

dan pencobaan


aku harus bersabar, pesanmu 

di atas kendaraan kemenangan

usianya telah mencapai ribuan

perjalanan 

paling menegangkan

menuju tanah kanaan


sebab hanya Tuhan

selalu ada di depan

sehingga jiwaku 

makin tenang

seperti tak tergoyahkan


Jakarta, Kamis 26 Maret 2026 


JAMUR KULIT


jamur kulit mulai bergerak-

tak terlihat 

mata telanjang

bahkan melebihi 

kecepatan suara


dicumbu

gatal hebat

sampai ke pori-pori sajakku

meleleh perlahan 

basah dan lembab 


cuaca berubah 

di atas ranjang

bertebaran racun bakteri 


mengundang jamur kulit

ingin bersetubuh

setelah puasa 

hawa napsu


rajin dioles 

salep kesunyian

seperti eksim kegelisahan

meradang memerah 


jamur kulit 

malah menyusup liar

ke dalam dubur 

diserbu ratusan cacing 

berjoget ria di pentas

dengan seduhan air panas


o, tak kunjung sembuh


Jakarta, Minggu 8 Maret 2026


RUMAH SAKIT AWAL TAHUN 


rumah sakit awal tahun

terjebak penyakit

dinihari disiram air garam

ditusuk lambung

bertubi-tubi

sampai terkapar 

muntah darah

di ranjang maut 

mau menjemput


paru-parunya sudah terinfeksi

terekam di layar radiasi

virus yang berakar 

dari permukiman liar

di pinggiran kota jakarta


tiba-tiba aku panik

darimana sunyi ini 

dapat mencair


(padahal aku baru sembuh 

disiksa di atas tempat tidur orang sakit  mau turun ke dunia orang mati)


kini aku kembali disergap 

di ruang instalasi gawat darurat

sampai subuhhari

sampai ditampar matahari

membangunkan sepotong angan-angan

yang berkarat


(semalaman aku tak bisa bermimpi hanya suara bising lalu lalang suara mesin menyeramkan disiram infus bernanah) 


sampai kapan

kabar celaka 

selalu muncul 

di atas jendela flamboyan 

di teras kamar besi lavender

rumah sakit bertingkat

dibungkus air hujan

dibakar tubuh 

setiap malam


Jakarta , Senin pagi 19 Januari 2026


BIODATA : Pulo Lasman Simanjuntak, karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal dan 50 buku antologi bersama para penyair di seluruh Indonesia.Sering diundang baca puisi di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top